Black Fox Love Story

Black Fox Love Story
Masa Lalu Yuki (2)


__ADS_3

Kejadian masa itu...


"Hei... Apa maksud mu ingin berada disisi yuki? " Ryuo pun bingung dengan perkataan siluman burung pipit itu.


"Hemmm... Anggaplah aku berhutang budi, aku ingin menjadi teman nya. " ucap suzume.


"Hah... TIDAK... " tolak Ryuo.


"Baik aku mau... " yuki pun menyetujui.


"Yukiiiiii... " Ryuo pun kesal.


"Dia telah menyelamatkan aku, jadi aku tak keberatan. " yuki pun menghampiri suzume.


"Tunggu tunggu dia itu siluman, pasti dia bermaksud ingin memakan mu... Kamu jangan terlalu baik yukiiiiii.... " Ryuo menarik tangan yuki.


"Ryuo jika kau tak mempercayai dia, buatkan Aku segel ikatan dengan suzume, agar hati ku dengan nya bisa saling memahami satu sama lain, jika dia berniat buruk pada ku. Aku akan mengetahui nya... " ucapan yuki akhirnya di setujui Ryuo.


Suzume terus memandang wajah yuki dengan senyum.


"Setelah itu aku dengan suzume memiliki ikatan, Jika salah satu dari kami (aku/suzume) terluka maka salah satu dari kami pun ikut merasakan luka nya, aku dan suzume tidak bisa saling berbohong. Maka dari itu Ryuo mengizinkan Suzume bersama ku. "


"Ada suatu kejadian suzume bertarung dengan siluman ular putih karna berusaha melindungi aku. Pada saat itu Ryuo sedang tidak bersama ku, ia sedang mencari bibit bunga jinsei yg dapat tumbuh dengan cepat. Sedangkan Suzume nyaris mati karna siluman ular itu terlalu kuat... dan berimbas juga kepada ku, aku pun yg tidak melakukan apa apa merasakan sakit nya apa yg suzume rasakan. "


Kejadian saat itu...


"No... Na... Yuki... " Suzume pun terbaring lemas dengan darah yg berceceran, sedangkan yuki tidak terluka tapi tubuh yuki terasa sangat sakit.


"Suzume... Argh... Bertahan lah, a... Aku... " yuki pun menopang suzume di paha nya.


"HAHAHAHA... LIHAT ITU? kau sangat melindungi manusia HAHAHA...rasakan akibatnya. " siluman ular putih itu sangat kegirangan.


"Ryuo... Ce...cepat pulang... Aku takut... Aaargh... Sa... Sakit sekali... " ucap di hati Yuki berusaha bertahan walau tubuh nya terasa sakit.


"Makanan ku ooohhh.... Makanan ku... " ucap siluman ular putih itu menghampiri Yuki.


Suzume berusaha bangkit kembali untuk melindungi yuki, tapi yuki mencegah nya.


"Sudah cukup suzume, hhaahh... Biarkan aku yg melawan nya. " cegah yuki, dan berusaha untuk berdiri.


Yuki mengambil pedang milik suzume, dan berdiri untuk melawan siluman ular itu.


"Wa..laupun a...aku anak seorang kaisar, aku juga... pandai bermain pedang. " ucap yuki yakin.


"HAHAHAHA... boleh juga keberanian mu... " ucap ular putih itu dengan senang.


Siluman Ular itu pun memanjangkan tangan kanan nya dan merubah nya menjadi ular, yuki bersiap untuk melawan nya.


"Sruuuuuuuuurrrrtttt" Tangan kanan siluman itu memanjang dan menyerang yuki.


Yuki pun berlari menghindari nya.


"Sruuuuuuuuurrrrtttt" Tangan kiri siluman itu pun juga berubah menjadi ular dan menyerang yuki.


Yuki pun meloncat menghindari nya, yuki mengayunkan pedang nya dan memotong tangan kiri siluman ular itu.

__ADS_1


"Sraaaaaakk" Lengan kiri siluman itu putus.


"Aaaarrrgghhh... HAHAHAHA... WANITA BRENGSEK boleh juga kau... " Siluman itu berlari ke arah yuki.


"Tap... Tap.. Tap.. Tap.. Tap.. " Yuki pun berlari ke arah siluman itu.


Lengan kanan siluman itu berusaha menangkap yuki, tapi yuki pun menundukan badan nya hingga jongkok dan menyelengkat kaki siluman itu dengan kaki kanan nya.


"Sraaaaaattt wusssss... " Siluman itu pun loncat dan menendang ke arah kepala yuki.


"Buuuuukkk... Sraaaaaakkk" Tendangan siluman itu tertangkis lengan kanan yuki, yuki pun terpental tak jauh...


"Braaak Bruuuuk Sraaakk.. " Yuki pun terguling guling.


"Argh... Lengan ku... " lengan kanan yuki pun memar.


Siluman ular itu pun menunjukan wujud aslinya.


"sssssssssss..... " Siluman ular itu berubah menjadi raksasa dan membuat yuki tercengang.


Yuki berusaha bangkit, dan berlari menjauh dengan terengah-engah.


Tiba tiba muncul di bawah kaki yuki ular ular kecil yg sangat banyak dan mengeliliti kaki yuki hingga ke tubuh nya.


"Bruuuuukkk.... " Yuki pun terjatuh tersungkur ke depan.


