
100 tahun yg lalu, di malam hari yg gelap tidak nampak bulan dan bintang, dan sunyi tiba tiba terdengar suara raungan yg sangat kencang hingga yg mendengar akan merinding ketakukan dan tak berani untuk keluar dari rumah mereka.
"GROOOOAAAAAAAAAAAAAA... " suara teriakan yg sangat menyakitkan telinga.
sementara itu disalah satu rumah penduduk desa ada seorang pria berkata pada istrinya.
"teriakan moster rubah hitam itu membuat telinga ku ingin pecah... aaargh" pria itu lalu menutup telinga nya dengan kedua tangan nya hingga rapat sekali.
"apa yg sebenarnya terjadi? kenapa moster rubah itu mengamuk seperti itu?" ucap istri pria itu yg penasaran.
"aku tidak tau, pasti ada yg membuat nya marah. jika tidak ada yg membuat nya marah pasti dia tetap tenang di atas gunung Ookii" jawab pria itu pada istri nya.
dan saat itu semua terlihat gelap gulita, hanya nampak dari kejauhan dua buah mata berwarna merah terang yg berasal dari Moster Rubah Hitam Raksasa. lalu sekilas mata rubah itu meneteskan air mata.
waktu pun telah berlalu 100 tahun, di desa yg sama tinggal lah seorang gadis berparas cantik berusia 15 tahun bernama Yuukan'na Yorra bersama ibu nya, pada saat itu ibu Yorra sedang sakit keras. Yorra pun sedang berusaha mencari tanaman obat untuk menyembuhkan ibu nya.
dipagi hari didepan pintu rumah nya Yorra sedang berdiri seperti ragu ingin masuk kedalam rumah nya, karna hatinya tak sanggup harus masuk dengan tangan hampa tanpa membawa apa pun, tiba tiba ada yg menyapa nya dari atas pohon.
"Heyyy... yorra... " suara anak laki laki penuh energik berusia 17tahun yg sedang duduk memperhatikan nya.
Yorra pun menoleh ke atas pohon dan melihat wajah anak laki laki yg tak asing baginya. "ada apa Kibishii Tora? " jawab yorra datar.
anak laki laki itu yg di sebut Kibishii Tora pun loncat dari atas pohon dan mendarat dengan lihai. "kamu masih mencari tanaman obat untuk ibu mu? " ucap Tora sambil tersenyum.
"iya, ibu ku semakin parah... aku belum bisa menemukan bunga Jinsei (bunga yg dapat menyembuhkan segala penyakit)..." ucap Yorra murung.
"aku dengar rumor dari warga desa, kalau ada bunga jinsei di atas gunung Ookii... " ucap Tora sambil melihat gunung Ookii.
"benarkah?" jawab Yorra dengan serius.
"aku belum terlalu yakin, ee...tapi dari rumor itu sih meyakinkan. " ucap Tora sambil menggaruk garuk kecil dagu nya.
Yorra pun mengepalkan tangan nya, dan meyakin kan diri. "baik lah aku akan kesana... " ucap Yorra berani.
"eee... kau serius? " tanya Tora kaget dengan dua bola mata nya yg melotot.
"ya... " ucap Yorra tegas berani, Yorra pun membuka pintu rumah nya.
"Cekreeeak" suara pintu yg dibuka Yorra.
"tapi, kamu tidak tau? ada kerajaan Moster rubah raksasa disana!... " ucap Tora dengan wajah panik.
"lalu?... " tanya Yorra dengan santai.
"moster itu suka sekali memakan manusia, dan kamu tidak tau sudah berapa banyak gadis gadis desa yg menghilang?" ucap Tora dengan merinding seluruh tubuh nya.
yorra pun menyiapkan tas jerami nya (tas jerami yg biasa ia gunakan untuk menampung hasil panen buah dan sayur)
"gadis itu menghilang belum tentu dimakan moster itu, lagian kamu memang melihat secara langsung? " tanya yorra tak yakin.
__ADS_1
"ee... ti..tidak sih... tapi waktu itu warga desa menemukan TULANG MANUSIA BERCECERAN dibawah kaki gunung IIIIIIHHHHH... " jawab Tora menakut nakuti yorra dari belakang.
yorra pun menghampiri ibu nya yg terbaring lemas tak sadarkan diri.
"aku lebih takut...bila ibu ku yg pergi meninggalkan aku... " ucap Yorra dengan pelan, sambil mencium kening ibu nya yg terbaring lemas.
sekejap, tora terdiam. karna dia menyadari betapa berarti nya ibu yorra untuk yorra.
"baiklah aku ikut... " ucap Tora dengan tegas.
"tidak... aku tidak mau melibatkan orang lain" bantah tegas Yorra membuang muka nya saat melihat tora.
"ee eeee...... ta..tapikan kamu tidak bisa pergi sendiri... " ucap Tora gelisah. dan memegang bahu yorra.
"aku bisa... aku pemberani... dan kuat" ucap Yorra sambil menunjukan otot tangan nya dan menyingkirkan pegangan tora dari bahu nya.
