
Ada sesuatu yang hilang dari hidupku
.
.
.
Tapi apa?
.
.
.
Apa yang hilang?
.
.
.
Sesuatu yang mungkin saja direnggut dariku
.
.
.
Aku tidak dapat mengingatnya!
...
"Simulasi bisa dimulai! "
Perintah Drico dari ruang kendali.
"Baiklah! Aku akan benar-benar menghajarmu Axell! "
M.E.C.H.A milik Albert menerjang langsung ke arah M.E.C.H.A milikku dengan kecepatan penuh.
"Sial! Mereka berusaha mendorong M.E.C.H.A kami keluar arena! "
Ucapku didalam hati.
M.E.C.H.A milik Albert menambah kekuatan dorongnya dengan menggunakan jet pendorong.
__ADS_1
Dilain sisi M.E.C.H.A milikku juga menggunakan jet pendorong untuk menahan dorongan yang diterima.
Kedua tangan M.E.C.H.A milik Albert saling disilangkan didepan kokpit, mungkin saja untuk melindungi kaca kokpit miliknya ketika bertabrakan.
Hal itu sebenarnya sedikit menguntukan kami karena ketika kami saling mendorong, kedua tangan M.E.C.H.A miliknya benar-benar terhimpit diantara kedua badan M.E.C.H.A.
Kedua tangan M.E.C.H.A milik Albert sedang terkunci dan itu merupakan kesalahan fatal.
Tanpa adanya tangan yang leluasa maka serangan balasan dari lawan benar-benar terbuka.
"Michelle! Kita tidak bisa terus seperti ini! "
"La.. lalu harus bagaimana? "
"Kerahkan kemampuanmu! Kita akan mengangkat M.E.C.H.A mereka! "
M.E.C.H.A milik Albert benar-benar hanya bergantung pada jet pendorong. Sebaliknya dengan kami, M.E.C.H.A kami masih memiliki dua tangan yang leluasa.
"Hyah...!! "
...
"Mereka mencoba mengangkatnya? "
Semua orang yang menonton pertandingan kami tidak terkecuali Drico terkejut akan hal yang aku dan Michelle lakukan.
"Ax.. Axell.. mereka sudah terangkat! Apa selanjutnya?"
"Banting! Banting M.E.C.H.A mereka ke belakang! "
BRUAK!!...
Yang tadinya jarak antara garis arena dengan M.E.C.H.A kami berdua sangat dengan kini berpindah posisi dengan M.E.C.H.A milik Albert. Tinggal mendorongnya sedikit sajat mungkin kita bisa memenangkan babak pertama.
Namun apabila mereka melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan maka kami akan benar-benar tamat.
...
Simulasi pertempuran sendiri terdiri dari 2 babak. Apabila salah satu M.E.C.H.A berhasil mendorong keluar musuhnya dua babak berturut-turut maka ia akan keluar sebagai pemenang.
Namun apabila keduanya seri maka akan diberi satu babak tambahan atau babak "final"
...
"Sialan! Sialan! Beraninya mereka membantingku! "
Albert berhasil membuat M.E.C.H.A miliknya berdiri kembali. Kedua kaki M.E.C.H.A nya sedikit ditekuk seperti mengambil kuda-kuda.
Begitu pula dengan kedua tanga M.E.C.H.A nya juga diangkat seakan-akan siap menerima serangan.
__ADS_1
"Baik Michelle, kita lancarkan rencana kita! "
"O... okay.. "
"Gunakan jet pendorong! Kita akan melesat dengan kecepatan penuh! "
Aku mengaktifkan kembali jet pendorong M.E.C.H.A kami. M.E.C.H.A kami melesat dengan cepat ke arah Albert.
Hal yang kami lakukan sebenarnya hampir sama seperti yang Albert dan pasanganya lakukan sebelumnya, yaitu ingin mendorong lawan keluar arena dengan jet pendorong.
Tapi bedanya kami sudah memiliki rencana...
.
.
.
Kesalahan yang Albert lakukan...
.
.
.
Tidak akan kami tiru!
...
M.E.C.H.A ku dengan Michelle melesat dengan kecepatan penuh.
"Mereka mencoba strategiku? Baiklah aku sudah siap! "
Ucap Albert dengan nada serius.
Sama seperti yang kami lakukan, Albert juga mengaktifkan jet pendorong miliknya sehingga M.E.C.H.A ku dengan Albert benar-benar akan bertabrakan dengan kecepatan penuh.
"Sekarang! Michelle!"
"Ba.. baik!"
.
.
.
"Kau terkecoh? Albert? "
__ADS_1