Black Fox Love Story

Black Fox Love Story
Relung Hati


__ADS_3

Pagi hari di Kerajaan siluman rubah...


Nampak Yorra sedang duduk di taman bunga dimensi lain gunung Ookii, Yorra tengah asyik memandangi bunga bunga dan sesekali ia menciumi harum bunga yg semerbak.


Dari kejauhan nampak seorang raja siluman yg sangat yorra kenal ia datang menghampiri yorra dengan wajah tampan nya dan tubuh yg gagah.


"Srak srak... " Suara langkah di rerumputan yg terhenti tepat di depan yorra.


"Yangmulia... " Sapa yorra dengan senyuman nya.


"Aku mencari mu, ternyata kamu disini... Bolehkah aku duduk disebelah mu? " Tanya Ryuo.


"Tentu boleh yangmulia... " yorra menggeser duduk nya, seakan memberikan izin Ryuo untuk duduk di samping nya.


Sesaat Ryuo duduk di sebelah Yorra, suasana sunyi meliputi mereka, tidak tau apa yg harus dibicarakan terlebih dahulu.


saat suasana kembali normal Ryuo pun mulai berbicara.


"Yorra... Boleh aku bertanya sesuatu kepada mu? " tanya Ryuo.


"Apa yg ingin yangmulia tanyakan? " balas yorra.


"Pasti berat untuk mu tinggal disini, menjadi seorang pelayan raja siluman, dikelilingi dengan para siluman yg siap memakan mu kapan saja, Apa ada niat dihati mu untuk kabur dan meninggalkan ku?" pertanyaan Ryuo membuat yorra terdiam sesaat.


"Ya, yangmulia benar... Awal aku melihat siluman aku sangat takut, dan mungkin aku berfikir aku akan mati saat Shiroi melilit ku dengan tangan nya yg berbentuk ular itu. " ucap yorra.


"Tapi kembali lagi ke tekat ku untuk mendapatkan bunga jinsei dan menyelamatkan ibu ku, aku tidak peduli apa pun yg akan terjadi pada diriku nanti. Bahkan aku sudah rela mati jika yangmulia akan memakan ku pada saat itu... " Lanjut yorra.


Ryuo menoleh ke arah wajah yorra yg terus menunduk.


"Begitu... " Ryuo terdiam sesaat.


"Tapi entah lah, aku merasa yangmulia sangatlah baik. Yangmulia memperlakukan ku bukan layak nya seorang budak/pelayan, tapi seperti sosok yg dilindungi, hahaha... Apa aku harus merasa beruntung?" ucap yorra dengan tawa kecil nya.


"apa kamu tidak takut pada ku? " tanya Ryuo dengan tatapan serius nya melihat yorra.


"Sepertinya sudah tidak hihihi... " yorra pun memandang balik Ryuo dengan senyum ceria nya.


"Baiklah, karna kamu sudah tidak takut aku ingin menunjukan sesuatu pada mu... " Ryuo pun bangun dari duduk nya dan berdiri di depan yorra.


"Apa? " tanya yorra.


"Wuuuuussssssss..... " Angin berhembus kencang, dan tiba tiba aura kegelapan meliputi seluruh tubuh Ryuo.


"Ini lah Wujud asli ku yorra... " ucapan Ryuo membuat Yorra tercengang.. Sesaat mengatakan itu kabut hitam memenuhi semua taman bunga.


"GRRRR..... " suara gerangan muncul, dan ada dua bola mata yg bercahaya merah di balik kabut hitam.


"aura ini... Pernah ku rasakan sebelum nya, ya aku ingat saat aku masuk kedalam alam memory Yuki. " ucap yorra dalam hatinya.


"YOR...RA... " suara yg sangat menyeramkan memanggil nama yorra... tapi yorra sama sekali tidak takut dia hanya merasa terkejut karna ini baru pertama kali ia merasakan langsung aura kegelapan.


Yorra berjalan perlahan ke arah 2 bola mata yg bercahaya merah, yorra tidak melihat apa pun dibalik kabut karna gelap, yg ia rasakan hanya aura yg sangat menyesakan, semakin ia dekati semakin sesak untuk bernafas.


