Black Fox Love Story

Black Fox Love Story
Kembalinya Tora


__ADS_3

Di kota...


Pada malam itu, terlihat para prajurit samurai yg berjalan beramai ramai keluar dari kastil kaisar.


Nampak tora berjalan di antara para prajurit dengan ekspresi dingin.


"Hei... Tora. " Sapa salah seorang prajurit sebaya nya.


"Ng? " tora nampak sangat dingin semenjak berada di kota.


"Hari ini kau akan pulang ke desa mu.? " tanya prajurit itu.


"Ya... " jawab tora datar.


"Wah... Pasti kau sudah rindu ya ingin bertemu ibu dan kakak mu...? " ucap prajurit itu dengan senyum.


"Ya... " jawab tora datar.


Tora pun berubah haluan, arah kaki nya menjauhi para prajurit.


"Hei... Yu... Aku duluan" Ucap Tora, sambil melambaikan tangan nya pada prajurit bernama Yu itu.


"Baiklah, hati hati Tora... " Jawab prajurit itu sambil melambaikan tangan nya.


Tora pun berlari menuju desa kelahiran nya, yg jarak nya lumayan jauh untuk menuju ke desa. sesampainya didesa Tora melihat kakak nya yg baru saja keluar dari rumah yorra.


"Hei kak Kirei... " sapa Tora sambil berlari menghampiri kakak nya.


"Kau sudah pulang Tora? " Kirei menyambut adik nya dengan memeluk adiknya yg sudah sangat tinggi dari nya.


"Iya, aku sedang dapat libur... Oh ya apa yg sedang kakak lakukan disini? Apa yorra sudah pulang? " Tanya Tora penasaran.


"Yorra sudah 2tahun tidak pulang, ibunya sangat mengkhawatirkan nya. Dan lebih parah nya, sekarang ibu nya sakit keras karna terlalu memikirkan keadaan yorra, sampai tidak mau makan. " ucap jelas kirei yg sangat sedih dengan keadaan ibu yorra.


"Jadi, yorra belum juga kembali? Kemana dia sebenarnya? Apa yg ia fikirkan? Bahkan ia membohongi ibu nya seperti ini... Aku tidak habis fikir. " Ucap Tora kecewa, ia tak menyangka seorang yorra tega meninggalkan ibu nya sendiri selama 2 tahun.


"Huh... Aku juga tidak mengerti, apa yg sedang yorra rencanakan. " ucap kirei.


"Kakak kalau begitu esok pagi aku akan mencari bunga jinsei untuk ibu yorra yg sedang sakit di gunung Ookii, dan setelah itu baru aku mencari yorra di desa lain... " ucap Tora.


"Kau ingin pergi sendiri ke gunung itu? Kau lupa ayah tiada karna pergi ke gunung itu mencari yorra... Lebih baik Urungkan saja niat mu. " Kirei melarang adik nya untuk tidak pergi ke gunung Ookii yg sangat berbahaya itu. Kirei sudah kehilangan ayah nya, dan ia tak akan membiarkan adik nya juga dalam marabahaya.


"Tapi kak, yorra berhasil keluar dengan selamat kan? Bahkan ia membawa bunga jinsei untuk mengobati ibunya... Lalu mungkin saja ayah memang sedang tidak beruntung saat itu. " ucapan Tora membuat kirei kesal.


"Kakak tidak peduli dengan keberuntungan, kakak hanya peduli padamu Tora. kamu adalah adik satu satu nya yg aku punya, jangan membuat ibu menangis lagi untuk kedua kali nya... " Jelas kirei.

__ADS_1


Kirei pun meninggalkan Tora yg terus berdiri termenung...


"Hah... " Tora menghela nafas nya, dan memegang kepala nya yg sangat penat.


Sesaat setelah itu Tora pun kembali kerumah nya, dan memutuskan besok pagi menemui ibu yorra.


Waktu pun berputar dengan cepat , bulan pun berganti dengan terang dan hangat nya matahari pagi...


Sesuai dengan yg di rencanakan Tora, ia melangkahkan kaki nya mendatangi rumah ibu yorra.


"Tok tok tok... " Suara pintu yg terbuat dari kayu itu diketuk oleh Tora.


"Bibi, ini Tora... Boleh kah Tora masuk bi? " ucap Tora dari luar pintu rumah ibu yorra.


"Masuklah tora... " jawab seorang wanita tua berusia 60 tahun yg sudah terbaring lemas di ranjang nya, dan tak mampu untuk menggerakan tubuh nya.


"Baik... Tora masuk ya bi. " ucap Tora, dan perlahan Tora masuk kedalam rumah kecil itu.


"Kreaaaak" suara pintu yg di buka.


"Tora... " sapa seorang wanita tua yg tetap tersenyum dalam keadaan sakit sekali pun.


Tora menghampiri ibu yorra, dan memegang lembut lengan ibu yorra.


