Between Love & Enemy

Between Love & Enemy
006 ~ Kawan atau Lawan.


__ADS_3

Latihan penggabungan kesadaran sudah kami jalani. Tidak kusangka aku dan Michelle mendapatkan tingkat teratas dan menyentuh kata "sempurna".


Dilain sisi semua pilot yang ada juga sudah berhasil. Mereka sungguh fokus dalam menjalani latihan tersebut. Semua orang bergembira kecuali Albert.


Ia nampak murung, raut wajahnya sungguh masam. Albert sangat tidak menyukai fakta bahwa dirinya dikalahkan aku saat latihan penggabungan kesadaran.


"Baiklah kalian semua sudah berjuang keras, beristirahatlah. Dua hari lagi kita akan menjalankan simulasi pertempuran! "


"Siap! "


Setelah menjalankan latihan penggabungan kesadaran saatnya kami para pilot untuk naik ke level selanjutnya yaitu simulasi pertempuran.


Disini seorang pilot dengan partnernya akan diperintahkan untuk mengendalikan semacam M.E.C.H.A khusus yang memang digunakan untuk berlatih.


Pada simulasi pertempuran seorang pilot dengan partnernya akan ditandingkan dengan pilot lainnya.


Yah...


Aku rasa Albert akan mencoba menghajarku habis-habisan pada simulasi itu nanti. Dilihat dari raut wajahnya saja sudah terlihat. Tidak ada kata ampun lagi pastinya.


...


"Latihan penggabungan kesadaran tadi cukup melelahkan. "


Kataku didalam hati sambil beristirahat dikasur.


"Tapi gadis itu kembali lagi. Sampai sekarang aku masih belum tahu siapa dia sebenarnya. "


[Pintu Terbuka]


"Eh..! Siapa ini yang masuk! "


Seseorang masuk kedalam kamarku tanpa mengetuk atau mengucap salam terlebih dahulu. Kedatangannya membuat diriku terkejut dan sadar dari lamunanku.


"Jangan sombong kamu! Mentang-mentang dapat tingkat sempurna saja sudah belagu. "


Ucap Albert dengan nada sedikit membentak.


"Ehh... kamu kenapa nih? Datang-datang sudah seperti itu. "


"Tentu saja aku tidak terima! Kamu pasti main curang dengan Drico! Mana mungkin ada pilot yang mampu meraih tingkat sempurna!"


...


Apa yang dikatakan Albert sebenarnya tidak salah. Satu-satunya pilot yang mencapai tingkat sempurna hanya aku dan partnerku.


Selama ini kebanyakan pilot hanya mampu mendapat tingkat sekitar 98% dan itu sudah terbilang sangat luar biasa.


Namun untuk pilot yang mendapat tingkat 100% atau "sempurna" yang tercatat pertama kali dan satu-satunya hanya aku dengan Michelle.


Waktu itu aku juga berpikir dan bertanya-tanya "Apakah ini kemampuan spesial yang hanya dimiliki seseorang dengan code 001?"


Namun semua ini masih rancu dan perlu bukti yang lebih banyak lagi. Mendapatkan tingkat sempurna pada sekali latihan mungkin saja hanya keberuntungan semata.


Toh, buktinya pada latihan penggabungan yang pertama kali, aku dengan partnerku malahan gagal.

__ADS_1


...


"Aku tidak bisa terima ini! Tidak bisa! "


Menurutku sikap Albert apabila tetap seperti ini bakalan menyusahkan. Sebuah tim tidak akan dapat berdiri kokoh apabila terdapat salah satu anggotanya yang tidak mau mengalah.


"Eh.. ya maaf.. itu hanya keberuntungan saja. hehe.. "


Aku pikir dengan mengatakan hal itu dapat sedikit meredahkan emosi Albert, namun tetap saja ia bersih keras untuk tidak mau kalah.


Entah apa yang melandasi sikap menang sendirinya.


"Keberuntungan katamu? Lihat saja pada simulasi pertempuran, apakah keberuntunganmu bisa menyelamatkanmu lagi? "


Ucap Albert sembari berjalan keluar dari kamarku.


Ini dia!


Layaknya ultimatum yang sudah dinyatakan.


Sebuah pertanda yang akan memulai suatu peperangan.


Aku sudah yakin bahwa Albert akan mengatakan itu padaku.


Hatiku tidak tenang...


Disatu sisi aku ingin memperlihatkan kemampuan bertarungku.


Disisi lain aku tidak ingin membuat Albert semakin menyimpan emosi...


.


.


.


Apa yang harus aku lakukan?


.


.


.


Apa aku harus menyerah saja kepada Albert?


.


.


.


Atau..


.

__ADS_1


.


.


Aku menunjukkan kemampuanku sepenuhnya? "


...


Yah...


Mungkin lebih baik tidak usah memperpanjang masalah dengan Albert.


Pada saat simulasi nanti aku menyerah sajalah..


.


.


.


TIDAK!


.


.


.


Kau Bodoh!


.


.


.


Apa kau yakin dengan hal itu dia akan berhenti?


.


.


.


Kamu harus menujukkan siapa dirimu sebenarnya!


Kamu harus berjuang!


Menyerah bukanlah pilihan!


"Lihat saja Albert! "


Kali ini aku pastikan bukan keberuntungan yang akan membantuku!


Melainkan diriku sendiri yang akan membantuku!

__ADS_1


"Akan aku tunjukkan kemampuanku! "


__ADS_2