
Ka... kalung?
.
.
.
Iya..
.
.
.
Ke.. kenapa?
.
.
.
Apanya kenapa..?
.
.
.
Ujungnya.
.
.
.
Kenapa hanya separuh?
.
.
.
Karena separuh lagi diaku..
.
.
.
A.. aku tidak mengerti..
.
.
.
Kamu ingin terbang melihat dunia, kan?
.
.
.
Kalau ujungnya digabungkan akan membentuk burung sempurna.
.
.
.
Ha? Aku tetap tak mengerti.
.
.
.
Aku yakin kalau kita selalu bersama...
.
.
.
Kita...
.
.
.
Pasti bisa..
.
.
.
Terbang bebas melihat dunia..
.
.
.
Benarkan, Axell?
...
BOOM..!!!
Sebuah dentuman keras berasal dari meriam yang Ironbeast tembakan. Dikejauhan ledakan besar juga terlihat.
Akibat dari ledakan tersebut membuat debu dan pasir berhamburan sehingga menghilangkan pandangan kami.
"Apa kita? Apa kita berhasil? "
__ADS_1
"Tidak! Target bergerak dengan cepat menuju kalian! "
Ucap Drico melalui sambungan radio
"Sial! Pandangan kami hilang! "
"Tepat 100 meter didepan kalian! "
Teriak Drico.
"Behemoth! Gunakan perisaimu! Lindungi kami! "
"Iya.. iya kami tahu kok! "
Ucap Jonathan.
Behemoth, M.E.C.H.A yang Jonathan dan Vero kendalikan. Dengan lapisan armor yang tebal dan dilengkapi sebuah perisai, M.E.C.H.A tersebut memang didesain untuk melindungi tim.
Behemoth dengan segera berjalan ke depan tim kemudian membuka perisainya. Tangan dan kaki Behemoth sudah mengambil kuda-kuda untuk bersiap menerima serangan.
"Ignity bergerak cepat kearah kalian! Bersiaplah! "
Ucap Drico.
"Dimengerti! "
Ignity tersebut menekuk ke enam kakinya sehingga nampak seperti sebuah bola utuh. Ignity tersebut mengelinding dengan cepat keluar dari debu dan asap yang berhamburan.
Ketika tepat berada didepan perisai Behemoth, Ignity tersebut berhenti mengelinding. Membuka kembali ke enam kakinya sehingga kembali kebentuk sebelumnya.
"Berhenti?! Apa yang Ignity ini lakukan! "
Tim M.E.C.H.A kami memandang Ignity tersebut dengan kebingungan. Sementara itu Ironbeast mencoba untuk mengisi ulang meriamnya.
Tak lama kemudian Ignity tersebut melipat kembali ke enam kakinya sehingga berbentuk bola kembali dan dengan segera meninggalkan kami.
"Hei apa yang...! "
Ucap Albert heran.
"Tenang Albert. Aku sudah menguncinya! "
Balas Chris.
"Mengisi daya! "
10%
.
.
30%
.
.
50%
.
.
"Cih! Tidak akan sempat! "
Ucap Albert.
Albert memacu Hellbringer, M.E.C.H.A nya dengan kecepatan penuh untuk mengejar Ignity tersebut.
Namun disisi lain senjata yang Hellbringer gunakan merupakan dua buah pisau raksasa yang melekat pada kedua tanganya.
Dengan kata lain M.E.C.H.A miliknya bertipe jarak dekat sehingga Albert harus benar-benar dekat dengan target untuk membunuhnya.
"Hentikan pengisian daya meriam! Albert apa yang kau lakukan! "
Ucap Chris panik.
"Tenang saja! Dengan kecepatan yang Hellbringer miliki kami pasti bisa membunuhnya! "
Balas Albert.
Beradu kecepatan dengan Hellbringer, Ignity tersebut bukan lawan yang sebanding. Dengan bantuan delapan jet pendorong dan armor yang ringan Hellbringer mampu melesat dengan kecepatan yang benar-benar cepat.
