
Di danau dekat desa terlihat Yorra dan Tora sedang berbicara.
"Aku akan membunuh siluman itu. " ucap Tora dengan serius.
"Tidak Tora jangan lakukan itu! " Yorra nampak tidak senang dengan keputusan Tora.
"Kenapa? Bukan kah kau ingin terlepas dari ikatan itu? " tanya Tora.
Yorra terdiam, dan bingung ingin mengatakan nya dari mana.
"Yorra, apa kau takut dengan nya? " Tora merasa Yorra menyimpan rahasia yg tidak dapat ia ceritakan.
"Bukan seperti itu, tapi.... " Yorra ingin menceritakan nya pada Tora tapi ia ragu.
"Katakan lah Yorra, aku akan mendengarkan nya. " ucap Tora.
"Baiklah... " Pandangan Yorra terarah pada danau dan menatap danau itu dengan tatapan sayu.
"Aku adalah.. reinkarnasi seorang wanita yg sangat berharga untuk Raja Ryuo." ucap Yorra dengan tenang.
"Apa kau bercanda? " Tora merasa tidak yakin.
"Awalnya aku berfikir mana mungkin, tapi seorang wanita dengan wajah yg sangat serupa dengan ku datang menemui ku saat aku pingsan tak sadarkan diri 2 tahun yg lalu, itu semua menambah keyakinan ku. " Ucap Yorra.
"Apa? Ini tidak mungkin, lalu wanita itu manusia atau sejenis siluman? " tanya Tora.
"Tentu saja manusia, ia seorang putri dari Kaisar di jaman itu. " Jelas Yorra.
"Lalu wanita itu dengan siluman itu memiliki hubungan apa? " Tora masih tidak percaya.
"Wanita itu, ternyata... Istri dari Raja Ryuo. " ucapan Yorra membuat Tora terkejut.
"Apaaaaa? Jadi kau adalah reinkarnasi dari istrinya? Ini sudah gila. " Tora tidak habis fikir apa yg ia dengar.
"Iya, tapi ini memang benar. " Yorra berusaha meyakinkan Tora.
"Lalu sekarang apa? Kau ingin menikah dengan siluman itu? " tanya Tora kesal.
"Tidak, bukan begitu... " Yorra merasa Tora tidak akan mengerti.
"Lalu apa? " Tora berusaha untuk tetap tenang.
"Aku merasa tidak tega pada nya, Raja Ryuo ia sangat menderita semenjak istri nya tiada, ia benar benar sangat mencintai istrinya lebih dari apa pun. 100 tahun melawan rasa kesepian yg sangat menyiksa nya, aku ikut merasakan hal itu, setidak nya aku bisa menjadi obat rindu nya pada istrinya. " ucapan Yorra membuat Tora mengernyit kan alisnya.
"Kau tidak takut? Dia itu siluman, kapan saja kau bisa dimakan tanpa kau sadari. " Tora nampak sangat khawatir.
"Aku tau Tora, tapi ini balas budi ku pada nya dan itu setimpal dengan bunga jinsei yg ia berikan kepada ku. " ucap Yorra.
"Yorra... Dengarkan aku. " Tora memegang kedua tangan Yorra, sontak membuat Yorra terdiam.
"Yorra, aku jatuh cinta padamu mungkin kau tidak percaya dengan ucapan ku, tapi aku benar benar yakin prasaan ini adalah cinta, ia hadir saat aku tidak bertemu dengan mu selama 2 tahun, aku rindu dirimu Yorra, maka dari itu aku ingin menikahi mu Yorra. " Ucap Tora.
Yorra terdiam, dan ia tidak bisa berkata sepatah kata pun.
"Yorra menikahlah dengan ku, jangan khawatir aku akan mengurus siluman itu, kita bisa hidup bersama. " ucap Tora.
"Maaf Tora... " Yorra melepaskan genggaman Tora.
"Aku tidak bisa, aku sudah berjanji, lagi pula Raja Ryuo adalah siluman yg baik, aku tidak akan mengizinkan mu menemuinya, jika kau melakukan nya diam diam, aku tidak akan bicara lagi pada mu. " ucap Yorra dengan tegas.
__ADS_1
DITEMPAT LAIN
Di Kerajaan Ryuo...
Terlihat Ryuo sedang duduk di singgahsana nya dengan wajah termenung.
"Yangmulia makan siang anda telah siap, apakah yangmulia ingin makan siang sekarang? " Tanya suzume.
"Nanti saja, aku belum lapar. " jawab Ryuo dengan nada tenang.
"Baik yangmulia. " ucap Suzume sambil memberi hormat.
"Suzume... " tegur Ryuo, wajah Ryuo terlihat menoleh ke arah Suzume.
"Ya yangmulia? " Suzume terdiam sesaat.
"Aku mendapat kan info dari Raja Naga bahwa... Raja iblis akan datang ke negri siluman. " ucap Ryuo.
"Apa? Raja iblis? Bukan kah yangmulia pernah bertarung dengan nya? " tanya suzume penasaran.
"Ya, 110 tahun yg lalu aku sempat bertarung dengan Raja iblis hingga aku kalah dan aku hampir mati, andai aku tidak bertemu Yuki mungkin aku
tidak akan ada disini. " Jelas Ryuo.
"Jadi, apakah yangmulia akan menemui nya lagi? " tanya Suzume.
"Ya, karna aku masih menaruh dendam padanya hingga saat ini. " Jawab Ryuo.
