
100 tahun yang lalu disuatu rumah di desa terpencil...
"Aku sudah bilang, untuk tidak menggunakan kekerasan Ryou. " ucap seorang gadis cantik yg sedikit marah.
"Aku tidak bisa yuki, para siluman itu mengejek mu... " ucap siluman rubah hitam itu dengan kesal.
"Aku tidak merasa di ejek, kalau kamu terus seperti itu... Aku akan pergi. " gadis itu marah dan berbalik pergi.
"Jangaaaan... Baik baik, aku akan jadi laki laki yg baik, tidak pemarah, semua yg kau suka akan aku lakukan. Tapi aku mohon, jangan tinggal kan aku yuki... " ucap siluman rubah itu sambil memeluk gadis nya.
"Berjanji? " tanya gadis itu, sambil tersenyum.
"Ya... Berjanji... " Ucap siluman rubah itu sambil tersenyum simpul, dan mengecup kening wanita yg sangat berarti dalam hidup nya.
FLASH NOW
Nampak raja sedang mengusap wajah yorra dengan lembut.
"Aku mengulangi nya lagi... Yuki... Maafkan aku... Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi. " ucap raja yg terus meneteskan air mata.
"TOK TOK TOK... " suara pintu diketuk.
"Kakak... Kakak... " ucap suara perempuan yg sangat raja kenal.
Raja pun bangun dari duduk nya, dan menghampiri suara tersebut.
"Derrrrrrkk" Suara pintu digeser.
"Kak Ryou ... " ucap seorang siluman rubah putih yg memeluk raja.
"Kamu tau aku disini...Rin? " raja pun tersenyum sambil mengusap kepala adik nya.
"Aura kakak menyebar luas, aku jadi tau dimana kakak berada. " ucap Rin adik raja.
"Hm... Begitu... " raja pun melepaskan pelukan adik nya.
"Kak? " Adik nya merasakan ada hal yg membuat kakak nya sedih.
Raja hanya terdiam dan kembali ke kamar yorra.
"Kak, aku dengar kak yuki kembali apa benar? " tanya adik nya.
Raja pun berhenti dan menoleh ke adik nya...
"Bukan yuki, tapi... Reinkarnasi nya... " Jawab raja dengan murung.
__ADS_1
"Kenapa kakak murung? Harus nya kakak senang, setidaknya kakak bisa bersama nya walau
bukan dengan kak yuki yg dulu. " ucap rin sambil memandang wajah kakak nya.
Raja pun kembali duduk dan memegang tangan yorra.
"Aku sangat senang ia kembali, tapi saat ini aku melakukan kesalahan. Dan membuatnya tak sadarkan diri lagi seperti dulu... " Ucap raja sedih.
"Apa yg kau katakan? .. " Rin pun menghampiri kakak nya.
Raja pun menoleh ke arah adik nya dengan raut wajah bingung apa yg harus ia lakukan.
"ia tidak mati, kenapa kau seperti berfikir ia akan mati dan meninggalkan mu? " Rin sangat kecewa dengan keputus asaan kakak nya.
Raja seperti tidak dapat berfikir jernih, yg ada di fikiran nya ingatan masa lalu yg membuat nya kacau.
"Buat apa kakak tanam bunga jinsei jika tidak di manfaatkan? Bukan kah bunga jinsei untuk kak yuki dulu? " Ucap rin, sepontan membuat kakaknya kaget.
"Kau benar Rin, bunga jinsei aku harus mengambilnya. " ucap Raja dan segera bangkit dari duduk nya.
"baiklah aku yg akan menjaga yorra disini... " ucap rin sembari memberi semangat kakak nya.
"Baik, terimakasih adik ku... Aku akan kembali dengan cepat. " raja pun merasa ada titik kesempatan untuk ia tetep melihat yorra.
Raja rubah itu pun bergegas pergi kembali ke kerajaan nya untuk segera mengambil bunga jinsei yg dapat menyembuhkan segala penyakit.
ALAM BAWAH SADAR.
Di suatu tempat alam sadar yorra, yorra sedang berjalan di suatu tempat yg sangat terang dan bertabur awan putih, sesaat yorra berjalan ia melihat seorang wanita cantik sedang berdiri memperhatikan nya. Tak lama yorra mendekat wajah nya terlihat jelas, dan yorra pun kaget melihat diri nya sendiri seperti lebih dewasa dengan pakaian seorang putri kerajaan.
"Ah?... Ka.. Kamu adalah aku? " tanya yorra.
Wanita itu tersenyum manis dan menghampiri yorra.
"Maafkan aku telah melibatkan mu dalam urusan ku di masalalu" ucap wanita itu dengan lembut.
"Apa? " yorra terlihat bingung.
"Kamu bingung ya?" Wanita itu pun tersenyum dan tangan kanan nya mengusap wajah yorra.
"nama ku Hime Yuki, aku adalah dirimu di masa lalu. " ucap nya lembut.
"Diriku dimasa lalu? Benarkah? " yorra sedikit tidak percaya.
