
Di Kerajaan siluman...
Yorra pun dibawa raja kesebuah taman dimensi ruang lain di gunung ookii yg disana tetap terang atau tetap seperti siang tidak ada malam hari, dan disana banyak sekali berbagai macam bunga bunga yg cantik.
"Waaahhh... Bunga nya banyak sekali. " Ucap yorra kagum dan sangat senang melihat pemandangan bunga yg sangat indah.
Raja hanya tersenyum saat yorra berbicara sendiri.
"Kau suka bunga? " Tanya raja pada yorra.
"Ng... Suka sekali...saat melihat bunga rasanya hatiku seperti waaahhh susah dijelaskan" Jawab yorra dengan senang.
Tiba tiba raja menoleh ke arah yorra, dan melihat yorra dengan tatapan penuh rasa penasaran. membuat yorra bingung.
"A.. Ada apa yangmulia? " Tanya yorra bingung.
"Ah, tidak... Hanya saja Ucapan itu, pernah ku dengar sebelum nya." Jawab raja, lalu raja memalingkan pandangan nya dari yorra dan melanjutkan perjalanan nya.
"Em?... Masa? " Ucap yorra bingung dalam hati nya.
Setelah sekian jauh perjalanan nya melalui taman bunga bunga, akhirnya mereka sampai di sebuah bukit kecil yg di atas nya tumbuh bunga yg bercahaya ke emasan.
"Ini bunga jinsei yg kau cari... " Ucap raja sambil menunjuk ke arah bunga yg bercahaya ke emasan itu.
"Wooooaaaahhhh... Cantik nya.... " Yorra pun tercengang kagum dengan kecantikan bunga jinsei.
"Bunga ini sangat langka, aku menanam nya 100tahun yg lalu, Bunga ini abadi. " Ucap raja dengan tatapan lembut melihat bunga jinsei yg bercahaya.
"Yangmulia yg menanam nya? Hebat 100tahun yg lalu... " Ucap kagum yorra, yorra pun menyentuh bunga jinsei perlahan dengan lembut.
"ehhh... umur raja sudah 100tahun ya? apa mungkin lebih? " Ucap yorra dalam hatinya sambil berfikir.
tiba tiba Raja tersenyum simpul, entah apa yg ia bayangkan saat itu.
"Yangmulia, untuk apa yangmulia menanam bunga jinsei? " Tanya yorra, penasaran.
Raja pun terdiam, dan tak menjawab. Tanpa memperdulikan ucapan yorra, raja pun memetik bunga jinsei 1 tangkai, lalu diberikan pada yorra.
"Dia tidak menjawab pertanyaan ku? " ucap yorra dalam hati nya penasaran.
"Anu... Yangmulia Kenapa cuma 1 tangkai? " Tanya yorra, sambil menerima bunga yg ia Terima dari raja.
"1 bunga jinsei dapat menyembuhkan berbagai penyakit seketika, jadi tak perlu banyak banyak. Lagi pula bunga ini tak boleh jatuh ke tangan yg salah, ada kekuatan ku yg terselip di balik cahaya bunga ini. Aku takut ada manusia yg memanfaatkan nya untuk niat jahat. " Jawab raja dengan serius.
"Mm...baiklah, oh Yangmulia, apa para jendral pernah menggunakan bunga jinsei juga? " Tanya yorra penasaran.
"Tidak, bunga ini sangat penting bagi ku, jadi semua siluman tak ada yg berani menyentuh tanpa seizin ku. " Jawab raja dengan ekspresi wajah dingin nya.
"Em... E.. Itu...Yangmulia... " Ucap yorra ingin menanyakan sesuatu tapi, ia ragu.
Raja pun menoleh ke arah yorra, dan menatap yorra dengan datar.
"Mm... Apa.. Yangmulia siluman juga? " Pertanyaan yorra membuat raja terdiam sesaat.
__ADS_1
"ehhh... lancang sekali mulutku ya... " Ucap yorra dalam hatinya merasa tidak sopan.
"Menurutmu? " Jawaban raja cukup sederhana. Lalu raja pun berbalik badan dan melangkahkan kaki nya perlahan tanpa menjawab pertanyaan yorra.
"Dia sangat tertutup... walau telinga itu kadang muncul kadang tidak, sudah ku pastikan telinga hewan itu sudah menjelaskan tanpa harus kau jawab wahai raja. Huh... " Ucap yorra dalam hati nya kesal.
"Ayo kita kembali" Ucap raja.
"Baik yangmulia... " Ucap yorra dengan patuh.
Sesampai nya kembali di ruangan singgahsana raja. Disana nampak para jendral raja sedang berdiri menanti kedatangan raja.
"Yorra, pulanglah... Akan ku tunggu kedatangan mu dalam waktu 3 hari. Aku harap kau tidak ingkar... " Ucap raja dengan tatapan serius.
"Ng... Baik yangmulia... Aku akan kembali setelah 3 hari" Ucap yorra sambil memberi hormat dan menundukan bahu nya.
"Ng... " Raja pun menjawab dengan satu kali anggukan.
"Biar saya antar perempuan ini hingga depan gerbang kerajaan yangmulia... " Ucap shiroi, sambil berlutut penuh hormat.
