Bermain Cantik

Bermain Cantik
bab 5.


__ADS_3

Alarm Ghilfana yang berbentuk hello kitty belum berbunyi,namun sang anak sudah bangun dan turun kebawah mencari bundanya


Ia tidak menemukan bundanya baik didapur atau pun di ruangan lain,akhirnya ghilfana keluar menuju teras rumah karena jendela dan pintu rumah sudah terbuka.


Ghilfana berpikir pasti bundanya keluar rumah untuk belanja atau cari sarapan,sedangkan sah ayah pasti sedang lari pagi keliling komplek sehabis shalat subuh.


"Loh adek udah bangun,ini baru jam 05.30 hlo..kok udah bangun aja kenapa,?" Aulia bertanya sambil berjalan setelah menutup gerbang,lalu mengajak sang anak masuk rumah,karena udara masih lumayan dingin


"Ghilfana Laper bund,bunda darimana beli apa?" sambil beejalan menuju meja makan mengikuti sang bunda,


"bunda beli nasi kuning dengan ayam goreng kesukaan kamu," jawab sang bunda seraya mengambil piring dan sendok untuk sarapan,lalu membuatkan susu untuk ghilfana,kopi untuk farhat dan teh hijau untuknya,,


Aulia memindahkan nasi kuning kepiring sang anak beserta lauk pauk lainnya,"habisin ya dek,jangan ada sisa"pesan sang bunda setelah selesai menyajikannya dipiring sang anak.


Ghilfana menganggukkan kepalanya sebagai jawabanya,karena sudah mulai menyuap makanan ke mulutnya.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian sang ayah pulang dan langsung melepas sepatu "ghilfana dah bangun yang,," tanya farhat ke aulia istrinya dan dijawab dengan anggukan lalu menuangkan segelas air dingin yang diambil dari kulkas dan menyerah kan nya.


"sarapan udah siap dan juga kopinya ya mas,aku tinggal keatas mau lihat ghilfana apakah udah siap belum,." aulia melangkah pergi untuk melihat kesiapan anaknya berngkat kesekolah setelah dirasa sang ank siap lantas ia pergi kekamarnya untuk ambil tas dan hp nya.


Setelah berpamitan ke farhat mereka aulia dan ghilfana berangkat.


pertama nganterin sang anak lanjut pergi kebutiknya.


gak biasa aulia berangkat sepagi ini dan ketika sampai dibutik belum ada karyawannya kecuali satpam yang emang dapat jadwal masuk malam dan akan sebelum jam 08.00.


"Kenapa mas farhat sefikit aneh ya,apakah ada wanita lain selain aku," monolog aulia setelah mendaratkan pantatnya dikursi.


"sepertinya tidak mungkin karena mas farhat kan tipe lelaki setia perhatiannya ke aku dan ghilfana tetap sama kecuali hari minggu yang slalu pergi atau hanya perasaanku saja ya" dialog aulia untuk diri sendiri dan berusahan menepis sifat aneh farhat.


"aku telpon mas farhat aja lah kalau gitu," sambil mengeluarkan hp nya dari dalam tas dan mencari kontak suaminya lalu menekan tombol panggil

__ADS_1


"halo,assalammu'alaikum sayang,ada apa yang" jawab farhat dengan suara yang terdengar senang menerima panggilan sang istri


"wa'alaikum salam mas,gak ada apa apa,cuma ingin mastiin aja kalau hp kamu aktif" jawab aulia dengan alasan yang dibuat buat


"oh iya mas jangan lupa nanti untuk menemui om fadil,mas gak lupa kan,,?"


Tanya aulia mengingatkan,karena sang suami nya sering lupa


"oh iya,mas hampir aja lupa kalau gak kamu ingetin yang,," tuh kan bener,suaminya ini emang bener bener pelupa.


"hmmm,emang yang mas inget itu apaan sih,heran aku kenapa sering lupa" geram aulia dengan sifat suaminya yang pelupa


"hehe iya yang maaf,nanti insyaallah mas nemuin om fadil kok,makasih ya sayang dah ngingetin" ucap farhat sambil memijit keningnya dan meringis karena sering banget lupa..


"iya mas,ya udah gih kalau mau siap siap,udah jam 07.15 nih,aku tutup ya assalammu'alaikum" aulia menutup telphonnya sebelum farhat menjawab salam.

__ADS_1


Aulia gak tahu saja kalau farhat udah siap dan mau berangkat ke kantor lebih awal karena harus menjemput sofia terlebih dahulu.


__ADS_2