Between Love & Enemy

Between Love & Enemy
003 ~ Kenangan.


__ADS_3

Setelah mendapat pengarahan dari pimpinan kami, Drico. Kami diminta saling berkenalan dan mencari partner pilot.


Semua orang terlihat sangat antusias, kita mulai berkenalan satu dengan yang lain serta saling meminta untuk menjadi partner.


Aku mencoba untuk meminta seseorang untuk menjadi partnerku, namun semua orang menolak dan menghindariku.


.


.


.


Apa?


.


.


.


Apa yang salah denganku!?


.


.


.


Bukankah aku sama seperti kalian?


...


Aku duduk disebuah bangku, memandang ke arah teman-temanku yang sudah mendapatkan partnernya masing-masing.


Beberapa kali aku bertanya didalam hati.


"Mengapa mereka bersikap dingin padaku? "


Tiba-tiba seorang gadis datang menghapiriku. Wajahnya sedikit memerah, kepalanya menunduk.


"a.. anu.. maukah kamu jadi partnerku? "


Suaranya yang manis memecah lamunanku.


Akhirnya ada seseorang yang mau menerimaku sebagai partnernya.


Namun jauh dihatiku berkata bahwa gadis ini tidak sepenuhnya menerimaku. Ia mau menjadi partnerku karena sudah tidak ada orang lagi yang tersisa selain diriku.

__ADS_1


Tapi aku tidak memperdulikan itu saat ini. Dengan segera aku mengatakan.


"Baiklah.. Salam kenal ya.. Namaku Axell. "


"ehh... iya.. namaku Michelle... "


Balasnya sambil menjabat tanganku.


Dari momen inilah aku memimpikan diriku menjadi pilot yang terbaik yang pernah ada.


Berminggu-minggu kami berada diBarlum, mendapatkan pelatihan dan pengajaran.


M.E.C.H.A dan juga ignity juga sudah aku pahami. Aku baru sadar bahwa Ignity memiliki kelasnya masing-masing sesuai dengan tinggi mereka. Semakin tinggi dan besar tubuh mereka semakin besar pula efek kehancuran yang ditimbulkan.


Kelas Vreno : 30 hingga 45 meter


Kelas Erock : 46 hingga 80 meter


Kelas Gdar. : 81 hingga 150 meter


Dan kelas terakhir dan yang paling berbahaya adalah


Kelas Laghum : 151 hingga 500 meter


Setiap pengajaran selesai, Drico selalu mengatakan bahwa kami dapat melihat Myorta setelah membunuh banyak Ignity.


Semua orang bertanya satu dengan lainnya. Ada yang bilang bahwa itu tempat para dewa, ada pula yang mengatakan bahwa itu tempat para leluhur.


Semua orang sangat penasaran dan terpancing dengan perkataan Drico, namun tidak untukku. Bagiku semua perkataan Drico hanyalah pancingan agar kami mau berlatih giat dengan iming-iming dapat melihat Myorta setelah membunuh banyak Ignity.


...


Sudah sekitar 2 bulan kami mendapatkan pengajaran serta materi mendasar. Kini saatnya kami melakukan latihan penggabungan kesadaran.


Kesadaraan dua orang pilot didalam kokpit haruslah seimbang, kesalahan sekecil apapun dapat mengakibatkan kerusakan otak pada salah satu pilot.


"Michelle, ayo kita berjuang! "


"Iya! "


"Semua unit bersiap untuk melakukan latihan penggabungan kesadaran. "


3..


2..


1..

__ADS_1


Start...


...


Selama proses penggabungan aku melihat sebuah kenangan. Aku berada disebuah ruangan dengan seorang gadis disampingku.


"Axell... kami jangan sampai lupa dengan janji kita ya.. "


"Siapa? "


"Siapa gadis ini? "


Gadis itu memberikan kalung dengan ujung berbentuk burung. Sangat indah dan berkilauan.


"Pakai ini supaya kamu selalu ingat denganku"


"Kamu... "


"Kamu siapa...?? "


"Aku tidak pernah ingat akan hal..."


"Kita pasti akan bertemu lagi, Ax.... "


...


Peringatan...


Peringatan...


Kerusakan sistem... kerusakan sistem...


"Hentikan! Cepat sudahi! "


Teriak Drico.


Drico nampak panik, ia menghentikan seluruh latihan penggabungan kesadaran kami.


Ketika aku terbangun aku sudah berada didalam fasilitas kesehatan Barlum. Aku terbaring disebuah ranjang dengan sebuah perban dikepalaku, kepalaku sangat pening, dunia seakan berputar sangat kencang.


Ketika aku menengok ke arah samping, terdapat Michelle sedang terbaring. Terdapat sebuah perban dikepalanya.


Aku sangat merasa berasalah. Semua ini tidak akan terjadi apabila aku dapat lebih konsentrasi saat penggabungan kesadaraan tadi.


Dalam rasa penyesalan, terbesit pertanyaan didalam hatiku.


"Siapa gadis didalam kenanganku? "

__ADS_1


"Aku tidak pernah mengingatnya. "


__ADS_2