"Jadi kapan yangmulia akan mengunjungi Putri Rin (adik Ryuo) di negri siluman? " tanya Suzume.
"Aku ingin lusa, tapi aku sangat mengkhawatirkan Yorra, aku bisa saja mengeluarkan clone ku dan menjaga Yorra, tapi jika nanti aku sedang bertarung dengan kekuatan besar, clone ku akan menghilang. " ucap Ryuo.
"Kau yakin Suzume? " Ryuo merasa akhir akhir ini Suzume sangat lemah dengan bujukan atau ucapan Yorra.
"Ya, saya akan berusaha untuk tetap teguh dan tidak goyah lagi walau pun Yorra membujuk saya yangmulia. " Suzume sadar dirinya lemah dengan tatapan dan ucapan Yorra yg lembut, itu semua mengingatkan nya pada Yuki.
"Baiklah, lusa aku akan pergi dengan para jendral ku menuju negri siluman menuju kediaman Rin, aku titip Yorra pada mu Suzume. " ucap Ryuo dengan nada tenang.
"Baik yangmulia. " ucap Suzume sambil memberi hormat.
DITEMPAT LAIN
Di rumah Yorra, nampak Yorra sedang memasuki rumah nya dan menemui ibu nya yg sudah membaik.
"Ibu... " Yorra terus menunduk seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi ia ragu.
"Ada apa anak ku? " tanya ibu nya.
"Maafkan aku ibu. " ucap Yorra.
"Untuk apa kamu meminta maaf nak? " ibu Yorra menghampiri anak nya yg terus berdiri dengan perasaan ragunya.
"Aku tidak bisa menikah dengan Tora bu. " ucap Yorra.
"Kenapa? " tanya ibu nya penasaran.
"Aku tidak bisa menjelaskan nya bu, tapi aku punya alasan kuat untuk menolak menikah dengan Tora. " Yorra tetap kuat dengan pendirian nya.
"Ibu tau kamu tidak mencintai Tora, tapi ibu yakin dengan berjalan nya waktu kamu akan mencintai Tora. " ibu Yorra berusaha meyakinkan hati Yorra.
__ADS_1
"Ini bukan masalah cinta ibu... " Yorra tidak ingin ibu nya tau masalah nya.
"Lalu apa? " ucap Ibu Yorra.
Yorra memeluk ibu nya, sontak membuat ibu nya merasa bahwa keputusan Yorra memang sudah bulat.
"Baiklah Yorra ibu mengerti ibu tidak dapat memaksa mu, jika memang ini sudah keputusan mu, ibu tidak dapat melakukan apa apa. " ibu Yorra mengusap kepala Yorra dengan lembut.
DITEMPAT LAIN
Dirumah Tora, nampak Tora sedang meracik tanaman, beberapa saat kemudian ibu Tora datang menghampiri nya.
"Tora kamu sedang apa? " tanya ibunya sambil melihat lihat tanaman yg Tora siapkan.
"Ibu hehe... Aku sedang meracik obat. " Jawab Tora dengan wajah ceria.
"Obat apa? Kenapa banyak sekali jenis tanaman ketenangan? " tanya ibunya.
Tanaman ketenangan itu semacam, akar Valerian, chamomile, melatonin dan lavender yg dapat mengatasi gejala kecemasan, depresi, menopause, hingga sulit tidur.
"Ah...itu bu, akhir akhir ini aku banyak sekali fikiran, aku sulit sekali untuk tidur, jadi aku buat saja racikan obat tidur. " jelas Tora.
"Begitu, apakah tugasmu jadi prajurit kaisar terlalu berat hingga kau harus membuat racikan obat tidur ini? " ibu Tora merasa cemas.
"Tidak bu, aku hanya ingin tidur rileks saja bu, ibu jangan khawatir ya. " ucap Tora dengan tersenyum.
"Baik lah, jangan terlalu banyak ya. " ucap Ibu Tora.
"Baik bu. " Jawab Tora dengan tersenyum.
Setelah itu ibu Tora pergi meninggalkan Tora sendiri.
"Aku memang tidak dapat memiliki hati mu Yorra, tapi aku yakin, aku bisa membuat mu menjadi milik ku. " Nampak Tora sedang merencanakan sesuatu yg dapat melibatkan Yorra.
Malam hari...
Nampak Yorra sedang berjalan menuju danau tempat ia biasa menenangkan fikiran nya, ternyata diatas pohon dekat danau Tora sedang duduk dan memperhatikan Yorra.
"Ini yg ku tunggu. " gumam Tora.
Tora nampak tersenyum saat Yorra datang, Tora mengeluarkan sebuah bola asap yg sudah ia racik dengan obat tidur.
"Maafkan aku Yorra. " Tora melempar bola asap ke belakang Yorra yg sedang berjalan.
Bola asap itu pun mengeluarkan asap yg sangat tebal.
"A... Asap? " Yorra terkejut.
Tiba tiba tubuh Yorra melemas, dan kepala nya menjadi pusing, terlihat dari kejauhan Tora menutup hidung nya.
"A... Ada... Apa? Kenapa kepalaku ... " Yorra terlihat tidak kuat.
"Bruuuuuk... " Yorra pun jatuh pingsan.
"Sraak sraak... " Suara langkah kaki Tora yg sedang berjalan menghampiri Yorra yg pingsan.
Tora mengambil racikan obat tidur di sakunya, dan meminumkan nya pada Yorra.
"Malam ini, kau milik ku Yorra. "
__ADS_1
To Be Continue.