"Ya... Antar dia. " Jawab raja.
"Baik yangmulia... " Ucap shiroi sambil berjalan di depan yorra.
Yorra pun di antar shiroi hingga depan gerbang kerajaan, dan tiba tiba gerbang kerajaan berubah menjadi kuil tua kembali.
"Terimakasih sudah mengantarku, aku pergi. " Ucap yorra sambil memberi hormat.
Shiroi hanya diam menatap yorra tanpa ekspresi, Dan tanpa ucapan apa pun.
"Kenapa yangmulia tidak memakan gadis manusia itu? Apa... Karna wajahnya mirip dengan wanita brengsek itu? " Ucap shiroi dalam hati nya penuh kekesalan.
Sesaat perginya yorra tiba tiba, ada rubah kecil berwarna hitam berlari melewati shiroi, shiroi pun kaget melihat nya...
"Yangmulia? Mengeluarkan clone nya? Untuk apa? " Ucap shiroi dengan ekspresi kaget.
Clone rubah hitam itu pun berhenti dan menoleh kearah shiroi dengan tatapan seperti berbicara "siapa wanita brengsek yg kau maksud? " Pandang an clone rubah hitam itu seperti penuh amarah.
Tanpa fikir panjang Shiroi langsung berlutut...
"Yangmulia ampuni hamba, hamba tidak akan berkata seperti itu lagi" Ucap shiroi sambil berlutut gemetar.
rubah kecil berwarna hitam itu pun berlari meninggalkan shiroi, dan seperti mengejar yorra pergi.
"Habislah aku... " Ucap shiroi ketakutan.
Para jendral raja sudah saling terhubung antara pandangan, pendengaran, dan hati, jadi tidak ada kebohongan dan pengkhianatan antara jendral dengan raja. Jika jendral berniat jahat pada raja, raja akan membunuh nya.
DITEMPAT LAIN.
Di kaki gunung bagian utara...
__ADS_1
Yorra sudah keluar dari hutan dengan cepat, terlalu bersemangat hingga rasa lelah saat berlari tidak ia rasa.
"Tap,Tap... Tap,Tap... Tap, Tap... " Suara langkah kaki yorra yg berlari.
"Ibu... Aku pulang... " Ucap yorra dalam hati nya senang.
Sesampai nya di desa yorra melihat tora menangis di depan pintu rumah nya. Tersentak membuat yorra penasaran dan menghampiri tora.
"Tora... Ada apa? " Tanya yorra khawatir, dan tangan yorra pun memegang bahu tora dengan lembut.
"Yorra... Kau selamat? Yorra kau tidak terluka? " Ucap tora yg malah berbalik khawatir pada yorra.
"Aku baik baik saja, kamu kenapa menangis? Apa yg terjadi mana kak kirei? " Tanya yorra sangat khawatir.
Tora pun tak kuat menahan air mata nya, saat melihat yorra membuat nya semakin ingin menangis.
"Ada apa? " Ucap yorra yg penasaran, akhirnya Yorra pun masuk kerumah tora.
Yorra kaget melihat kirei menangis, ibunda tora pun menangis, dan disana ada yg berbaring hanya dengan ditutup kain putih. Yorra pun menghampiri kirei dan memeluk kirei sontak membuat kirei kaget.
"Yorra kau kembali yorra... Syukurlah , syukurlah... " Ucap kirei sambil memeluk yorra erat.
"Ada apa kak? Apa yg terjadi? " Ucap yorra penasaran.
Kirei pun berusaha menjelaskan apa yg terjadi pada yorra...
DITEMPAT LAIN.
Kerajaan siluman..
Saat shiroi menghadap raja dengan gemetar, raja pun menghampiri shiroi.
"PLAAAAAK, SYUUUUUUUTTT BRUAAAAK BRUUUUK BRUUUUK... " Suara shiroi yg di tampar oleh raja, dan shiroi pun terpental dan terpelanting dengan keras ke dinding.
Semua jendral hanya bisa menunduk dan tidak berani untuk melihat apa yg terjadi pada shiroi.
"Siapa yg kau bilang wanita brengsek shiroi? " Ucap raja dengan tatapan marah.
Shiroi berusaha bangkit dan berlutut dengan kondisi bibir nya mengeluarkan darah.
"Am.. Ampuni hamba yangmulia... " Ucap shiroi gemetar.
Raja menghampiri shiroi lagi, dengan tatapan marah.
"Kalau ku tau kau sangat membenci yuki dari awal sudah ku bunuh saja kau tanpa ampun, yuki mengizinkan kau hidup ini balasan nya?... Ular tetap lah ular, berbisa" Ucap raja yg sedang murka, sambil mencengkram leher shiroi.
"Am.. Ampuni saya... Yangmulia" Ucap shiroi kesakitan.
Tiba tiba...
"HENTIKAN YANGMULIA... RYUU" ucap salah seorang siluman perempuan bersayap putih yg berani berbicara lantang dengan raja.
Raja pun menoleh ke arah suara itu...
"Oh... Kau sudah kembali...Suzume"
__ADS_1
To Be Continue...