
Axell..!!
.
.
.
Axell..!!
.
.
.
Jangan lupakan aku..!!
.
.
.
Jangan lupakan janji kita..!!
.
.
.
Dimanapun kamu berada.
.
.
.
Kita pasti akan bertemu lagi..!!
.
.
.
Jangan biarkan siapapun...
.
.
.
Menghalangi...
.
.
.
Kebebasan yang kita impikan..!!
.
__ADS_1
.
.
Axell..
.
.
.
Kita.
.
.
.
Pasti.
.
.
.
Akan.
.
.
.
...
Sama dengan pertempuran sebelumnya. Penggabungan kesadaran serta peluncuran M.E.C.H.A ke dunia luar sukses dengan sempurna.
Dunia luar. Dunia yang berada diluar dinding dimana manusia berlindung dari Ignity. Tempat yang benar-benar berbahaya.
Tempat dimana manusia dulu membangun peradaban. Mencari uang untuk makan. Tempat yang manusia tinggali untuk bertahan hidup.
Kini semuanya telah sirna semenjak para Ignity bermunculan. Menghacurkan apapun yang telah manusia bangun. Merenggut apapun yang telah manusia ciptakan.
Akibat para Ignity, tanah yang berada dipermukaan sudah tidak dapat ditanami apapun. Menyisakan tanah tandus nan kering.
Laut, sungai, maupun danau telah menguap yang membuat air menjadi salah satu hal yang sangat langkah pada saat ini.
Selain hal tersebut, akibat tidak ada tumbuhan sama sekali membuat suhu pada bumi sangat panas sehingga siapapun yang berani keluar dari tembok tanpa menggunakan M.E.C.H.A pasti sudah terbakar hidup-hidup.
Berbeda halnya dengan kehidupan yang dibangun didalam tembok. Bagian bawah dari daerah yang kami tinggali tersebut telah ditanam barrier untuk mencegah Ignity bermuculan didalam tembok.
Para ilmuwan juga telah berhasil memodifikasi suhu didalam tembok sehingga aman bagi manusia untuk melangsungkan kehidupannya.
Namun hal tersebut belum menjadi jaminan bahwa manusia benar-benar aman didunia ini. Karena ancaman yang lebih besar selalu datang.
Tanpa adanya M.E.C.H.A yang memperjuangkan kehidupan manusia sudah dipastikan bahwa manusia pasti sudah punah puluhan tahun yang lalu.
...
Dua buah Ignity kelas Vreno dengan tinggi sekitar 30 meter kembali menyerang tembok bagian barlum 09.
Sudah menjadi kewajiban bagi pilot serta parternya untuk mencegah kebobolan tembok akibat Ignity tersebut.
"Baik! Semuanya kita lakukan sesuai rencana!"
__ADS_1
Ucap Chris.
Ironbeast mengambil posisi untuk menembakan meriam raksasa miliknya.
Dilain sisi kedua Ignity tersebut berada dalam bentuk bola sehingga keduanya menggelinding dengan kecepatan tinggi.
"Aku akan mengincar daerah diantara mereka! Dengan begitu keduanya dapat meledak sekaligus. "
Kata Chris dengan percaya diri.
"Bersiap Menembak! "
"Tembak!"
BOOM...!!
Meriam kembali Ironbeast tembakan. Dentuman kencang kembali terdengar.
"Ironbeast! Ada apa dengan kalian! "
Ucap Albert panik.
Seusai menembakan peluru meriam tersebut tiba-tiba M.E.C.H.A yang Chris kendalikan kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
"Kami kehilangan kendali atas M.E.C.H.A kami! "
"Chris! Apa yang kamu ucapkan? "
"Ini Ironbeast! Kami kehilangan kendali M.E.C.H.A kami! "
...
[Ruang Pusat]
"Komandan Drico! Status penggabungan milik Ironbeast terputus! "
Ucap salah satu petugas di ruang tersebut dengan nada panik.
"Jangan-jangan! "
"Komandan! Kau harus melihat ini! "
Kata salah satu petugas sembari menunjukkan hologram kepada Drico.
"Terkonfirmasi! Ignity kelas Gdar dengan tinggi 150 meter! "
"Sialan! Tarik mundur semua unit M.E.C.H.A!"
...
"Ini pusat! Seluruh unit M.E.C.H.A segera mundur! "
"Negative! Ironbeast sedang berada dalam keaadan lumpuh! Kami tidak bisa meninggalkannya begitu saja! "
Secara mengejutkan semacam rantai raksasa tiba-tiba keluar dari bawah tanah. Ujung rantai tersebut terdapat ujung lancip.
Ujung tersebut berhasil menancap ke bagian dada dari Ironbeast.
Di kejauhan nampak retakan tanah yang sangat besar. Dari dalam retakan tersebut muncul semacam kaki dengan ukuran yang sangat besar.
"I.. ignty..?? Ukuranya... besar sekali..!! "
Kaki tersebut mencoba merangkak keluar dari retakan tersebut. Badan Ignity raksasa mulai terlihat. Pangkal dari rantai raksasa tersebut berada tepat dibagian badan Ignity tersebut.
Tiba-tiba rantai tersebut menarik Ironbeast kearah Ingity kelas Gdar tersebut. Dilain sisi Ironbeast masih belum mendapatkan kendalinya kembali.
"A... apa yang harus kita lakukan..!?? "
__ADS_1