"Dada ku sesak sekali, rasanya sulit untuk bernafas..." ucap yorra dalam hatinya.


"YOR...RAAAA...." Panggilan itu semakin dekat, yorra meneruskan langkah nya walau sangat sesak sekali nafasnya, sesaat ia berjalan ia mendapati sesosok makluk besar berwarna hitam pekat melihat ke arah nya dari atas.


Yorra sama sekali tidak merasakan takut, yg yorra rasakan ada keganjalan dari tatapan dibalik mata merah terang itu, seperti menyimpan arti. yorra malah menyentuh lengan besar yg ada didepan nya, sangat besar dan bulu nya yg sangat lebat namun lembut sesekali yorra mengusap lengan moster itu dengan lembut.

__ADS_1


"Seperti bulu ciku.... " ucapnya dalam hati dengan sedikit senyum.


"YOR... RAAA... INI LAH DIRIKU YG SEBENARNYA, APAKAH KAU TAKUT? " tanya moster rubah itu dengan suara yg sangat menggelegar.


Yorra memberanikan diri untuk memeluk kaki besar itu...


"Yangmulia... aku tidak takut..." ucap yorra dengan senyuman yg selalu terukir di bibir nya.


Yorra memejamkan mata nya, sesaat ia memejamkan mata...


"Zruuuuuuuuttt.... " Yorra masuk ke dalam alam relung hati Ryuo paling dalam.


Di alam perasaan Ryuo...


Nampak ukiran nama yg sangat besar di sebuah pintu besi yg sangat besar.


"Hah? " Yorra melihat Ukiran itu dan mulai membaca nya.


"Yuki...? Yuki...!!! " Sesaat Yorra teringat yuki.


"Greeeeeek" Yorra akhirnya membuka pintu besar itu, dan yorra tercengang melihat apa yg ada di dalam, dengan sangat jelas ia melihat Ryuo dengan darah di sekujur tubuh nya.


"Yangmuliaaaaa... " Yorra berlari menghampiri Ryuo dan menopang bahu Ryuo yg sangat lemas.


"Yu... Yuki...? " ucap Ryuo yg samar samar dengan sangat lemas.


"A.. Aku bukan... " yorra berusaha mengatakan bahwa ia bukan yuki.


Ryuo tidak menghiraukan ucapan yorra, saat ia melihat yorra dengan cepat Ryuo memeluk yorra dengan erat, membuat yorra kebingungan.


"Yuki iiii.... Aku tau pasti kamu kembali... Aku yakin... Kamu pasti kembali... " ucap Ryuo dengan air mata yg mengalir deras bercampur darah dipipinya.


"Yangmulia Ryuo...Apa yg terjadi sebenarnya? " yorra berusaha untuk menenangkan Ryuo dengan usapan kecil di punggung Ryuo.


"Ada apa ini? Kenapa yangmulia berlumur darah seperti ini? " tanya yorra penasaran, sesaat yorra bertanya Ryuo yg menangis akhirnya berhenti.


Perlahan Ryuo melepaskan pelukan nya, dan memandang mata yorra.


"Aku..."


"menikam diriku sendiri... " ucap Ryuo.


"Apa? " Yorra setengah tidak percaya.


"Kamu lihat? " Ryuo menunjukan pisau yg tergeletak di bawah dengan darah yg berceceran.


"Setiap aku ingat dirimu, aku menusuk diriku, berulang ulang... Aku berharap diriku mati dan tidak dapat mengingat mu lagi, tapi tidak bisa... Semakin aku menikam diriku sendiri, semakin sakit dan semakin besar perasaanku pada mu... " Jelas Ryuo dengan tatapan sedih.


"Yangmulia apakah sebesar itu perasaan mu pada nya? Hingga kau tersiksa seperti ini? " ucap yorra dalam hati nya yg merasakan kesedihan Ryuo.


"Aku.. Bukan yuki, aku yorra yangmulia. " jelas yorra.


Ryuo terdiam, dan tatapan mata nya berlinang air mata yg siap jatuh ke pipi nya.


"Aku tak percaya Seorang raja siluman yg sangat kuat, mempunyai sisi yg lemah seperti ini terhadap cinta? " ucap yorra dalam hati nya tak habis fikir.


