
Gelap..
.
.
.
Semuanya..
.
.
.
Sangat gelap..
.
.
.
Dimana..??
.
.
.
Dimana aku berada..??
.
.
.
Semua yang aku lihat..
.
.
.
Semua yang aku dengar..
.
.
.
Semua yang aku rasakan..
.
.
.
Hanyalah kebohongan belaka..
.
.
.
Aku... tetap... tidak... mengerti..
.
.
.
Siapa sebenarnya aku ini...
.
.
.
Axell...!!
.
.
.
"Suara ini..!! "
.
.
.
Axell...!!
.
.
.
"Si.. siapa.. ?? Aku rasa aku pernah mendengarnya memanggilku.. "
__ADS_1
.
.
.
Axell.. ini.. aku..
.
.
.
"Mi.. Michelle..?? "
.
.
.
Mengapa... kamu menjadi seperti ini..??
.
.
.
Kamu bukan Axell yang dulu aku kenal..
.
.
.
"A.. apa maksudmu..?? Aku sama sekali tidak mengerti..!!"
.
.
.
Aku memang tidak pantas menjadi partnermu
.
.
.
"Ja..jangan.. JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI..!!!!! "
.
.
.
.
.
.
Aku yakin..
.
.
.
Kamu pasti menemukan yang lebih baik daripada aku..
.
.
.
Maka dari itu.
.
.
.
Tetaplah hidup..
.
.
.
"Jangan pergi..!!! Aku... Aku.. tidak mengerti."
.
.
.
Tenang saja...
.
.
__ADS_1
.
Semuanya.. akan.. baik-baik.. saja......
....
"Hah..!! Benar-benar mimpi yang aneh..!!"
Ucapku sembari bangun dari tempat tidur.
Ketika aku bangun aku sudah berada di unit kesehatan. Seluruh tubuhku benar-benar sakit. Kepalaku sungguh pening rasanya.
"Syukurlah kamu sudah sadar.. "
"Chris..??"
"Terima kasih karena sudah menyelamatkan kami."
"A.. apa yang terjadi..?? "
"Sudah dua hari kamu tidak sadarkan diri. "
"Tidak sadarkan diri..!? "
Seketika aku teringat akan partnerku, Michelle. Didalam unit kesehatan tersebut aku tidak melihat Michelle sedang dirawat.
"Di.. dimana... dimana Michelle..!! "
"Axell... tapi dia.. "
Balas Chris sembari sedikit menundukkan kepalanya. Ucapannya terdengar penuh akan kesedihan.
"Tidak..!! Apa yang terjadi...!!"
Setelah mendengar ucapan Chris akupun lantas segera bangkit dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar Michelle dan meninggalkan Chris sendirian.
"Axell...kau belum pulih sepenuhnya. "
Aku tidak perduli..!! Meski seluruh tubuhku terasa sakit. Meski kepalaku sangat pusing.
Aku tidak perduli..!! Aku hanya ingin memastikan keadaannya.
"Apabila ia tidak ada di unit kesehatan berarti dia sudah pulih dan berada sedang berada dikamarnya. "
Ucapku didalam hati sembari tetap berjalan menuju kamarnya.
Aku hanya ingin memastikan ia baik-baik saja. Langkah kakiku seakan-akan sangat berat. Pikiranku benar-benar kacau.
Ketika aku berada didepan kamarnya, bukannya Michelle yang aku lihat melainkan Drico yang terlihat sedang menata barang-barang Michelle.
"Dri.. Drico.. dimana dia..? Dimana partnerku."
Ucapku perlahan.
Mendengar ucapanku Drico berhenti menata barang-barang Michelle dan kemudian memandangku dengan wajah datar, sama seperti pertama kali kami bertemu.
"Dia sudah pergi. "
Mendengar jawaban Drico tersebut seketika aku teringat kembali akan mimpi aneh yang aku alami sebelumnya.
.
.
.
JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI..!!
.
.
.
TIDAK APA-APA. AKU YAKIN KAMU AKAN BAIK-BAIK SAJA...
.
.
.
Apakah ia benar-benar pergi meninggalkanku? Apa ia sudah tidak perduli lagi denganku..??
"Apakah semua ini salahku..??"
"Apa karena diriku, dia pergi..??
"Kalau dia benar-benar pergi..!! Lalu kapan ia akan kembali..?? "
"Kumohon Drico. Jawab pertanyaanku..!! "
Semua pertanyaanku tidak satupun Drico jawab. Ia kembali memalingkan wajahnya dan kemudian melanjutkan menata barang-barang Michelle kembali.
Aku yang tidak puas dengan hanya didiamkan saja memberanikan diri mendekati Drico. Ketika aku tepat berada disampingnya. Aku melihat mata menatap tajam, seakan-akan pernah merasakan hal yang serupa.
"Maaf, tapi dia akan pernah kembali lagi. "
Mendengar ucapan Drico membuatku sangat terkejut.
"Tidak akan pernah kembali..?? Apa maksudmu..??!! "
"Aku tekankan kembali, nak! Partnermu sudah tiada."
Kata Drico sembari tetap melanjutkan menata barang Michelle.
"A.. apakah ini salahku? Apa karena aku dia telah tiada? "
Mendengar itu Drico berhenti menata barang, kemudian menatapku. Kedua matanya menatapku tajam.
"Kamu salah! Ini bukan salahmu! Kepergian partnermu adalah resiko yang harus ditanggung ketika dia menjadi pilot M.E.C.H.A. "
Pikiranku kacau. Hatiku tidak puas dengan semua jawaban yang aku terima. Ada sesuatu yang mengganjal didalam diriku.
__ADS_1
"Pak! Se.. sejak awal anda pasti tahu akan hal ini, bukan? Tapi.. tapi mengapa anda tidak memberitahu kami bahwa ada resiko yang harus kami tanggung!! "