"Hah... ? Apa ini? ... " Yuki kaget karna tubuh nya tidak dapat di gerak an.


"No... Na ... " Suzume ingin bangkit tapi tubuh nya tidak dapat di gerak kan karna luka yg sangat parah.


"Haah.... !!??"


"Aku akan mati? " Yuki pun hanya bisa menatap taring yg mengeluarkan bisa dari mulut moster ular itu.


"No.. Na... Yuki... " Suzume mengulurkan tangan kanan nya dari jauh, Seakan ingin menggapai namun tak bisa.


"Ryuo... "


Tiba tiba...


"BUAAAAAAAKKKKK... " suara kepala moster ular putih itu di tendang oleh seorang siluman rubah berwajah sangar.


"GUBRAAAAAAKK.... " ular itu pun jatuh mengenai pepohonan.


"Ryuo?... " ucap yuki tercengang.


"Beraninya kau... MELUKAIIIIIII YUKIIIIII.... ULAR SIALAAAAAN.. " Siluman rubah itu pun memukul kepala moster ular itu.


"DUUUUUUAAAAAKKK BRAAAAAAKKK" Kepala moster ular itu pun terpendam kedalam tanah dan membuat retakan pada tanah yg sangat dalam.


Ryuo terus dan terus memukul siluman itu dengan kekuatan besar, walau pun siluman itu telah kembali kewujud manusia.


"Ryuooooo hentikan sudaaaah... " Yuki pun menghampiri Ryuo dan memegang tangan kanan Ryuo.


"Dia HARUS MATIIIIIII..... MATIIIIIII.... " Ryuo sudah tak bisa dihentikan, wajah nya nampak sangat marah...

__ADS_1


"Kalau KAU TAK BERHENTI LIHAT... LIHAT... pedang ini dileher ku... " Yuki mengarahkan pedang nya di leher nya.


Ryuo pun menoleh kearah yuki, dengan wajah dingin, tapi beberapa saat terdiam, Ryuo menghentikan pukulan nya pada siluman ular itu.


"Padahal dia hampir memakan mu, tapi kenapa kau terlalu baik terhadap siluman? " Ryuo pun melirik yuki dengan wajah kecewa.


"Aku hanya tidak ingin ada yg mati... " ucapan yuki yg lembut membuat Ryuo kesal.


Ryuo pun berjalan meninggalkan siluman ular itu dan yuki.


"Ryuo... " yuki pun menurun kan pedang dari lehernya.


"Aku ingin sendiri... " Ryuo pun meletakan bunga jinsei di sebelah suzume, dan Ryuo pun pergi.


Kembali ke cerita yuki...


"Ryuo sangat tidak menyukai aku yg terlalu baik pada semua siluman, ya aku mengerti maksud Ryuo adalah melindungi ku, tapi kan bisa tidak perlu di bunuh. "


"Eee... Siluman ular itu... Aku mengenalnya" Ucap yorra.


"Ya... Dia Shiroi Kei Jendral ular putih yg menjaga hutan Ookii bagian utara. " ucap yuki.


"Bagaimana ia bisa menjadi jendral? Bukan kah ia sangat di benci oleh yangmulia? " ucap yorra penasaran.


"Setelah ku obati Suzume dengan bunga jinsei, aku pun bermaksud menyembuhkan siluman ular itu dengan bunga jinsei, tapi Ryuo memberikan ku syarat... "


"Syarat apa?... " tanya yorra.


"Setiap siluman yg ingin ku lindungi harus membuat ikatan segel dengan Ryuo, agar Ryuo bisa memantau hati para siluman itu. Dan aku pun menyetujui nya... " jawab yuki.


"Apakah ikatan yg kamu buat dengan suzume sama dengan yg di buat yangmulia pada Shiroi? " Tanya yorra.


"Berbeda, ikatan yg ku buat dengan suzume adalah hati dan raga. Jadi aku/suzume bisa merasakan semua prasaan, suka duka maupun sakit secara bersamaan.. "


"Tapi kalau Ryuo dan Shiroi berbeda, Ryuo membuat ikatan fikiran dan hati saja, jadi saat Shiroi terluka Ryuo tak akan merasakan sakit nya. " Jelas Yuki.


"Begitu, jadi semua jendral yangmulia adalah siluman yg kau lindungi?" tanya yorra.


"Haha... Iya bisa di bilang begitu, dan para siluman yg punya ikatan dengan Ryuo akhirnya memanggil Ryuo yangmulia Raja, hahaha... Karna sangking takutnya pada Ryuo mereka akhirnya menjadi para jendral yg patuh.. "


"Lalu akhirnya Ryuo membuatkan sebuah istana dari energi nya dan menjadikan kuil yg tak terpakai itu jalan keluar masuk antara dunia manusia dan dunia siluman... " Jelas yuki.


"Woahhh... Hahaha... Lalu, apa kau tidak rindu pulang ke kastil ayahmu? " Tanya yorra.


"Ya, aku sangat rindu ayahku... " yuki pun menjawab dengan wajah murung.


"Lalu? ... " yorra pun penasaran.


"Tapi, ayahku tidak merindukan aku. " yuki pun menunjukan suatu memori kenangan pada yorra.


Yorra pun tercengang melihat gambaran memori yuki yg di tampilkan di pandangan nya...


"Ayah ku... Membunuh ku... "


To Be Continue.

__ADS_1


__ADS_2