Between Love & Enemy

Between Love & Enemy
022 ~ Satu Digit Setelahku.


__ADS_3

Axell


.


.


.


Kamu ingin keluar dari sini, bukan?


.


.


.


Aku bisa kok bantu kamu


.


.


.


Aku juga ingin keluar dari tempat ini


.


.


.


Bebas


.


.


.


Terbang bebas


.


.

__ADS_1


.


Pasti menyenangkan, bukan?


...


"Mengapa.. mengapa?"


Aku merasa sangat tidak puas akan pembicaraan yang kulakukan dengan Drico. Aku tidak tahu apabila para pilot M.E.C.H.A memiliki resiko yang sangat berat.


Mendengar ucapanku Drico nampak sedikit terkejut. Tanpa mengucapkan satu katapun Drico pergi meninggalkanku sembari membawa barang Michelle ditangannya.


"Tunggu! Sebenarnya, mengapa kami harus menjadi pilot M.E.C.H.A?"


Mendengar ucapanku Drico lantas berhenti. Tanpa membalik badannya, iapun menjawab


"Untuk meraih kebebasan. "


"Lalu mengapa? Mengapa kami harus menanggung resiko seperti itu? "


"Seekor burung yang ingin terbang bebas harus berani jatuh apabila ia berhenti mengepakan sayapnya. "


Mendengar jawaban dari Drico membuatku teringat akan beberapa kenangan yang pernah aku alami ketika melakukan penggabungan kesadaran.


Seorang gadis yang memberiku kalung dengan ujung seekor burung yang tidak utuh dan mengatakan bahwa kami berdua akan pergi, mencari kebebasan bersama.


Perintah Drico.


Drico lantas melanjutkan langkahnya, meninggalkan aku sendiri dengan hati yang penuh akan pertanyaan yang belum terjawab.


...


(Kantor Drico)


Drico tengah berbincang-bincang dengan Dr. Zen melalui sambungan telepon seusai meringkas barang-barang Michelle.


"Halo? Drico? "


"Dr. Zen, ada yang ingin aku tanyakan."


"Tanya apa saja, lagipula aku sedang senggang. "


"Anda pernah mengatakan bahwa anak-anak itu tidak akan pernah bersedih apabila kehilangan rekannya, bukan? "


"Iya benar. Lalu ada apa? "

__ADS_1


"Kelihatannya salah satu dari mereka tidak demikian, Dr."


"Apa ini mengenai Code 001?"


Mendengar balasan dari Dr. Zen. membuat Drico sedikit terkejut.


"Ba.. bagaimana anda tahu? "


"Ahh.. masa anda lupa akan hal ini? Code 001 adalah anak yang spesial."


"Spesial? "


"Singkatnya Code 001 berbeda dengan rekan-rekannya yang lain. "


...


Seminggu telah berlalu. Dalam seminggu ini pula tidak ada Ignity yang menyerang. Dikarenakan kehilangan partner dan M.E.C.H.A maka untuk sementara waktu aku dibebas tugaskan.


Di lain sisi aku dan rekan-rekan yang lain tetap menjalani latihan fisik. Namun dalam latihan penggabungan kesadaran aku dibebaskan, mengingat aku telah kehilangan partnerku.


Dalam seminggu ini entah mengapa hidupku seakan-akan sangat hampa. Aku jarang berbicara dengan rekan-rekanku yang lain.


"Arghh.. harus sampai kapan aku merasa galau seperti ini!! "


Setiap malam aku selalu bermimpi akan gadis yang selalu muncul ketika menjalani penggabungan kesadaran. Beberapa kejadian yang belum pernah aku lihat sebelumnya juga rasakan didalam mimpi.


Tapi sampai saat inipun aku masih belum tahu siapa sebernya gadis tersebut. Ketika aku mencoba bertanya kepada rekan-rekanku mereka malah menjawab bahwa aku terlalu memikirkan partnerku yang telah tiada.


...


SEMUA PILOT DIHARAPKAN UNTUK BERKUMPUL! TERMASUK CODE 001.


"Cih! Ada apa lagi ini. Padahal aku sudah tidak bisa bertempur. "


Dengan segera aku mengenakan seragam pilotku dan bergegas ke aula M.E.C.H.A, tempat biasa kami berkumpul sebelum melakukan pertempuran.


...


Semua pilot nampak saling memandang satu dengan lainnya dan melontarkan pertanyaan yang sama.


"Dia siapa? "


Seorang gadis berdiri disamping Drico. Rambutnya hitam legam terurai. Matanya biru bagaikan berlian. Ketika aku melihatnya tiba-tiba terlintas kenangan yang selalu aku alami.


"Perkenalkan, dia akan menjadi rekan kalian mulai saat ini. Code 002!"

__ADS_1


Ucap Drico dengan lantang.


"Ga.. gadis ini! Punya satu digit setelah ku! Siapa dia sebenarnya?! "


__ADS_2