Black Fox Love Story

Black Fox Love Story
Pertemuan Ke 2


__ADS_3

Di alam bawah sadar Yorra, terlihat suasana yg begitu putih dan penuh dengan awan yg bertaburan, Disanalah Yorra bertemu dengan Yuki untuk kedua kali nya.


"Nona Yuki... " Yorra pun berlari dan memeluk Yuki.


"Senang berjumpa dengan mu lagi Yorra. " ucap Yuki dengan lembut.


"Nona Yuki, ada hal yg ingin ku tanya kan. " Yorra melepas pelukan nya dan memandang wajah wanita yg sangat mirip dengan nya itu.


"Apa itu Yorra? " Yuki pun tersenyum dan mengusap dengan lembut wajah Yorra.


"Kenapa nona Yuki menyuruh ku untuk membunuh yangmulia Ryuo? hingga saat ini aku masih memikirkan ucapan nona Yuki waktu itu. " ucap Yorra dengan wajah penasaran.


"Yorra setelah apa yg ku tampilkan padamu, dan apa yg aku cerita kan kamu sudah lihat berapa mengerikan nya Ryuo itu saat marah, dan dia sangat protektif dalam menjaga seseorang yg sangat ia cintai, kau lupa ratusan manusia ia bunuh saat peperangan 100 tahun yg lalu. Apa kamu ingin itu terulang lagi? " ucap Yuki.


"Tidak, aku tidak ingin itu terjadi. Tapi, apa tidak ada cara lain? atau bisa juga merubah sifat yangmulia? nona Yuki pasti paham karna nona Yuki sudah mengenal yangmulia lebih lama. " Yorra berharap Ryuo bisa berubah dan Yorra tidak perlu membunuh Ryuo.


"Yorra, apa kah kau jatuh cinta pada Ryuo? " Yuki terlihat penasaran.


"bukan seperti itu, aku memang tidak ingin melihat tumpah darah lagi, tapi aku juga tidak ingin yangmulia Ryuo mati. ia sudah sangat menderita, aku tidak ingin membuatnya semakin menderita. " jelas Yorra.


Yuki selalu tersenyum tiap kali Yorra berbicara...


"jika kamu ingin merubah sifat nya, aku setuju tapi menurut ku mustahil Yorra, itu adalah sifat alami nya, selama aku bersama nya, ia sangat egois dan tak pernah mengizinkan aku keluar dari istana. Memang aku di perlakukan dengan cinta dan kasih sayang, tapi kasih sayang yg ia berikan terlalu berlebihan dan bukan kah itu menakutkan? " ucap Yuki.


"nona Yuki benar itu sangat menakutkan, tapi aku merasa itu adalah bukti yg nyata bagi yangmulia Ryuo, ia membuktikan kasih sayang nya dengan seperti itu. naluri pelindung nya itu adalah bawaan dari sifat alami rubah yg ada di dirinya, dan ia adalah seorang pemimpin, bukan kah memang seperti itu? Aku pun demikian jika seseorang yg sangat ku cintai terluka aku pun akan sangat murka, dan mungkin apa yg yangmulia Ryuo lakukan akan aku lakukan. " ucapan Yorra membuat Yuki terdiam dan termenung.


Yuki merasa Yorra lebih mengerti perasaan Ryuo di banding dirinya, Yuki pun tersenyum ia sangat senang karna akhirnya Ryuo menemukan perempuan yg tepat untuk nya.


"Aku senang reinkarnasi ku sangat mengerti Ryuo di banding aku. " Yuki pun memeluk Yorra yg tepat berada didepan nya.


"Ah? nona maafkan aku, apa ucapan ku terlalu tidak sopan? " Yorra merasa ucapan nya menyinggung hati Yuki.


"Tidak Yorra tidak sama sekali, justru aku senang kau hadir menjadi penawar luka untuk Ryuo. " ucap Yuki dengan lembut.


"nona Yuki... "


"Yorra ada yg ingin ku tunjukan pada mu.! " Yuki memegang tangan Yorra dan membawa nya kesebuah lingkaran yg sangat terang.


"nona Yuki kita mau kemana? " Yorra pun ditarik Yuki menuju alam sadar.


Sesaat Yorra dan Yuki keluar dari alam bawah sadar, terlihat ruh Yorra keluar dari tubuh nya yg sedang terbaring di ranjang.


"Ah? Apa yg terjadi? " Yorra nampak bingung saat melihat tubuh nya yg terbaring.


"Aku hanya ingin menunjukan pada mu Yorra, lihat lah Ryuo sedang menjaga mu. " Yuki menunjuk ke arah Ryuo yg sedang berbaring mendekap Yorra dan mengusap kening Yorra dengan lembut.


"Yangmulia menjaga ku? Sebentar aku kenapa? " Yorra sedikit lupa apa yg terjadi.

__ADS_1


"Kau yakin tidak ingat? " tanya Yuki.


"Ahhh.!? " sesaat Yorra berfikir, ia akhirnya mengingat semuanya kejadian yg membuat dada nya sesak.


tiba tiba tubuh Yorra gemetar, dan jantung berdegup kencang, membayangkan wajah Tora yg tepat berada di depan nya sedang melakukan hal yg tidak seharusnya ia lakukan.


"Ada apa Yorra? " tanya Yuki penasaran, karna nampak Yorra sangat ketakutan dan penuh rasa kecewa.


"Tidak, hah tidak apa apa nona Yuki. " jawab Yorra dengan nada gelisah.


