Black Fox Love Story

Black Fox Love Story
Perjodohan


__ADS_3

Di perjalanan menuju desa, terlihat Tora terus memperhatikan Yorra dengan rasa penasaran, Yorra sadar Tora memperhatikan nya.


"Aku tau Tora, banyak pertanyaan yg ingin kau tanyakan kepada ku kan? . " Yorra menoleh dan memperhatikan wajah Tora.


"Ya, aku ingin bertanya banyak hal pada mu tapi nanti, setelah kita menemui ibumu. " ucap Tora.


"Baiklah... " Yorra hanya menunduk, ia tau pasti Tora akan marah.



Sesampainya di desa, Yorra segera memasuki rumah nya, dan menemui ibunya, Disusul dengan Tora mengikuti dari belakang.


"Ibuuuuuu.... " Teriak Yorra.


"Ng?... " ibu Yorra menoleh ke arah wajah anak nya yg datang menghampirinya.


"Ini aku buuuu Yorra...! " Terlihat Yorra berlinang air mata.


"Yorra anak ku, syukurlah kamu sudah kembali Yorra. " Ibu Yorra berusaha ingin bangun dari tidurnya, tapi Yorra mencegahnya.


"Ibu istirahat saja jangan memaksakan untuk bangun. " ucap Yorra Khawatir.


"Haha... I... Ibu Baik baik saja. " Ibu Yorra mengusap wajah anak nya dengan lembut.


"Ibu, maafkan aku yg meninggalkan ibu begitu lama, Hingga membuat ibu sakit seperti ini. " Yorra memeluk ibunya penuh rasa bersalah.


"Iya tidak apa apa anak ku, Ibu hanya sangat mengkhawatirkan mu Yorra, Ibu hanya takut ada hal buruk yg terjadi padamu. " Ucap Ibu Yorra merasa lega bahwa anak nya baik baik saja.


"Aku baik baik saja bu, ibu jangan khawatir ya. " Yorra mencium kening ibu nya yg sangat ia sayangi.


Ibu Yorra melirik kearah belakang Yorra, nampak Tora meracikan bunga jinsei untuk ibu Yorra.


"Tora... Kamu sedang apa? " Tanya ibu Yorra.


"Oh, bibi Tora sedang meracik obat untuk bibi. " Ucap Tora dengan senyum.


"Tora apakah kamu yg membawa Yorra? " tanya ibu Yorra.


"Hahaha... Iya bi, aku kan sudah berjanji pada bibi. " ucapan Tora membuat ibu Yorra meneteskan air mata.


"Ibu kenapa menangis? " Tanya Yorra.


"Bibi? Apa aku salah bicara? " Tora terkejut dan menghampiri ibu Yorra.


"Tidak Tora, bibi senang dan merasa bersyukur Yorra dipertemukan oleh mu. " ibu Yorra tersenyum ceria.


"Bibi, aku yg lebih bersyukur karna bibi telah melahirkan gadis yg cantik seperti Yorra. " Ucapan Tora membuat Yorra tersipu.


"Kamu meledek ku ya Tora? " Yorra mencubit lengan Tora.

__ADS_1


"Aw... Ahaha.. Memang kamu cantik Yorra, ada yg salah? " Tora terlihat senang.


"Ih... Tora. " Yorra merasa malu.


"Hahaha... Wajah mu kenapa merah?" Tora terus tertawa.


"Kalian cocok sekali. " Ucapan ibu Yorra membuat Tora dan Yorra terkejut.


"Hah? " Yorra menoleh ke arah Tora.


"Uhuk uhuk. " Tora tersipu wajah nya memerah.


"Kenapa wajah mu merah begitu? Kau demam? " Yorra berbalik meledeki Tora.


"Aku tidak demam. " Tora mencubit pipi Yorra.


"Aw... Apa sih... Sakit. " Yorra menarik tangan Tora agar segera melepaskan cubitan nya.


"Hahaha... Yorra, ada yg ingin ibu katakan padamu nak. " ucap ibu Yorra.


Tora pun melepaskan cubitan nya dan memperhatikan ibu Yorra yg ingin bicara.


"Ibu ingin kamu dan Tora menikah. " ucap Ibu Yorra dengan serius.


"A...apa? " Yorra tersentak kaget.


"Yorra, kamu dan Tora sudah berteman dari kecil. Ibu percaya pada Tora, Tora akan menjadi suami yg terbaik untuk mu, ia sudah menjadi pendekar sekaligus prajurit Kekaisaran, pasti kamu akan bahagia bersama nya. " ucap Ibu Yorra.


"Ibu ku dan kak Kirei pasti menyetujui jika aku menikahi mu Yorra. " ucap Tora dengan serius.


"Kenapa tiba tiba sekali? " Yorra merasa ini membuatnya bingung.