Hellbringer mencoba untuk menusuk Ignity tersebut dengan senjatanya. Ketika jarak antara pisau Hellbringer dengan Ignity tersebut sudah sangat dekat.
Ignity tersebut lantas menghindari serangan Hellbringer dengan cara melompat kearah tubuh Hellbringer.
"Apa yang dia lakukan!? "
Ucap Albert panik.
Selain mampu bergerak dengan cepat, kemampuan Ignity tersebut adalah mampu meledakan diri. Satu-satunya cara untuk membunuh Ignity tersebut adalah dengan menembaknya dari jarak jauh.
"Sial! Sial! Albert! Kau menyusahkan saja! "
Ucap Chris dengan nada kesal.
Meriam milik Ironbeast tidak dapat digunakan karena apabila meriam tersebut ditembakan maka Hellbringer juga akan ikut meledak.
Juggernaut sendiri masih membutuhkan waktu untuk mengisi daya dari senapan miliknya.
Sedangkan Behemoth tidak dilengkapi persenjatan jarak jauh.
Maka satu-satunya M.E.C.H.A yang bisa menyelamatkan Hellbringer adalah Bigboy, M.E.C.H.A miliku.
.
.
.
Benar..!
.
.
.
Tangan kiri Bigboy merupakan senapan mesin.
.
.
.
Yang perlu aku lakukan adalah fokus.
.
__ADS_1
.
.
Fokus..!!
.
.
.
Tembak Ignitynya!
.
.
.
Satu buah peluru saja meleset maka Hellbringer akan menerima dampaknya.
.
.
.
Armor ringan milik Hellbringer sudah pasti tidak mampu menahan peluru raksasa yang akan aku lontarkan.
.
.
.
Fokus..!
.
.
.
Selamatkan rekanmu!
.
.
.
Kau pasti bisa! Axell!
.
.
.
Aku percaya pada diriku sendiri!
.
.
.
Aku percaya dengan Michelle!
.
.
.
Aku percaya dengan timku!
.
.
.
"Michelle, karena kita sudah menggabungkan kesadaran maka kau pasti tahu isi pikiranku, bukan? "
Ucapku.
"Te.. tentu saja.. Ayo kita lakukan! "
Balas Michelle.
Senapan mesin milik Bigboy diarahkan tepat kepada Hellbringer.
"Axell! Apa yang kau lakukan? Apakah kau akan menghabisiku? "
Ucap Albert melalui saluran radio.
"Albert! Apakah kau mempercayai timmu? "
"A.. ku... "
"Apakah kau mempercayaiku? Albert? "
"Iya..iya.. aku mempercayaimu! "
Sementara itu Ignity tersebut sudah berada tepat didepan kokpit Hellbringer. Titik merah yang berada ditubuh Ignity tersebut berkedip cepat seakan-akan mengisyaratkan akan meledak tidak lama lagi.
"Maka dari itu! Biarkan aku membantumu, rekan! "
BRRTTTT.....
Puluhan peluru raksasa Bigboy lontarkan melalui senapan mesinnya. Alhasil Ignity tersebut tumbang berceceran dan tidak berhasil meledak bersama Hellbringer.
"Ki.. kita berhasil!"
"Ya.. kita berhasil! "
"Semua unit M.E.C.H.A kembali!! "
Ucap Drico.
...
[Aula Penyimpanan M.E.C.H.A]
"A.. Axell! Te.. terima kasih! "
Ucap Albert dengan kepala sedikit menunduk.
"Tidak masalah. Lagipula kita ini satu tim. "
__ADS_1
Balasku sembari memberikan senyuman hangat.
Pada waktu itu aku sadar bahwa selain kami berhasil memenangkan pertarungan kami yang pertama, pertemananku dengan Albert juga sedikit membaik.