Black Fox Love Story

Black Fox Love Story
Didalam Gunung Ookii


__ADS_3

Perjalanan Yorra pun di mulai...



Yorra mulai memasuki kaki gunung Ookii, yg disana adalah akses jalan menuju hutan yg lebat.


Yorra terus berjalan, dan berjalan tanpa henti...


"Tora bilang, bunga Jinsei ada di puncak gunung ya... hm... baik lah... majuuu terus... " ucap yorra penuh semangat.


Yorra terus berjalan manaiki gunung melalui jalan setapak. sesekali ia berhenti lalu melanjutkan perjalanan nya kembali...


tak terasa perjalanan yorra banyak memakan waktu, hingga matahari mulai terbenam. yorra pun memutuskan untuk berhenti dan melanjutkan perjalanan nya lagi besok pagi...


"aah... sudah sore ya... baiklah, aku istirahat disini dulu saja." ucap yorra sambil duduk menyender di samping pohon besar.


setelah beberapa menit beristirahat, yorra pun bergegas mencari kayu bakar untuk membuat api unggun. dan mencari beberapa daun besar untuk ia jadikan selimut nya nanti saat tidur.


"oke api unggunnya sudah siap... hehe... " ucap yorra senang karna tidak butuh waktu lama untuk membuat api unggunnya.


"Kruuuuuukkkk.... " suara yg muncul dari perut yorra.


"sepertinya aku lapar, baiklah apa yg bisa dimakan dari hutan ini? " ucap yorra sambil berfikir, dan pandangan nya melihat sekeliling nya.


Yorra pun mencari sungai, dan ternyata ia menemukan sungai yg tidak jauh dari tempat nya beristirahat.


"apa disini ada ikan? " ucap yorra sambil melihat sungai yg sangat jernih, didalam nya ada bebatuan yg nampak jelas saat ikan ikan itu lewat.



"baiklah, aku akan cari ranting kayu dulu baru bisa ku tombak ikan itu... " ucap yorra meninggalkan sungai dan mencari ranting kayu.


beberapa saat mencari akhirnya yorra pun menemukan ranting kayu yg bagus, kuat dan sedikit tajam di ujung nya.


"ohhh... ini dia, aku beruntung... " ucap yorra sambil memegang ranting kayu yg ia temukan.


yorra pun kembali ke sungai, dan memulai aksi nya menombak ikan...


"ayo ikan, datang lah pada ku... " ucap yorra, dengan cekatan ranting itu tiba tiba mengenai tubuh salah satu ikan.


"Splaaaaasshhht" suara ranting yg menusuk ikan yg melintas.


"yuhuuuuuuu kenaaaaa.. " ucap yorra kegirangan. saat yorra menarik ranting nya dari sungai, tiba tiba ikan itu bercahaya sangat terang...


"a.. ada apa iniii? kenapa? " ucap yorra panik, sambil menutup mata nya karna cahaya itu terlalu terang.



tiba tiba ikan itu berubah menjadi manusia berwujud wanita cantik, dan di bahu nya tertancap ranting milik yorra.


"a... apa yg terjadi? " ucap yorra gugup, karna cahaya itu pun memudar dan akhirnya nampak jelas wanita di hadapan nya.


"ma... manusia... kamu menusuk ku... aaaarghhh... " ucap wanita cantik itu sambil memegang bahunya ia pun berdiri dan keluar dari sungai. ekspresi wajah wanita itu sedikit kesal.


"ma... maaf... kamu siluman ikan?... " ucap yorra kaget, dengan rasa bersalah yorra pun menghampiri wanita itu dan berusaha ingin melepaskan ranting milik nya.

__ADS_1


tapi, tangan yorra di tepis oleh wanita itu dengan kencang.


"JANGAN SENTUH AKU, dasar kau manusia kejam... " ucap wanita itu sambil menangis dan marah.


yorra pun berlutut dan merasa bersalah.


"a... aku su.. sungguh minta maaf...biar kan aku mencabut ranting itu..." ucap yorra penuh rasa bersalah.


tiba tiba muncul laki laki berambut putih dan menghampiri wanita siluman ikan itu.


"wah... wah... Kingyo Rin putri ikan terluka... " ucap laki laki itu sambil tersenyum.


Kingyo Rin adalah putri tunggal dari jendral siluman ikan raksasa di perairan danau gunung ookii.


"tu... tuan Shiroi ... " ucap wanita itu sambil kaget.


"Sakit?... " tanya laki laki yg bernama Shiroi pada wanita siluman ikan itu.


"sa... sakit sekali tu.. tuan... " jawab wanita siluman yg bernama Kingyo itu dengan ekspresi ingin menangis.


tak ambil waktu lama laki laki bernama Shiroi pun mencabut ranting itu, yorra yg melihat tak mampu berkata apa apa, karna ia dalam posisi tak mampu untuk kabur sekali pun, yorra cukup kaget karna ia baru pertama kali melihat siluman seumur hidupnya.


"aaaa argh... " suara teriakan kesakitan wanita siluman ikan itu membuat yorra membelalak memandang nya. karna cabutan ranting yg di tarik oleh laki laki bernama Shiroi itu cukup keras.


setelah itu laki laki yg bernama Shiroi itu pun menyembuhkan luka wanita siluman ikan itu dengan kekuatan yg terpancar dari telapak tangan kanan nya. perlahan luka itu pun sembuh, sementara itu yorra pun masih memandangi terus hal langka dalam hidup nya itu.


