Bermain Cantik

Bermain Cantik
bab 25


__ADS_3

Siang ini aulia membawa putrinya kerumah sakit,setelah ia mendapatkan kabar dari gurunya yang megabarkan kalau Ghilfana tiba tiba muntah dan panas dikelas.


Dokternya mengatakan kondisi ghilfana baik baik saja.Anak itu hanya masuk angin biasa.Dan rasa rindu keayahnya yang ia pendam sendiri karena takut menyinggung perasaan bundanya.


"apa perlu menginap disini dok?"tanya Aulia khawatir


" tidak perlu bu,saya akan resepkan obat penurun panas,besuk pagi kalau panasnya belum turun segera bawa kesini lagi ya bu"saran dokter


"iya dok,terima kasih" ucap aulia


setelah menebus obatnya aulia segera membawa pulang ghilfana.Ia menyuruh ghilfana untuk istirahat dikamarnya sedangkan ia menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.


"dek..makan dulu ya..bunda suapin" ucap aulia setelah masuk kekamar putrinya


Ghilfana menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


"aaaa..." suara aulia sambil menyuapkan makana ke putrinya


Ghilfana membuka mulutnya lalu mengunyah makanannya hingga suapan terakhir dan setelah tandas aulia mengambilkan obat untuk diberikan keputrinya.


"hp bunda dari tadi bunyi terus..." ghilfana memberi tahu bundanya.walaupun sebenarnya aulia dengar dan bahkan ia tahu siapa penelponnya.


"abaikan saja,nanti bunda silent,ghilfana bobog ya,biar segera sembuh besuk bisa masuk sekolah lagi"jawab aulia datar


"ayah belum pulang ya bund,kapan ayah pulang bund" tanya ghilfana


"belum,dan bunda gak tahu kapan pulang kerumah ini"jawab aulia

__ADS_1


"ghilfana kangen,"ucap putri nya


"nanti setelah bangun tidur,adek boleh kok telpon ayah" u


Aulia memberi iming iming keputrinya supaya yak bertanya lagi tentang farhat karena ia enggan memmbahas tentang suaminya yang telah menorehkan luka dihatinya


"ghilfana benci sama tante sofia,karena dia ayah gak pulang pulang"ucap ghilfana dan membuat aulia seketika langsung menoleh keputrinya pertanda kaget


" adek,,,adek bobok ya.." ucapa aulia


"gak usah mikirin ayah atau istri barunya,,adek harus kuat meskipun nanti ayah akan jarang pulang,kita harus membuktikan kalau kita bisa tanpa ayah"lanjut aulia meskipun hanya dalam hati tak sampai hati jika harus membebani putrinya


ghilfana menggeleng,pertanda belum puas dengan jawaban serta perintah bundanya


" mungkin ayah akan pulang nanti atau besuk dek,tapi adek jangan terlalu banyak berharap,karena bisa saja setelah pulang ayah akan pergi lagi entah untuk berapa lama"akhirnya aulia menjawab seperti yang ada dipikirannya meskipun hatinya sakit ketika menjawab kata kata terakhirnya


"iya,," jawab aulia sambil menganggukan kepalanya


Lalu ghilfana merebahkan badannya dan menutup matanya supaya segerap tertidur.


Dan tak berapa lama putrinya tidur mungkin karena pengaruh obat penurun panasnya.


Setelah memastikan kalau putrinya sudah turun panasnya aulia turun kebawah dan tak lupa membawa alat makan bekas digunakan putrinya untuk dicuci.


Setelah selesai aulia duduk disofa sambil membuka notifikasi diponselnya.


Ada beberapa panggilan dari suaminya serta pesan dari beberapa temannya,yang menanyakan kenapa ia belum sampai dikafe dan mereka akan memulai rapatnya tanpa kehadirannya,,

__ADS_1


Aulia hanya membalas salah satu temannya,mengabarkan kalau ia tidak bisa hadir karena putrinya demam dna dia akan ikutin apapun hasil rapatnya.


...***...


Sementara farhat yang sudah pulang dari bulan madunya ia memilih untuk tetap tinggal dikontrakan sofia untuk sementara waktu karena ia masih harus mencari rumah yang cocok dan sesuai dengan kantongnya untuk ia beli dan diberikan kesofia.


"nak farhat,kapan kita akan pindah kerumah baru" tanya mertuanya


"bentar ya bu,farhat masih mencari cari yang cocok" jawab farhat lelah,sambil duduk dikursi ruang tamu melepas sepatu karena ia baru aja pulang kerja.


"jangan lama lama,ibu malu tinggal disini,masak punya menantu ceo dan besan yang kaya raya tapi masih tinggal dikontrakan yang sempit begini" ujar mertuanya


"iya bu,akan farhat cari segera mungkin bu.." jawab farhat


"memangnya kamu tidak punya rumah selain yang ditempati mbak aulia mas," tanya sofia yang tiba tiba muncul dengan secangkir kopi untuk suaminya lalu menyalami suaminya setelah menaruh kopinya dimeja depan suaminya


"ada sih....apartemen tapi-" belum selesai farhat menjawaba mertuanya sudah memotong


"ya udah kita tinggal diapartemen aja,gak usah beli lagi" potong mertuanya


"iya mas gak papa kok kita tinggal diapartemen..aku malah suka karena gak akan ada tetangga yang nyinyir" sahut sofia


"iya,mas coba bicara ke aulia dulu ya sof,,?" terang farhat


"kenapa harus bicara ke istri kamu dulu,itu kan apartemen kamu?" tanya mertuanya


"ya gak papa dong bu,.mas farhat kan orangnya gak suka mutusin apa apa semdiri" jelas sofia berusaha membela suaminya

__ADS_1


"hmmm,,ya udah lah terserah kalian aja,ibu ikut" ujar mertuanya pasrah


__ADS_2