"Yorra, ini adalah keinginan ibu yg terakhir, jika ibu sudah tidak ada ibu akan merasa tenang meninggalkan mu bersama Tora. " lanjut ucap Ibu Yorra.


"Kenapa Ibu bicara seperti itu? Seakan akan Ibu akan pergi meninggalkan aku sekarang, aku percaya Ibu Baik baik saja, Ibu akan sehat seperti dulu, jangan berkata seperti itu ibu. " Yorra nampak kecewa dan bingung.


"Yorra, kamu harus mendengarkan Ibu. " ucap Ibu Yorra.


"Maaf Ibu... Aku ingin menenangkan fikiran ku dulu, sepertinya aku belum siap menerima ini. " Yorra pun berlari keluar rumah nya.


"Yorra.... " Tora berusaha untuk menghentikan Yorra tapi.


"Tora biarkan saja, Yorra memang seperti itu jika sedang ngambek, nanti juga dia akan kembali pulang. " Ibu Yorra tetap tersenyum menghadapi sikap Yorra.


"Bibi lebih baik minum bunga jinsei nya dulu ya. " Tora mengambil racikan bunga jinsei yg sudah di campur air hangat.


"Terimakasih Tora. " Ibu Yorra pun meminum racikan bunga jinsei yg sudah di buatkan Tora.


Disisi lain...

__ADS_1


Terlihat Yorra sedang duduk di hadapan danau sambil menyandarkan dirinya di pohon besar, angin siang hari berhembus kencang membuat nya terdiam dan termenung.


"Ibu ingin aku menikah dengan Tora, tapi aku tidak mencintai Tora, dan aku tidak bisa menikah dengan Tora sedangkan aku masih dalam ikatan perjanjian dengan Raja Ryuo." Nampak hati Yorra sedang tidak tenang.


"Apa yg harus aku lakukan? " gumam Yorra.


"Turuti saja ucapan ibu mu! " terdengar suara dari balik pohon tempat Yorra bersandar.


"Hah Torra?" Yorra menoleh ke arah balik pohon itu.


Terlihat Tora sedang berdiri dan melihat Yorra dengan wajah serius.


"Hah, pasti kamu ingin mengajukan banyak pertanyaan. " ucap Yorra malas.


"Ya... Ceritakan pada ku semua nya, Aku tidak ingin kamu menyembunyikan rahasia apa pun dari ku? " Tora pun mendekati Yorra dan duduk di sebelahnya.


"Ucapan mu seakan akan kau kakak ku. " Yorra sangat sebal.


"Bukan hanya sekedar kakak, aku sahabat mu, kakak mu, dan calon suami mu. " Ucapan Tora membuat Yorra ingin tertawa.


"Hahahaha... Siapa juga yg ingin menikah dengan mu Tora? " sesaat Yorra tertawa, lengan kanan Yorra di tarik Tora hingga wajah Yorra dengan Tora saling berhadapan.


"Aku tidak ingin bercanda, aku benar benar serius. " Nampak jelas tatapan Tora yg serius membuat Yorra gugup.


"Aku juga serius, aku tidak bisa menikah dengan mu. " Yorra memalingkan wajahnya dan tidak ingin menatap mata Tora.


"Kenapa?" tanya Tora.


"Aku sudah punya ikatan dengan Raja Ryuo. " ucap Yorra.


"Ikatan dengan raja siluman itu? Ikatan apa? " Tora pun melepaskan genggaman nya.


"Ikatan perjanjian untuk menjadi pelayan pribadi Raja Ryuo seumur hidup ku. " jelas Yorra.


"Apaaaa? Apa maksudnya? Kau sudah gila? " Tora terkejut dengan ucapan Yorra.


"Awal nya aku berfikir begitu, aku sudah mengambil keputusan gila menjadi pelayan seorang siluman terkuat. Tapi, ini semua demi ibu ku, aku ingin ibu sembuh. Maka dari itu aku menerima perjanjian itu. " jelas Yorra.


"Jadi awal semua ini saat pertama kali kamu mencari bunga jinsei? " tanya Tora.


"iya... " Jawab Yorra


"memang tidak mudah untuk mendapatkan bunga itu, Karna saat ia menanam nya ia harus merawatnya selama 100 tahun dan bunga itu terselip kekuatan Raja Ryuo didalam nya, jadi dengan bayaran aku menjadi pelayan nya adalah hal yg sepadam. " Jelas Yorra.


"aku tidak peduli seberapa berharganya bunga jinsei itu untuk nya, hingga menjadikan mu pelayan nya. Yorra aku akan melepaskan ikatan itu. " ucap Tora.


"Apa? " Yorra terkejut dengan ucapan Tora.


"Aku akan membunuh Raja siluman itu, dan melepaskan ikatan itu. "

__ADS_1


To Be Continue.


__ADS_2