"terimakasih banyak tuan Shiroi... " ucap wanita siluman ikan itu penuh hormat terhadap laki laki bernama Shiroi. lalu wanita bernama Kingyo itu berlutut di depan laki laki bernama Shiroi penuh hormat.


"kembalilah... ke sungai... manusia ini biar aku yg urus. " ucap laki laki bernama Shiroi sambil menoleh ke arah yorra.


"baik tuan... " ucap wanita bernama Kingyo itu patuh, dan ia pun kembali ke sungai dalam wujud ikan.


sementara itu laki laki itu menghampiri yorra yg dalam posisi berlutut dan tercengang.


"apa yg kau laku kan disini? " tanya Shiroi dengan tatapan dingin pada yorra.


"a... aku, sedang mencari.. bunga Jinsei di puncak gunung... dan a... aku sedang beristirahat disini... besok pagi aku akan melanjutkan perjalanan ku, hanya saja tadi aku sedikit lapar... lalu a... aku fikir ikan itu bisa di... dimakan.. ma...maaf..." yorra berusaha menjelaskan semuanya walau sedikit gugup dan takut.


"untuk siapa bunga Jinsei itu? " tanya pria bernama Shiroi dengan wajah datar.


"i... ibu ku sakit keras, dan sekarang ia sedang berbaring lemas dirumah, i...itu... bunga Jinsei akan ku gunakan untuk membuat ramuan penyembuh ibu ku. " jawab yorra saat di tanya oleh laki laki bernama Shiroi.


Yorra berharap shiroi akan membantu nya. tapi, Shiroi pun memegang tangan yorra dengan kencang, yorra pun bingung...


"aku cukup terkesan atas keberanian mu pergi ke gunung Ookii sendirian, padahal kau tau gunung ini terlalu berbahaya... " ucap Shiroi dengan tatapan tajam menatap yorra.


yorra tak bisa melepaskan tangan nya dari genggaman Shiroi, yorra pun mulai merasa takut.



"Oh... aku belum memperkenalkan diri ya, nama ku Shiroi Kei aku jendral siluman ular putih di hutan bagian utara... senang melihat mu manusia. " ucap Shiroi dengan senyum penuh hasrat membunuh.


"sial, anak panah dan busur ku tidak bisa di gunakan saat seperti ini... apa aku akan mati disini? " ucap yorra dalam hati nya penuh ketakutan.


"aahaaa... akan ku bawa kau pada yangmulia raja... pasti yangmulia sangat senang bisa menyantap manusia lagi malam ini hihihihi..." ucap Shiroi dengan senyum sinis.

__ADS_1


tangan Shiroi pun berubah menjadi ular dan melilit tubuh yorra. yorra semakin sulit untuk kabur.


"AAAAAGH... LEPASKAN AKU ULAR SIALAN...TOLOOOOONG " yorra pun berusaha teriak, berharap ada orang lain mendengarkan suara nya dan menolong nya.


tapi, semua nya sia sia...


yorra pun di bawa oleh Shiroi ke puncak gunung Ookii untuk menemui nya pada raja...


yorra akhirnya pun lemas, karna terus terusan memberontak dalam genggaman Shiroi.


"i... ibu... tora... kak kirei... maaf kan aku, aku memang terlalu keras kepala... aku merasa hebat sendiri, padahal aku lemah ... aku memang bodoh...maafkan aku... inikah saatnya aku akan mati sia sia? " ucap yorra dalam hatinya penuh kekecewaan pada diri nya sendiri, sesekali air mata nya mengalir dan membasahi pipi nya


sesampai nya di sebuah kuil tua yg sangat kotor, Shiroi pun mengalirkan kekuatan nya. tiba tiba kuil itu berubah menjadi kerajaan.



lalu dengan segera shiroi masuk dan istana itu berubah lagi menjadi kuil tua seperti semula...


"kita sampai... " ucap Shiroi pada yorra, yorra pun akhirnya tercengang.


Shiroi pun membawa yorra kehadapan yangmulia raja. dengan tubuh yorra masih di ikat dengan ularnya.


"gawaaaatttt.... ini gawaaaatttt... " ucap yorra dalam hati nya penuh waswas...


"yangmulia hamba menghadap... " ucap Shiroi dengan hormat pada sosok pria berwajah sangar yg duduk di singgah sana kerajaan nya.



"apa yg kau bawa Shiroi? " tanya yangmulia raja pada Shiroi dengan tatapan tajam.


"Manusia yangmulia, mungkin yangmulia ingin menyantap daging manusia malam ini, jadi saya bawakan kesini untuk yangmulia.. " ucap Shiroi penuh hormat.


"hmm... " raja pun memperhatikan yorra dari atas rambutnya hingga ujung kaki nya.


"apa... ini tidak mungkin.. aku harus kabur dari sini... " ucap yorra dalam hati nya.


raja pun turun dari singgahsana nya dan menghampiri yorra...


"tap... tap... tap... " suara langkah kaki raja yg menghampiri yorra.


yorra pun hanya bisa menunduk ketakutan, dan tak berani melihat raja yg ada didepan nya.


apa yg akan terjadi selanjutnya terhadap yorra?


To Be Continue ...


Trimakasih banyak untuk pembaca BFLS yg sudah memberi support author pemula seperti saya 🙏


dukungan kalian dalam bentuk LIKE, VOTE dan FAVORITE sangat berarti saya agar lebih semangat lagi menulis 🙏😊


dan beri masukan ya di kolom KOMENTAR agar saya tau dibagian mana yg harus di perbaiki.


selebihnya terimakasih semuanya. 🙏


Enjoy and Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2