"ck... kamu ngomong apa sih?... " wajah Tora berubah jengkel.
Yorra pun keluar dari rumah nya di iringi tora dari belakang dan menutup pintu rumah nya.
"Cekgrek... " suara pintu rumah yorra di tutup.
"baiklah... aku pergi... " ucap yorra semangat.
tora hanya bisa diam, karna yorra sangat keras kepala. walau ia memaksa pun pasti yorra akan marah pada nya.
sesaat tora mengingat masa kecil nya saat yorra marah karna pendirian nya.
5tahun yg lalu...
"AKU BILANG AKU SAJAAAAAAAA" suara teriakan yorra yg sangat marah karna keranjang jerami nya dibawakan oleh tora.
"Boaaaagkh..." yorra pun memukul tora yg usia nya hanya 2 tahun di atas nya.
"Aaaaa.... yorra aku hanya ingin membantu mu, karna kamu masih kecil... kenapa kamu memukul ku? " tora pun mundur dan kesal sambil memegang pipi nya.
"umur ku dengan mu hanya beda 2 tahun... jangan anggap aku kecil... aku bisa bawa sendiri... aku tidak lemaaaahhh...." ucap yorra marah dengan mengepalkan tangan nya.
Flash Now
tora pun tersenyum.
"ahh... jangan sampai kena pukul lagi... " ucap tora dalam hatinya.
"yorra... tunggu..." ucap salah seorang perempuan berusia 20tahun dengan rambut panjang berwarna hitam yg sangat cantik menghampiri yorra dengan membawa anak panah dan busur.
"kak Kirei (kakak pertama Tora) ...?! " sapa yorra sambil menoleh ke arah perempuan yg ia panggil kak kirei.
"kak kirei kenapa kesini? " ucap Tora sambil menoleh ke arah datang nya kirei.
"kakak ingin memberikan ini... " ucap Kirei sambil memberikan Anak panah dan busur nya ke pada Yorra.
__ADS_1
"i... ini? " ucap Yorra bingung.
"maaf kakak tadi menguping pembicaraan kalian, kakak memang tidak bisa menemani mu ke gunung Ookii. tapi semoga alat panah kakak dapat kamu gunakan saat dalam mara bahaya ya yorra" ucap Kirei dengan lembut.
Kirei adalah salah satu pemanah desa yg sangat handal dalam berburu atau pun melawan para siluman dan moster yg mengacaukan desa.
dari kecil kirei sudah di kenalkan memanah oleh ayah nya yg juga pemanah, lain hal dengan tora. tora sangat menyukai samurai ketimbang memanah.
"Terimakasih banyak kak... ini sudah lebih dari cukup, ini pasti sangat berguna... terimakasih kak. " ucap senang Yorra sambil memeluk Kirei yg sudah ia anggap sebagai kakak nya sendiri.
"aku boleh ikut? " tanya Tora penuh harap.
"tidak... " ucap Yorra tegas dan kesal.
"huh... " Tora pun ikut kesal.
"tora... aku titip ibu ku ya, aku pasti akan kembali dengan bunga jinsei nya... " ucap Yorra dengan senyuman, dan tangan kanan nya memegang bahu tora.
"jika dalam 3 hari kamu tidak kembali, kami akan meminta bantuan warga desa untuk mencari mu ya yorra" ucap Kirei tersenyum sambil mengusap kepala yorra dengan lembut.
"ya... sebelum 3 hari aku akan kembali
.. tenang saja" ucap yorra tegas. sambil tersenyum...
yorra pun memakai tas jerami nya yg di dalam nya ada anak panah dan busur dari kirei.
"hati hati yorra... berjanji lah kau akan kembali... " ucap Tora dengan sedikit murung.
"ng... ya... pasti... " yorra pun menjawab dengan ceria dan semangat... sambil mengepalkan kedua tangan nya.
yorra pun perlahan pergi menjauh dari Tora dan Kirei yg sedang berdiri melambai pada nya...
yorra pun melangkahkan kaki nya dengan cepat... dan sesekali menoleh ke arah rumah nya. sedikit rasa khawatir akan meninggalkan ibu nya. tapi demi bunga jinsei dan kesembuhan ibu nya dia pun berusaha untuk yakin pada kemampuan diri nya...
"ibu... akan aku bawakan bunga jinsei untuk mu... tunggu lah aku kembali... " ucap yorra dalam hati nya yg penuh semangat.
Yorra pun pergi meninggalkan desa, dan perjalanan nya menuju gunung Ookii di mulai.
To Be Continue...
Trimakasih banyak untuk pembaca BFLS yg sudah memberi support author pemula seperti saya 🙏
dukungan kalian dalam bentuk LIKE, VOTE dan FAVORITE sangat berarti saya agar lebih semangat lagi menulis 🙏😊
dan beri masukan ya di kolom KOMENTAR agar saya tau dibagian mana yg harus di perbaiki.
selebihnya terimakasih semuanya. 🙏
Enjoy and Happy Reading.
__ADS_1