"Baiklah, ayo kita kembali saja Yorra. Sepertinya Ryuo ingin kamu kembali ke alam sadar. " ucap Yuki mengajak Yorra.


Yorra sekilas melihat Ryuo sedang tidak tidur, ia hanya terus bergumam sendiri dengan wajah yg terlihat sangat sedih.


"Yorra bangun... bangunlah... bangun Yorra. " gumam Ryuo dengan nada suara yg sangat pelan.


"nona Yuki, izinkan aku lebih lama seperti ini boleh? " ucap Yorra.


"Memang nya apa yg ingin kau lakukan? " tanya Yuki.


"Aku hanya ingin melihat pemandangan ini hingga besok pagi, boleh kan nona Yuki? " Yorra terlihat ingin sekali melihat Ryuo.


"Baiklah, aku akan mengikat tali merah ini. " Yuki mengambil tali berwarna merah dari saku nya dan mengikatkan pada lengan Yorra.


"Besok kamu harus sudah masuk ke tubuhmu ya, jika kamu ingin masuk ketubuhmu lepas lah tali merah ini. " Yuki menjelaskan nya pada Yorra.


"Baik nona Yuki, terimakasih. " ucap Yorra.


"Aku harus kembali, Yorra sampai nanti." Yuki pun berjalan menuju lubang cahaya putih.


"Semoga kita bisa berjumpa lagi nona Yuki. " Yorra pun melambaikan tangan nya detik detik saat Yuki menghilang.


DITEMPAT LAIN


Di desa terlihat Tora dan Kirei masih duduk berdua diruang tengah rumah nya.


"Ayo katakan Tora jangan diam saja!!!" Kirei mulai curiga dengan adiknya.


"Kak... " Tora perlahan mulai memberanikan diri untuk berbicara, tatapan nya sendu ia merasa bersalah dengan apa yg ia lakukan.


"Aku membuat Yorra pingsan dengan racikan obat tidur yg ku buat dengan dosis tinggi. " Lanjut Tora.


"Lalu? untuk apa kau lakukan itu? " tanya Kirei.


"Aku.... "


"Aku... "

__ADS_1


"Aku bercinta dengan Yorra. " ucapan Tora membuat kakak nya terkejut.


"Apaaaaa? dalam keadaan Yorra pingsan? " Kirei benar benar tak menyangka adik nya akan melakukan itu.


"Iya, aku akui aku salah, aku sudah merenggut kesucian Yorra. Tapi aku sungguh mencintai nya dan memang ingin sekali menikahi nya kak. " Tora berusaha meyakinkan kakak nya bahwa yg ia lakukan atas dasar cinta yg sangat besar.


"Hahhh... aku sudah membayangkan jika Yorra sangat terguncang perasaan nya, dan pasti ia kecewa sekali dengan mu. Maka dari itu ia melompat dari tebing jurang. " Kirei memijat kening nya.


"Kak, bantulah aku mencari Yorra, Aku mohon bantu aku kak! " Tora mengguncang guncang lengan kakak nya.


"Baik, besok pagi kita cari Yorra disungai. " Kirei segera menenangkan hati Tora.


"Terimakasih kak, terimakasih banyak. " Tora memeluk kakak nya.


walau Kirei sangat marah dengan adiknya, tapi ia benar benar tidak tega, melihat adiknya seperti tertekan dengan hilangnya Yorra.


DITEMPAT LAIN


Esokan harinya terlihat matahari bersinar dengan hangat, memantul mengenai kaca jendela ruang pribadi Ryuo. terlihat Ryuo tengah duduk dan memandang Yorra yg masih belum sadarkan diri.


"Kenapa bunga jinsei tidak bekerja dengan baik? Apa suzume meracik nya tidak benar? Harusnya Yorra sudah sadar dari semalam. " Ryuo nampak sangat kesal dengan Suzume.


"Tok tok tok... " Suara ketukan pintu ruang pribadi Ryuo.


"Yangmulia, yangmulia memanggil saya!? " Ucap suzume dari balik pintu.


"Masuk lah! " ucap Ryuo dengan nada kesal.


"Baik yangmulia. " Suzume pun masuk keruangan pribadi Ryuo.


"Kreeeeek." saat Suzume membuka pintu, Suzume melihat Ryuo sudah berdiri dengan ekspresi wajah marahnya.


Suzume pun berlutut dan memberi hormat.


"Suzume... " tegur Ryuo.


"Ya yangmulia? " jawab Suzume.


"Apa yg kau racik semalam?" tanya Ryuo dengan nada tinggi.


"Saya membuat racikan bunga jinsei yangmulia, apa kah ada yg salah dengan racikan saya? " Suzume nampak cemas.


"Hingga semalam, racikan itu tidak bekerja Yorra belum sadar hingga saat ini. " ucap Ryuo.


"Tidak mungkin, saya sudah melakukan nya dengan benar bahkan saya tidak pernah salah membeda kan bunga jinsei dengan bunga yg lain. baiklah sebagai menebus rasa bersalah saya izinkan saya meracik ulang bunga jinsei nya yangmulia! " ucap Suzume.


"Tidak perlu! biar aku saja, kamu jaga Yorra saja!" Ryuo pun berjalan melewati Suzume dan pergi meninggalkan Suzume yg terus menunduk.

__ADS_1


"Hah... Aku seperti nya melakukan kesalahan. "


To Be Continue


__ADS_2