
Di bawah jurang yg tinggi...
Nampak seorang siluman rubah hitam sedang menggendong yuki setelah menjatuhkan diri dari atas jurang...
"APA YG KAU LAKUKAN HAH? " tanya siluman rubah hitam dengan ekspresi marah.
"Ha? ... " yuki hanya memandang wajah siluman rubah itu dengan tidak percaya.
"KALAU KAU LONCAT LAGI, A..aku.. AKAN IKAT KAU DI POHON BESAR..." Rubah itu memarahi yuki tapi mata nya seperti ingin menangis.
Yuki pun menjawab dengan senyum...
"kamu rubah kecil yg aku selamatkan 2 tahun lalu? " tanya yuki.
"MEMANG NYA ADA LAGI RUBAH YG KAU SELAMATKAN? " Siluman rubah itu kesal.
"Hahahaha... Ternyata aku baru sadar kamu siluman ya? Hahaha... " yuki pun tertawa dengan lepas.
Siluman rubah itu pun terdiam, melihat yuki tertawa.
"Apa yg lucu?... " tanya siluman rubah itu.
"Rubah yg ku selamatkan ternyata tampan juga ya... " yuki pun tersenyum manis, membuat wajah siluman rubah itu memerah.
"Me..menurut mu aku tampan? " tanya siluman itu gugup malu.
"Iya sangat tampan..." yuki selalu tersenyum setiap siluman rubah itu malu.
"Kamu... Juga. " ucap siluman itu malu dan membuang pandangan nya dari yuki.
"Aku? Kenapa? " tanya yuki.
"Yaaa... Kamu juga... AH SUDAH TIDAK USAH DIPERJELAS. " siluman rubah itu tidak dapat mengutarakan kesukaan nya pada yuki, karna sangat malu nya.
"Hahahhaha... oh ya... bisakah kamu turunkan aku? Aku tau pasti kamu keberatan dengan menggendong wanita gemuk seperti aku. " ucap yuki.
"Tidak... " Rubah itu pun tersenyum.
"Hah... " Yuki pun bingung.
"Aku tidak keberatan menggendong mu setiap hari... Karna aku suka, ini yg ingin aku lakukan dari dulu, tapi sekarang aku akan terus melakukan nya. " Ucapan siluman rubah itu membuat yuki berdebar.
"Bicara apa? Cepat turun kan ... " Wajah yuki pun memerah malu.
"Tidak mau... " Rubah itu pun membawa yuki pergi.
"Heiiiiiii turunkan...... "
__ADS_1
"Tidak akan... "
Yuki pun dibawa ke negri siluman...
yuki kembali menceritakan kilas balik nya...
"Aku pun di bawa oleh Ryou ke suatu negri siluman, cukup lama aku tinggal di sana, Ryou sangat protektif jika menyangkut tentang diriku. Tetapi lama kelamaan kelembutan nya muncul secara alami, aku tak tau seperti nya aku adalah cinta pertama nya. "
"Kami hidup bahagia di negri siluman, tapi kebahagiaa itu tak berlangsung lama, wajar aku adalah manusia tak selayaknya aku berada di sana, banyak siluman yg ingin memakan ku. Ryou tak bisa meninggalkan ku sendiri dia selalu di samping ku, lengah sedikit aku bisa menjadi santapan para siluman. "
Kejadian saat itu...
"BUUUAAAAAK... " Suara pukulan Ryou pada siluman kalajengking.
"RYOU SUDAH... HENTIKAN... " yuki berlari dan menarik tangan RYOU.
"AAAAARRRGGGGGH.... DIA TELAH MELUKAI MU, AKU TIDAK TERIMA, DIA HARUS MATIIIII... " ucap Ryou marah.
"Aku tidak apa apa cukup hentikan... " Yuki memeluk Ryou agar Ryou tenang.
Siluman kalajengking itu pun tak sadarkan diri, sedangkan yuki memiliki luka yg cukup dalam dengan racun yg masih bersarang di lengan nya.
"Walau kau bunuh dia, racun ini tidak akan keluar. Kita harus cari cara untuk mengeluarkan racun ini dari lengan ku... " Ucap yuki.
"Baiklah, Aku tidak ingin kau terus disini, ayo kita kembali kedunia manusia. Negri siluman sudah tak aman untuk mu... Setelah keluar dari sini, aku akan mencari tahu penawar racun untuk mu. " Ucap Ryou yg sangat khawatir.
"Ng... "
"Bukan kah itu kuil yg menghubungkan antara kerajaan yangmulia Ryou dengan dunia manusia? " ucap yorra dalam hatinya.
