
Di sungai perairan bawah kaki gunung Ookii, terlihat Suzume sedang memeriksa keadaan Yorra.
"Yorra...!? " Suzume menopang tubuh Yorra yg basah kuyup.
"Nona Suzume tadi saya sempat memeriksa nya dan dia masih hidup. " ucap Kingyo panik.
"Tapi dia kritis sekali... Ada lebam di kepala nya, seperti nya ia terbentur sesuatu. " Suzume memeriksa semua tubuh Yorra yg terluka.
Sesaat Suzume memeriksa tubuh Yorra, Suzume merasakan telepati amarah Ryuo yg menunggu nya di Kerajaan.
"Hah... Yangmulia marah besar padamu. " ucap Suzume khawatir.
"Yangmulia marah pada ku? memangnya siapa gadis ini? " tanya Kingyo penasaran.
"Gadis ini, adalah gadis yg berharga bagi yangmulia Ryuo. " ucapan Suzume membuat Kingyo terkejut.
"Aaaapaaa? Bagaimana ini bagaiamana ini? Nona Suzume tolong aku, yangmulia akan membunuh ku, tolong aku...!" Kingyo nampak sangat panik.
"Baik lah aku akan membawa Yorra ke Kerajaan, aku akan bilang ini bukan salah mu, tenang lah jangan panik" ucap Suzume dengan nada tenang.
"Nona Suzume... " Kingyo merasa bersalah karna ia telah berkata hal yg dapat membuat Raja Ryuo marah.
Suzume menggendong Yorra, dan perlahan mengepakan sayap nya.
"Datang lah ke Kerajaan, yangmulia ingin kau menghadap nya sekarang! . " Ucap Suzume.
"Baik nona Suzume. " Kingyo pun berlutut memberi hormat pada Suzume.
Suzume pun terbang menuju Kerajaan Ryuo, dengan meninggalkan Kingyo di pinggir sungai.
"Ini... Gawat, aku dalam masalah. " Kingyo terlihat gemetar.
DITEMPAT LAIN
Kerajaan Ryuo...
Beberapa saat setelah Suzume terbang menuju kerajaan terlihat Suzume telah tiba di Kerajaan, sesampai nya Suzume di kerjaan, Suzume terkejut melihat Ryuo tengah berdiri dengan aura hitam yg memenuhi ruangan Kerajaan.
"Yangmulia." Suzume terlihat takut.
Ryuo berjalan menghampiri Suzume yg masih menggendong Yorra dalam keadaan pingsan, nampak wajah Ryuo berubah menghitam.
"Tap... Tap... Tap... " Langkah kaki Ryuo yg semakin dekat dengan Suzume.
"Dimana Kingyo? " tanya Ryuo dengan nada tinggi.
"Dalam perjalanan menuju istana yangmulia. " Suzume terus menundukan kepala nya.
"Berikan Yorra pada ku. " Ryuo mengulurkan tangan nya dengan ekspresi marah.
"Baik yangmulia. " Suzume menyerahkan Yorra pada Ryuo dengan perlahan.
Ryuo memperhatikan tubuh Yorra yg terkulai tak sadarkan diri, dengan beberapa lebam memar di kepala dan lengan nya.
__ADS_1
"Kingyo menemukan Yorra yg tengah pingsan, dan seperti nya Yorra meloncat dari tebing jurang puncak gunung Ookii. " jelas Suzume.
Ryuo tak berbicara sepatah kata pun, ia hanya terdiam, Ryuo memutar langkah nya dan membawa Yorra ke ruangan pribadi nya.
Suzume terlihat mengikuti Ryuo dari belakang, memastikan jika Ryuo membutuhkan bantuan nya.
"Suzume... " tegur Ryuo.
"Ya yangmulia? " Jawab Suzume.
"buatkat aku racikan bunga jinsei, dan bawakan ke ruangan pribadi ku. " ucap Ryuo dengan lirikan matanya yg tajam.
"Baik yangmulia. " Suzume pun bergegas melangkahkan kaki nya menuju taman bunga.
DITEMPAT LAIN
pinggir sungai kaki gunung Ookii, terlihat Tora sedang berusaha mencari Yorra.
"Yorra, kamu dimana? YORRAAAAAAA... YORRAAAAAAA... " Tora sangat panik, hatinya penuh rasa kekhawatiran dan rasa takut.
Tora terus mencari dan mencari.
"Aku yakin jika ia jatuh pasti akan tepat di sini, tapi kemana dia? Apa disekitar sini ada siluman? Apa jangan jangan Yorra dimakan siluman saat aku dalam perjalanan kesini? " Tora mulai berfikir tentang hal buruk yg akan menimpa Yorra.
