
"Siapa gadis ini sebenarnya? "
Gadis tersebut memakai seragam yang berbeda dengan seragam yang kami kenakkan.
Seragam tersebut nampak lebih megah dengan beberapa rumbai dibagian bahunya. Tepat di bagian lengan seragan tersebut terdapat semacam logo burung elang dengan sepucuk senjata dicengkramannya.
"P.. prajurit Elite?! "
Ucap salah seorang pilot sembari mengamati logo diseragam gadis tersebut.
Mendengar ucapan pilot tersebut Drico menaggapinya dengan menjawab,
"Benar! Code 002 adalah seorang pilot prajurit Elite. Code 002 secara khusus diminta oleh Dr. Zen untuk bertugas di barlum 09"
...
"Sekian, semua pilot dipersilahkan bubar. "
Perintah Drico diikuti oleh para pilot yang kembali kekamar mereka masing-masing.
Dilain sisi gadis tersebut berjalan mengikuti Drico menuju ke kantornya.
"Jadi gadis ini adalah partnerku nantinya? Tapi, apa pula untungnya punya partner untuk saat ini? Untuk sementara waktu aku tak diperbolehkan memiloti M.E.C.H.A."
Ucapku didalam hati sembari berjalan kembali kekamarku.
"Tapi, untuk apa Dr. Zen meminta seorang prajurit Elite untuk bergabung ke unit barlum 09? Aku rasa ada yang aneh tentang ini. Sebaiknya aku tanya langsung saja pada gadis itu. "
Akupun lantas tidak kembali kekamarku dan berniat untuk mencari gadis tersebut. Aku pergi ke kantor Drico, namun tidak mendapatkan gadis tersebut. Alhasil aku mencari disetiap ruangan di Barlum, namun tetap saja tidak dapat ketemukan.
Sampai ketika aku berjalan didepan disebuah ruangan yang dijadikan gudang. Pintunya terbuka sedikit seakan memanggilku untuk menengok Kedalam.
__ADS_1
Aku membuka pintu tersebut untuk sekedar melihat kedalam gudang tersebut. Didalam ruangan tersebut hanya diterangi cahaya remang-remang. Diujung ruangan terdapat seorang gadis yang sedang melihat kearah sebuah lukisan.
Didalam lukisan tersebut tergambar suasana pedesaan. Hamparan sawah, beberapa orang sedang membajak sawah, dan nampak sebuah gunung menjulang dilatar belakangnya.
"Sungguh indah, bukan? "
Ucap gadis tersebut.
Gadis tersebut kini tidak lagi memakai seragam yang ia pakai sebelumnya. Kini ia memakai seragam yang sama persis seperti yang kami, para pilot barlum 09 kenakkan saat ini.
"Kau benar. Aku pernah mendengar kalau ini adalah gambaran bumi 5000 tahun yang lalu." Balasku.
"5000 tahun yang lalu, ya? Bumi 5000 tahun yang lalu benar-benar damai, ya? Tanpa adanya gangguan Ignity. "
Ucap gadis tersebut sembari membalik badannya kearahku.
"Aku dengar kamu praju... "
Ucap gadis tersebut memotong perkataanku.
"Eh..!? Namaku..?! "
"Iya, siapa namamu? "
"Axell. Ya, namaku Axell. Bagaimana denganmu? Siapa namamu? "
Mendengar ucapanku gadis tersebut nampak memegang dagunya seakan-akan sedang berpikir keras.
"A.. ada apa..?? "
"Tidak. Hanya saja aku rasa pernah melakukan dialog yang sama dengan seseorang. Tapi aku tidak dapat mengingatnya. "
__ADS_1
Ucap gadis tersebut.
"Namaku Olivia, salam kenal, ya?"
"Aku dengar kamu baru saja kehilangan partnermu? Apa itu benar? "
Lanjut gadis tersebut.
"Iya itu benar. "
"Aku juga kehilangan partnerku beberapa bulan lalu. "
"Apa karena hal ini dia dipindahkan ke unit barlum 09? Tapi dia kehilangan partnernya beberapa bulan yang lalu. Mengapa baru sekarang ia dipindahkan?"
Ucapku didalam hati.
...
"Code 001 dan Code 002 dimohon untuk segera ke ruangan simulasi untuk mencoba menggabungkan kesadaran. "
Ucap seseorang melalui speaker pengunguman.
"Lebih baik kita segera kesana. Aku tidak mau mendapat masalah dengan Drico. "
Ucapku sembari berjalan keluar ruangan tersebut.
Gadis tersebut menahanku dengan memegang bagian lengan seragam yang aku kenakkan.
"Aku tidak tahu dimana itu. "
Ucap gadis tersebut perlahan.
__ADS_1