"Ryou pun pergi mencari penawar racun entah kemana aku tak tau, ia hanya menyuruh ku untuk tetap bertahan... Selama Ryou pergi aku hanya sendiri an di kuil kosong itu rasanya tubuh ku benar benar lemas. "
"Sesaat aku menahan rasa panas di tubuh ku, aku mendengar suara burung yg sangat nyaring seakan akan minta tolong. Aku pun memaksa kan diri untuk mengecek asal suara itu... "
"Saat ku hampiri, aku melihat seekor burung pipit dengan sayap yg terjepit oleh jebakan hewan yg di buat manusia, aku yg tak tega segera aku membantu burung pipit itu. Setelah ku bantu burung itu, lalu ku bawa burung itu ke kuil tempat aku membaringkan tubuh ku... "
"Aku segera mengobati burung itu, hingga darah nya terhenti, setelah itu aku kembali berbaring karna racun yg semakin menyebar di tubuh ku membuat ku demam tinggi tak sadarkan diri. "
"Tak lama aku sadar dan kembali membuka mata ku, aku melihat seorang gadis cantik duduk di samping ku. "
Kejadian saat itu...
"Nona, kamu terkena racun kalajengking? " ucap gadis itu.
"Hahh... Hahhh.... Iya... " Nafas ku mulai tak beraturan. Ryou pun belum juga kunjung datang, aku tak tau akan bertahan sampai kapan.
"Aku memiliki, bunga yg sangat langka hanya tumbuh 1000 tahun sekali dan bunga ini dapat menyembuhkan segala penyakit, aku beruntung sekali mendapatkan nya saat aku berkelana. " ucap gadis itu sambil menunjukan suatu bunga yg bercahaya ke emasan.
__ADS_1
"Hah... Hahh... Bu, bunga apa itu? " tanya yuki.
"ini adalah Bunga jinsei... " jawab gadis kecil itu.
"Haaah... Hahh... Bunga jinsei?" ucap yuki dengan lemas.
"Ng... Nona..." gadis itu pun meracikan bunga jinsei dengan air hangat yg ia buat.
"hati mu sangat lah baik nona. Kamu telah menolong ku dari jebakan hewan, aku akan berbalas budi pada mu." ucap gadis itu sambil tersenyum.
"Hahh... A... Apa? Aaaargh " Tiba tiba yuki merasakan sesak didadanya.
Gadis itu meminum kan air bunga jinsei pada yuki hingga habis, sesaat meminum air bunga jinsei yuki pun tidak merasakan sesak di dadanya lalu yuki pun tertidur dengan sendiri nya.
"Lekas sembuh nona... " ucap gadis itu sambil mengusap kepala yuki.
Tak lama kemudian, Ryou datang dengan membawa tanaman obat, saat Ryou melihat yuki tertidur ia mengira yuki telah tiada. Amarah nya membeludak sontak membuat gadis yg bersama yuki kaget.
"APA YG KAU LAKUKAN PADA YUKI? SILUMAN KECIL SEPERTI KAU BERANI NYA HAH... " Ryou pun mencekik gadis itu.
"A... Aku... Aku tidak melakukan apa apa... Nona tidak mati... Di... Dia masih hidup... Dia tertidur... " ucap gadis itu kesakitan.
"APAAAA? " Ryou pun menoleh ke arah yuki dan melepaskan cekikan nya.
Ryou pun menghampiri yuki, dan yuki pun terbangun, sontak Ryou sangat senang.
"Yuki... Kamu masih hidup sayang? .. " tanya Ryou khawatir.
"Ya... Aku baik baik saja. " Yuki pun duduk dan menoleh ke arah gadis yg terus memandang nya.
"Gadis itu menyelamatkan nyawa ku Ryou, dia memberikan ku bunga yg dapat menawarkan racun di tubuh ku. " Yuki pun tersenyum.
"Oh ya? Hei siluman burung pipit siapa nama mu? " tanya Ryou.
"Nama ku, Suzume... " ucap gadis itu dengan lembut.
"Suzume... " Ryou pun menghampiri gadis itu.
"Iya... ? " Gadis itu hanya menunduk takut.
Ryou pun duduk dan berlutut pada suzume.
"Suzume terimakasih banyak, kau telah menyelamatkan wanita yg kucintai, mungkin jika kau tidak menyelamatkan yuki, aku pasti akan kacau sekali. Terimakasih, sebagai balas budi aku akan mengabulkan keinginan mu. " ucap Ryou dengan senyuman.
"mmm... Bolehkah... "
"Aku... "
__ADS_1
"Berada disisi nona yuki?"
To Be Continue.