"Bibi... Bagaimana keadaan bibi? " tanya Tora khawatir.


"Bi aku akan pergi ke gunung ookii hari ini, membawakan bunga jinsei untuk bibi... Bibi tenang saja, pasti bibi akan segera sembuh. " ucap Tora meyakin kan ibu yorra yg sangat lemas.


"Tidak usah Tora, bibi baik baik saja... Yg harus kamu khawatirkan adalah yorra, hingga saat ini ia belum juga kembali. 2 tahun sudah ia pergi meninggalkan bibi... yg selalu bibi fikirkan Apakah ia baik baik saja? Apa ia sudah makan hari ini? " Ibu yorra nampak sangat sedih dan sangat mengkhawatirkan anak nya.


Tora mencium tangan ibu yg melahirkan yorra dengan penuh kasih sayang, Tora sudah menganggap ibu yorra sebagai ibu kedua nya sendiri.


"Yorra pasti baik baik saja bibi, ia sangat pemberani dan kuat. Percayalah padaku... " ucap Tora meyakinkan ibu yorra.


"Tora, ibu sangat senang dengan semangat mu, kamu sudah berubah mejadi laki laki yg hebat. ibu berharap jika yorra tetap bersama dengan mu hingga akhir. " Ucapan ibu yorra membuat tora tercengang dan merasa senang.


"Tora berjanji, akan membawa yorra kembali... " ucap Tora dengan senyum semangat nya.


"Terimakasih Tora... " ibu yorra mengusap wajah Tora yg lembut.


DITEMPAT LAIN


Kerajaan siluman Ryuo...


Nampak yorra sedang mengupas buah apel, sesaat mengupas buah yorra terdiam dan melamun, dalam lamunan nya ia memikirkan ibu nya yg sendirian di desa.

__ADS_1


"Hah... Sudah 2 tahun aku berada disini, tak ada kesempatan aku menemui ibu, apa ibu Baik baik saja? ... " Yorra merasa tidak enak didalam hatinya, ia merasa bersalah meninggalkan ibu nya sendirian.


sembari melamun Yorra melanjutkan mengupas buah apel yg sedari tadi ia pegang, saat yorra mengupas buah apel pisau di tangan yorra tak sengaja mengiris jari telunjuk nya.


"Aww.... " Teriakan kecil yorra terdengar oleh Ryuo.


"Tap... Tap... Tap.... " Terdengar suara langkah kaki menghampiri yorra yg tengah menghisab jarinya sendiri.


"Kamu terluka? " Tanya Ryuo khawatir.


"Haha... Luka kecil, aku tidak apa apa yangmulia. " Ucap yorra dengan wajah ceria nya.


Ryuo menarik tangan yorra yg terluka, dan melihat jari yg teriris itu. Nampak jelas darah yg mengalir dari jari yorra.


"Aku tidak ingin, kamu memiliki luka walau hanya sedikit. Yorra " Ryuo menggunakan kekuatan nya untuk merapatkan luka iris di jari yorra.


"Apa tidak berlebihan yangmulia? " tanya yorra.


"Tidak, kau sangatlah berharga untuk ku... " ucap Ryuo sembari melepaskan tangan yorra perlahan.


Yorra tersenyum, dan wajah nya memerah malu... Ryuo mengusap wajah yorra dengan lembut.


"Ada yg sedang kamu fikirkan? Hingga kamu melamun dan tak sengaja mengiris jari mu sendiri? " tanya Ryuo khawatir.


"Aku... " Yorra merasa ragu untuk menceritakan apa yg ia rasakan.


"Ceritakan lah padaku, jangan ada yg kau sembunyikan... " Jelas Ryuo dengan tatapan tajam nya memandang Yorra.


"Aku rindu ibu ku... Yang mulia. " ucapan yorra mengingatkan Ryuo akan ucapan yg pernah ia dengar sebelum nya.


"Ryuo... Aku rindu ayah ku... " ucap seorang wanita yg dulu sangat ia cintai.


Ryuo melepaskan lengan nya dari wajah yorra, seperti akan tau apa yg akan ia dengar.


"Jangan bilang kau ingin pulang yorra? " tanya Ryuo dengan tatapan dingin.


"Ya... Yangmulia benar, aku ingin menemui ibu ku... Sudah 2 tahun aku tidak menengok ibu ku, aku ingin pulang sebentar saja, aku berjanji akan kembali lagi. " ucap yorra dengan genggaman erat di baju yg Ryuo kenakan.


Ryuo melepaskan lengan yorra yg terus menggenggam erat baju nya.


"Maaf yorra. Aku tidak akan pernah mengizinkan mu pulang. "


"Tapi yangmulia... "


"Tidak akan pernah ku izinkan kau meninggalkan kerajaan ku. "

__ADS_1


To Be Continue...


__ADS_2