Between Love & Enemy

Between Love & Enemy
025 ~ Monster.


__ADS_3

Anak dengan wujud monster tersebut kembali duduk terdiam dipojok ruangan dengan menundukkan kepalanya sembari mengharapkan lelaki sebelumnya datang menemui dia.


Sama seperti hari sebelumnya, pada keesokan harinya lelaki tersebut kembali membuka ruangan tersebut. Wajah lelaki tersebut nampak memar namun semuanya itu ia coba sembunyikan dengan senyum hangat diwajahnya.


Ketika mendengar suara pintu ruangan itu terbuka anak tersebut segera berdiri dan dengan cepat menghampiri lelaki tersebut.


"Aku juga kangen denganmu, Axell. " Ujar lelaki tersebut sembari memeluk anak tersebut.


Lelaki beserta anak itu duduk disudut ruangan. Lelaki tersebut kembali mengajarkan beberapa kata kepada anak tersebut.


"Namaku Axell. Coba ikuti. " Ucap lelaki tersebut perlahan.


"Namaku Acell. Boba Ihuti. " Balas anak tersebut mencoba mengucapkan kata yang lelaki itu katakan.


Mendengar ucapan anak itu, sang lelaki terlihat senang karena anak tersebut sedikit mengalami kemajuan dari hari sebelumnya.


"Wah..bagus.. sekarang coba ikuti yang ini." Ujar sang lelaki.


Lelaki tersebut mengucapkan kalimat-kalimat pendek dengan maksud agar anak laki-laki itu mengikuti ucapannya. Namun setelah sekian kata yang lelaki itu ucapkan, anak tersebut tetap diam.


Anak tersebut terus diam dan menolak untuk mengikuti apa yang lelaki tersebut ucapkan. Anak tersebut hanya terus memandangi wajah sang lelaki yang memar.

__ADS_1


"Ahh.. luka ini, ya? Bukan apa-apa. Ini karena kemarin aku terbentur. " Ujar sang lelaki mencoba untuk menenangkan.


Sama seperti hari sebelumnya, seorang pria masuk kedalam ruangan tersebut.


"Wah.. wah.. Mengapa harus susah-susah mengajarinya secara manual, kalau kita bisa mengubah genetika dari bocah itu. " Ucap pria tersebut.


"Tidak bisakah kalian membiarkan anak ini sebentar. Sudah aku bilang kalau dia masih belum siap! " Balas lelaki itu sembari berdiri.


"Kalau begitu, bilang sendiri kepada pak kepala. Mungkin pipi kananmu juga akan memar. " Ujar pria itu sembari berjalan keluar ruangan.


Mendengar hal tersebut sang lelaki memegang pipi nya yang memar. Dengan terburu-buru sang lelaki keluar dari ruangan tersebut dan menutup kembali pintu ruangan tersebut tanpa mengucapkan satu katapun kepada anak tersebut.


...


Sang anak tersebut melihat bahwa wajah lelaki itu sudah sangat parah dan mengerti bahwa hal tersebut tidak nungkin terjadi hanya karena terbentur.


"Gi.. Gipi..?? " Ucap anak tersebut sembari menunjuk kearah pipi sang lelaki tersebut.


Karena tidak ingin membuat sang anak khawatir, lelaki tersebut menjawab, "Tidak.. tidak.. Aku terbentur lagi. Aku memang ceroboh, ya? "


"Ha.. hangan. b.. bo.. boh.. bohong.. " Balas sang anak tersebut.

__ADS_1


Ditengah-tengah perbincangan mereka berdua datanglah seorang pria. Tangan kanannya nampak telah digantikan dengan robot.


"Sudah hentikan semua ini! Kita harus segera menguji coba anak itu! Atau tidak " Ujar pria tersebut sembari mencoba menggegam tangan sang anak.


"Hentikan! Dia masih belum siap! Aku mohon, pak kepala! " Balas sang lelaki.


Karena kesal dengan sang lelaki, pria tersebut menendang lelaki tersebut sehingga jatuh tersungkur.


"Tidak kusangka mantan tentara menjadi lembek begini hanya karena seorang monster" Ujar pria itu sembari berjalan keluar ruangan tersebut dengan menggengam tangan anak tersebut.


"Dia.. dia bukan monster.. dia.. sama seperti kita. " Ucap sang lelaki dengan terbatah-batah.


Mendengar hal tersebut membuat pria itu marah besar dan kembali menghajar sang lelaki sampai babak belur.


Melihat sang lelaki dihajar membuat anak tersebut tidak tinggal diam. Anak tersebut menggigit tangan pria tersebut.


"Aww.. Dasar monster..!" Teriak pria itu kesakitan.


"A.. Axell.. bu.. bukankah.. sudah.. aku bilang.. kalau ka.. kamu tidak boleh menggigit siapapun.. ka.. kamu.. bukanlah monster! " Kata sang lelaki tersebut terbatah-batah.


Mendengar apa yang diucapkan sang lelaki. Anak tersebut seakan-akan mengerti apa yang ia dengar dan melepas gigitannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian sang lelaki tidak sadarkan diri akibat dihajar pria tersebut.


"Bagus! Turuti saja apa yang majikanmu bilang! Dasar monster! " Ujar pria itu sembari membawa anak tersebut ke ruang uji coba.


__ADS_2