__ADS_1
"Ya... Maaf aku telah menyeret mu kedalam masalah yg rumit, Tapi sebelum nya aku ingin menunjukan sesuatu pada mu tentang awal kerumitan ini terjadi. Mari ikut aku... " wanita itu pun menarik yorra kedalam lubang cahaya yg besar.
"Hei tunggu, aku... " Yorra pun terdiam dan mata nya tak dapat berkedip melihat suatu kastil Kekaisaran yg sangat besar.
"Kita berada di Kerajaan ayah ku. " ucap yuki.
"Kerajaan ayahmu? Kamu seorang putri? " tanya yorra penasaran.
"Ya... Aku adalah anak seorang kaisar yg sangat pengekang, saat aku dilahirkan ibu ku menceritakan betapa di kekang nya ia menjadi seorang istri, dan aku pun sangat di larang untuk melangkahkan kaki ku di luar dinding raksasa Kerajaan. "
Yorra pun di bawa hanyut oleh cerita yuki, dengan munculnya memori yuki yg diperlihatkan pada yorra, membuat yorra tenang mendengarkan tiap kalimat kalimat cerita yuki.
"Pada usia ku 18 tahun ibu ku meninggal dunia, hati ku hancur karna ayah ku yg selalu menyiksa hati ibu ku dengan tekanan. ibu memang tidak dapat menjadi seorang istri yg penurut dan akhirnya ayah ku mengakhiri nyawa ibu ku dengan membunuhnya,tapi setelah membunuh ibu ayah ku makin menggila, aku tak tau apa yg ia fikirkan. aku ingin sekali kabur keluar dari kastil, dan akhirnya itu terwujud. Aku menemukan cara kabur dari kastil pada tengah malam, akhirnya aku berhasil menginjakan kaki ku diluar Kerajaan. "
"Saat aku kabur kehutan, aku menemukan seekor rubah berwarna hitam tergeletak berlumur darah. Aku berfikir ia sudah mati, dan ternyata rubah kecil itu masih hidup. Aku pun membawa nya dan merawat nya di sebuah goa kecil dekat kaki gunung. "
"Rubah itu mirip sekali ciku... " ucap yorra dalam hatinya. Sambil memandang terus apa pun yg terjadi di hadapan nya seiring cerita yuki terus berlanjut.
"Aku kabur dari kastil hampir 7 hari, makan dan minum aku dapat dari hutan. Aku terus mengobati luka rubah itu hingga benar benar kering, Aku tak tega meninggalkan rubah malang itu sendirian, setidak nya aku bisa membuat nya bisa berjalan kembali. "
"Saat rubah itu telah membaik, bisa berdiri dan berjalan. Aku memutuskan untuk meninggalkan nya, tak tau mengapa rubah itu terus mengikuti kemana pun aku berada, saat didesa di kota di hutan. Dia terus mengikuti ku akhirnya kuputuskan untuk memelihara nya dan membawa nya. Waktu berlalu cepat, akhirnya ayahku menemukan aku dan para prajurit menangkap ku dan membawa ku pulang ke kastil. "
"Rubah itu selalu menemani ku disaat aku sendiri, sedih, tertawa, menangis, dan dia selalu membuat ku nyaman dengan bulu bulu nya yg lembut, dia adalah rubah kesayangan ku. Aku tidak ingin kehilangan nya. "
"Saat usia ku menjelang 20tahun, ayah ku menjodohkan aku dengan seorang anak dari Kerajaan Sekutu, aku tidak suka perjodohan itu dan aku memutuskan untuk kabur dari kastil untuk ke dua kali nya. "
"Aku kabur pada waktu tengah malam, dan aku putuskan pada malam itu. Aku ingin bunuh diri karna aku merasa hidup ku hancur tidak ada kasih sayang yg aku dapatkan, hanya tekanan dan tekanan yg membuat ku tak ingin hidup"
"di atas jurang aku sudah bersiap untuk meloncat, tiba tiba rubah hitam itu terus menggigit baju ku seperti mengatakan untuk jangan... Jangan meloncat. "
"Aku pun menggendong nya dan mengatakan ucapan selamat tinggal, saat aku menaruh nya dan aku menjatuhkan diri ku kedalam jurang dengan posisi telentang agar aku tak melihat apa pun yg ada di bawah"
"dengan pandangan ku yg samar samar di kegelapan malam, rubah itu tiba tiba berubah menjadi raksasa dan punggung nya lebih dulu berada belakang ku seakan akan menangkap ku agar aku tidak terjatuh. "
"Aku pun kaget ternyata aku tidak jadi mati, rubah itu pun mengecil kembali dan kali ini membuat ku kaget, karna rubah itu adalah siluman pria yg sangat tampan. "
"Ahhh...? Itu yangmulia? " ucap yorra kaget.
"Ya... Dia adalah Ryou, Ryou adalah siluman rubah hitam yg ku selamatkan 2tahun yg lalau dan ternyata dia jatuh cinta pada ku... "
__ADS_1
To Be Continue.