Between Love & Enemy

Between Love & Enemy
013 ~ Selain Dirinya.


__ADS_3

Diprotorium.


Sebuah robot tempur raksasa yang pertama kali manusia gunakan dalam memerangi Ignity. Membawa beribu-ribu kemenangan bagi manusia.


Namun entah mengapa itu semua seakan-akan telah memudar. Kenangan manis robot tua itu saat dipertempuran sudah tidak pernah didengar.


Tidak pernah ada lagi pilot yang bisa mengendalikan mesin usang itu. Robot raksasa itu tidak mengijinkan siapapun masuk kedalam kokpitnya. Seakan-akan tidak pernah ingin kembali ke medan pertempuran.


Dr. Zen.


Seorang orang ilmuwan jenius yang pertama kali mengemukakan ide tentang rancangan M.E.C.H.A dan dari itulah Diprotorium diciptakan.


Selain sebagai seorang ilmuwan, ada kabar juga yang mangatakan bahwa Dr. Zen juga pernah menjadi pilot M.E.C.H.A pertama bersama dengan partner yang sampai sekarang masih belun diketahui.


M.E.C.H.A pertama yang diciptakan manusia untuk melawan Ignity adalah Diprotorium dan Dr. Zen adalah pilot M.E.C.H.A pertama manusia. Dengan kata lain Dr. Zen lah satu-satunya pilot yang bisa membuka kokpit serta mengendalikan robot raksasa itu.


Rahasia dibalik Diprotorium hanya diketahui oleh Dr. Zen seorang. Sesuatu yang tidak boleh sembarang orang ketahui.


...


"Drico. Saya ingin bertanya. "


Ucap Angel.


"Silahkan, code 038!"


Balas Drico.


"Bukankah itu Diprotorium? Untuk apa M.E.C.H.A itu disini? Setahu saya tidak ada yang mampu membuka kokpitnya. "


"Mengenai hal itu Dr. Zen lah yang memintaku. Hanya itu. "


"Hanya itu? "


"Iya. Tidak ada alasan lain. "


...


Entah mengapa semenjak aku berada di Barlum 09 ini aku merasa sangat mengagumi Diprotorium. Beberapa bagian dari M.E.C.H.A itu terdapat lecet seakan-akan ingin mengatakan bahwa ia telah melalui banyak pertempuran.


Beberapa peneliti nampak terus menerus meneliti rahasia dibalik robot raksasa tersebut.


Pertanyaan yang sering terbesit bagiku adalah mengapa Dr. Zen mampu membuka kokpitnya sedangkan pilot lainnya tidak dapat melakukan hal tersebut.


Apa yang membuat Dr. Zen berbeda dengan lainnya.


...


"Baik semua pilot diperbolehkan istirahat. Untuk besok kalian mungkin akan mencoba mengendalikan M.E.C.H.A kalian! "


Ucap Drico menjelaskan.


"Siap! "

__ADS_1


Serentak semua pilot menjawab.


"Wah.. tidak kebayang rasanya mengendalikan M.E.C.H.A."


"Bukannya kita sudah pernah mengendalikan hal semacam itu? "


"Itukan waktu pelatihan! Ini beda! Ini M.E.C.H.A sungguhan tau..! "


"Iya benar, kita akan benar-benar akan bertempur melawan Ignity. "


Semua pilot saling bercakap-cakap satu dengan lainnya sembari berjalan menuju kamar masing-masing.


...


"Dr. Zen. Sebenarnya apa yang membuat dirimu istimewa? "


Tanyaku didalam hati.


[Saat malam hari. ]


"Axell! "


"Axell! "


"Axell! "


"Hah..! Apa yang..!? "


Seketika aku bangun dari tidurku.


"Axell! "


Seseorang memanggilku. Pada awalnya aku mengira bahwa Albert sedang menjahili aku, namun setelah aku memeriksa kamarku. Ternyata tidak ada seseorangpun.


"Axell! "


Seseorang sedang memanggilku. Terdengar jelas ditelingaku suara panggilan itu. Akhirnya aku mencoba untuk mengikuti arah panggilan itu.


Para pilot sebenarnya tidak diperbolehkan untuk berkeliaran di barlum pada malam hari. Jadi aku mencari arah suara itu secara diam-diam.


Dan akhirnya aku menemukan dimana asal suara itu.


"Diprotorium..!?"


Semua panggilan yang aku dengar mengarahkan aku menuju mesin tua tersebut.


"Apa benar suara ini berasal dari sini? "


Tanyaku heran sembari mengamati robot raksasa tersebut.


"Wah.. Diprotorium ternyata terlihat sangat keren!"


Melihat Diprotorium dari dekat membuatku menjadi memiliki keinginan untuk mengendalikan mesin itu.

__ADS_1


Aku mencoba naik menuju kokpitnya dengan lift yang biasa para ilmuwan gunakan ketika sedang meniliti Diprotorium.


Ketika aku tepat berada didepan pintu kokpitnya. Terdapat ukiran-ukiran yang sangat aneh ditiap ujung pintunya.


Aku ingin membuka kokpitnya. Aku ingin memastikan rumor yang sering dibicarakan.


.


.


.


Bagaimana kalau aku bisa membukanya?


.


.


.


Bagaimana kalau bukan hanya Dr. Zen saja?


.


.


.


Kalau tetap tidak bisa.


.


.


.


Lalu apa yang membuatku berbeda dengan Dr. Zen?


...


"Baiklah! Akan aku coba! "


Ucapku sembari mecoba membuka pintu kokpit Diprotorium.


"Hah..!! Ada reaksi! "


Ketika aku menyentuh permukaan pintu kokpit Diprotorium. Dari tiap ujung pintu nampak semacam garis berwarna merah.


Garis tersebut lama kelamaan saling berdekatan sehingga membentuk suatu pola aneh.


Aku mencoba untuk memberi sedikit dorongan terhadap pintu tersebut dan berharap dapat terbuka.


Dan akhirnya....

__ADS_1


KREKKK..!!


"Ter... Terbuka!? "


__ADS_2