Ryuo mundur dari yorra dan kembali mengambil pisau yg tergeletak.


"Kamu bohong... Yukiiiii kenapa kamu berkata seperti itu? Kenapa kamu berbohong? Apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi? " Ryuo sangat kesal, dan tidak mempercayai ucapan yorra.

__ADS_1


"Aku bukan yukiiiii... Nama ku yuukan'na Yorra, yorra... Bukan yukiiiii... " Yorra terus meyakinkan Ryuo bahwa dirinya bukan yuki.


"Tidaaaak!!! Yuki kau sudah...tidak mencintai ku lagi..."


Ryuo mengarahkan pisau nya ke dadanya.


"Jleeeebbb jleeeebbb jleeeebbb" Ryuo menikam dada nya sendiri.


"HENTIKAN... hentikaaaaan... " Yorra memegang lengan Ryuo.


"JANGAN LAKUKAN ITU... !!! " Yorra sangat shock dengan apa yg ia lihat.


Darah terus mengalir di dada Ryuo, tapi Ryuo hanya terdiam sesaat...


"Hati ku sakit Yuki... Yuki...kenapa? " gumam Ryuo...


Yorra merasa sedih dengan apa yg ia lihat, ia memegang dada Ryuo yg penuh luka dan lubang.


"Hentikan yangmulia hentikan hiks... Secinta itu dirimu pada nya hingga kau tega melukai perasaan mu sendiri? " ucapan yorra tidak didengar Ryuo.


"Yukiiiii... " gumam Ryuo.


Yorra merasa tidak tega dan memeluk Ryuo, sontak membuat Ryuo terkejut.


"Aku memang bukan yuki yangmulia, tapi... Aku mohon izinkan aku, yorra mengobati luka ini... Aku tidak dapat memberi cinta seindah yuki, tapi aku akan mengobati luka mu, sakit mu, rasa kesepian mu. Aku berjanji, tapi aku mohon jangan lukai lagi dirimu.... " ucap yorra dengan memeluk Ryuo erat.


Yorra akhirnya perlahan menerima bahwa dirinya adalah memang reinkarnasi yuki, tapi ia faham betul kehadiran nya disisi Ryuo adalah salah satu menebus kesalahan nya dimasa lalu saat masih menjadi yuki, dan ia akan memperbaiki semuanya dari awal.


Di alam nyata....


Nampak yorra sedang tertidur di pangkuan Ryuo...


"Ng...? " Yorra perlahan sadar, dan membuka kedua mata nya.


"Sudah sadar?" ucap Ryuo, sambil mengusap kening yorra dengan lembut.


"Kenapa aku? " Yorra pun berusaha bangkit dari pangkuan Ryuo.


"Kamu pingsan, sepertinya kamu tidak kuat dengan aura kegelapan ku... " jelas Ryuo.


"Begitu ya? " yorra baru teringat, kalau ia merasakan sesak nafas saat mendekati wujud asli Ryuo.


"Hahaha... Tapi aku tidak takut kan? " Ucap yorra dengan ceria


Ryuo pun terus memandang Yorra dengan tatapan lembut.


"Yangmulia ada yg ingin kusampaikan pada yangmulia... " ucap Yorra.


"Apa itu? " Ryuo mulai bersiap mendengar kan.


"Yangmulia... aku memang bukan wanita yg yangmulia cintai direlung hati ini. " yorra menyentuh dada Ryuo dengan lembut sontak membuat Ryuo terkejut.


"Tapi, aku berjanji akan mengobati luka di dalam sini, dan berjanjilah untuk tidak melukai prasaan yangmulia lagi, jika yangmulia kesepian, terluka, dan rindu pada wanita itu. Datanglah padaku... " Ucapan yorra membuat Ryuo gemetar.


Yorra memeluk Ryuo dengan erat, membuat mata nya berlinang.


"Aku akan memeluk yangmulia sampai yangmulia merasa lebih baik.... " ucapan yorra sontak membuat Ryuo merasa sedih, senang, dan terharu menjadi satu meliputi prasaan nya.


"Yorra... "

__ADS_1


"Terimakasih"


To Be Continue.


__ADS_2