"Ini semua salah ku, ini semua salah ku... Yorra, kamu dimana? YORRAAAAAAAAA... " Tora benar benar kacau, hati nya tidak karuan, ia tidak tau apa yg harus ia lakukan.
DITEMPAT LAIN
Kerajaan Ryuo...
Sesaat Ryuo menggantikan pakaian Yorra, Suzume datang dengan membawakan racikan bunga Jinsei.
"Tok tok tok... " suara ketukan pintu.
"Yangmulia." nampak Suzume memanggil Ryuo dari luar pintu.
"Masuklah." ucap Ryuo dengan wajah hitam yg memudar.
"Baik, saya masuk yangmulia" Suzume pun membuka pintu dan masuk.
Suzume melihat Ryuo tengah memeluk Yorra yg terbaring tak sadarkan diri dengan kelembutan.
"Berikan pada ku. " ucap Ryuo dengan nada suara yg lebih tenang.
"Baik yangmulia" Suzume memberikan cangkir racikan air bunga Jinsei pada Ryuo.
"Pergilah Suzume, tinggalkan aku dengan Yorra berdua. " ucap Ryuo dengan tatapan serius.
"Baik yangmulia. " Suzume pun pergi meninggalkan Ryuo berdua dengan Yorra.
"Greeeek... " Suzume menutup pintu dan pergi.
Didalam ruangan pribadi Ryuo, nampak Ryuo sedang meminumkan racikan bunga Jinsei pada Yorra dengan perlahan.
__ADS_1
Setelah racikan itu habis, Ryuo terus memeluk Yorra di atas tempat tidurnya.
"Yorra, kenapa? Kenapa kamu melakukan hal itu? Kenapa? Apa kamu ingin meninggalkan aku lagi? " gumam Ryuo penuh rasa khawatir dan takut.
Sesaat Ryuo mulai tenang, aura kegelapan diruangan Kerajaan pun perlahan menghilang.
Ryuo segera membaringkan Yorra kembali di tempat tidurnya, agar Yorra dapat beristirahat dan segera sadar.
"Yorra... Jangan pernah tinggalkan aku lagi, aku mohon! Aku mohon! " Ryuo berbaring disebelah Yorra mendekap dan mendekatkan kening nya di wajah Yorra.
Ryuo terus mengusap kening Yorra dengan kelembutan.
DITEMPAT LAIN
Malam hari, di desa...
nampak Tora sangat gelisah hati nya tidak tenang, kakak nya Kirei yg melihat adiknya itu memutuskan untuk membuatkan teh jahe untuk Tora.
"Yorra... Dimana? dimana dia? apa yg harus aku lakukan sekarang? Apa dia mati? " Tora terus bergumam sendiri, dan badan nya gemetar.
"Tora, tenang lah! Minum dulu teh jahe nya. " Kirei menaruh teh hangat itu di atas meja.
Tora pun meminum teh buatan kakak nya, tapi itu tidak dapat merubah kegelisahan nya.
"Coba pelan pelan ceritakan pada kakak apa yg terjadi? Bukan kah Yorra baru pulang kemarin? Lalu kenapa kau seperti ini? " Kirei belum mengetahui kebenaran yg terjadi.
"Yorra... Yorra... " Tora terus gemetar.
"Ada apa dengan Yorra? " tanya Kirei penasaran.
"Yorra, terjun dari tebing jurang gunung Ookii kak. " ucapan Tora membuat Kirei terkejut.
"APAAA? Lalu bagaimana keadaan Yorra? " Kirei nampak sangat panik.
"Aku lihat ia jatuh ke sungai kaki gunung Ookii, tapi aku tidak menemukan nya. " jelas Tora dengan gemetar.
"Kau sudah cari dengan benar? " Tanya Kirei tak yakin.
"Sudah ku cari berulang ulang kali, tapi aku tidak menemukan tubuhnya, aku berfikir jika ia jatuh pasti keadaan nya sekarang akan sangat lemah pasti ia akan pingsan tak sadarkan diri" jelas Tora.
"Baiklah, sekarang jelaskan pada kakak, kenapa bisa Yorra memutuskan untuk terjun dari jurang. Apa yg terjadi? Katakan lah yg jujur Tora, kakak tidak ingin kau menyembunyikan sesuatu dari kakak! " ucap Kirei dengan serius.
Tora terdiam dan bingung apakah ia harus menceritakan yg sebenarnya.
DITEMPAT LAIN
di alam sadar Yorra...
Nampak Yorra berada di alam yg pernah ia datangi sebelum nya.
"Tap, tap, tap. " Suara langkah kaki.
Yorra menoleh ke arah suara langkah kaki itu, dan Yorra pun terkejut melihat Yuki untuk kedua kali nya.
__ADS_1
"Yorra, kita berjumpa lagi. "
To Be Continue