
Pagi hari yang cerah telah menyambut hari baru. Hari ini, dengan semangat Yeri bangun lebih awal. Ia bersiap begitu lama dari biasanya. Bukan tanpa alasan, karena pagi ini iya akan di antar Hwan untuk pergi kesekolah. Entah, kenapa Yeri begitu senang dan tidak sabar untuk bertemu Hwan kembali. Bagi Yeri, Hwan adalah lelaki tampan, manis dan baik.
Hwan begitu perhatian kepada Yeri, karena semalam saat berada di cafe. Hwan selalu memperhatikannya dan bersikap sangat manis kepadanya. Mulai dari mengambilkan tissu untuk mengelap mulut Yeri, memasankan makanan manis untuknya, dan Hwan juga mengelap ujung bibirnya karena cream kue yang dimakan Yeri. Hingga, Yeri dibuat tersipu malu dengan perhatian Hwan.
"Apa aku sudah terlihat cantik?" Tanya Yeri seorang diri saat bercermin.
"Kau selalu cantik sayang. Ayo turun dan sarapan. Hwan sudah menunggumu dibawah, dia akan ikut kita sarapan bersama." Ucap Eomma Yeri saat memasuki kamar Yeri.
"Eomma! Hwan oppa sudah sampai?" tanya Yeri sedikit terkejut.
"Hum.. 5menit lalu.. Ayo cepat turun sayang."
"Ba-baiklah Eomma.. Yeri akan segara turun." Ucap Yeri dengan sedikit gugup. Dan sang eomma hanya tertawa kecil melihat putrinya yang gugup di pagi hari.
"Baiklah.. Eomma turun duluan." pamit nyonya Park dan di jawab anggukan oleh Yeri.
Nyonya Park pun meninggalkan Yeri untuk bersiap. Yeri pun melihat penampilannya lagi di depan cermin, ia ingin terlihat cantik di depan Hwan.
"Kau sangat cantik Yeri." Ucap nya dan memasang senyum tercantiknya.
Setelah memastiikan penampilannya tidak ada yang aneh, Yeri pun mengambil tas sekolahnya dan bergegas untuk turun ke lantai bawah.
"Selamat pagi Appa, eomma dan, Hwan oppa." Sapa Yeri ceria dan mendudukkan dirinya di kursi samping kiri sang eomma bergabung untuk sarapan bersama.
"Pagi sayang." Sahut tuan Park dan nyonya Park bersamaan dan tersenyum hangat.
"Pagi Yeri-a." sahut Hwan dengan senyum hangatnya. Hwan duduk dikursi Yeri, sebelah kiri tuan Park.
"Ayo makan.. Kau juga Hwan, makanlah jangan sungkan." ajak Tuan Park memulai sarapan.
"Iya tuan." Jawab Hwan
"Panggil appa saja. Biar kita akrab." ucap tuan Park dengan senyum ramah.
"Iy-iya.. Appa.." Jawab Hwan sedikit gugup.
"Appa.. Jangan membuat Hwan oppa merasa tidak nyaman." Sahut Yeri dengan muka cemberutnya. Dan tuan Park hanya tertawa kecil melihat muka cemberut sang putri.
"Tidak Yeri-a. Aku sangat nyaman, keluargamu begitu hangat." Ucap Hwan tulus dengan senyum hangat.
Yeri dan kedua orang tuanya hanya mampu memaksa senyum hangat. Mereka merasa tertohok dengan ucapan Hwan, bagaimana tidak. Kehangatan itu baru mereka rasakan kemarin-kemarin ini. Jika saja Hwan tahu, apa iya masih bisa mengatakan kalimat itu? Hmm....
"Segera habiskan sarapan kalian, jika tidak kalian akan terlambat." Ucap nyonya Park. Dan mereka pun sarapan dengan tenang.
*******
__ADS_1
15menit kemudian...
"Appa, eomma.. Yeri dan Hwan oppa berangkat dulu.." Pamit Yeri kepada kedua orang tuanya dan beranjak berdiri di ikuti Hwan.
"Saya pamit mengantar Yeri ke sekolah dulu, appa eomma." Pamit Hwan ramah.
"Tentu, kalian hati-hati." Jawab Tuan Park.
"Hati-hati Yeri-a, Hwan-a." sahut nyonya Park dengan senyum hangat.
Yeri dan Hwan pun meninggalkan ruang makan keluarga untuk berangkat ke sekolah. Dengan manis dan perhatiannya, Hwan membukakan pintu mobilnya untuk Yeri.
"Silahkan masuk tuan putri." Ucap Hwan dengan manis.
"Oppa, kenapa kau memanggilku tuan putri? Jangan memanggilku seperti itu lagi. Dan terimakasih." Ucap Yeri dan masuk kedalam mobil.
Hwan pun hanya tertawa kecil, ia segera menutup pintu mobilnya dan bergegas masuk mobil juga.
"Kita berangkat sekarang?"
"Hmm.. tentu saja, oppa. Kau mau membuatku terlambat, jika kita tidak berangkat sekarang?." Jawab Yeri dengan memasang wajah cemberut.
"Menggemaskan sekali." Ucap Hwan sambil mengusak pelan rambut Yeri. "Baiklah. Kita berangkat sekarang." lanjutnya.
Tanpa Hwan sadari sudah membuat pipi Yeri merona.
Jantuk Yeri berdetak tidak beraturan karena perlakuan Hwan kepadanya. Sungguh, Yeri benar-benar berdebar karena perilaku manis Hwan kepadanya. Apa Yeri jatuh hati pada Hwan? Tapi.. Apa Hwan juga merasakan seperti yang ia rasakan juga? Hmm..
"Yeri-a.. Nanti pulang sekolah aku akan menjemput mu kembali. Aku hanya ada kelas jam 9 sampai jam makan siang saja, jadi sore aku bisa menjemputmu. Kau tidak keberatan kan?" Tanya Hwan saat ia sedang fokus menyetir.
"Tentu oppa, jika tidak merepotkanmu."
"Aku tidak merasa direpotkan. Justru aku senang sekali bisa bertemu lagi dan lagi dengan mu, tuan putri yang cantik."
Yeri pun semakin dibuat tersipu malu. Kenapa Hwan suka sekali mengatakan hal manis seperti itu. Sunggu itu tidak baik bagi jantung Yeri.
*****
Sudah satu bulan lamanya kedekatan Hwan dengan Yeri terjalin semakin dekat. Yeri dan Hwan juga sering sekali menghabiskan waktu bersama. Bahkan sekerang, Hwan sedang mengajak Yeri ke apartemennya. Untuk pertama kalinya.
"Masuklah.. Maaf jika terlalu sederhana." Ucap Hwan mempersilahkan Yeri untuk masuk ke apartemannya yang sederhana.
Aparteman Hwan hanya apartemen sederhana dengan satu kamar dan dapur yang menyatu dengan ruang tengah. Namun, begitu nyaman dan rapi. Hwan adalah pria yang sangat rapi, pikir Yeri saat ia melihat sekeliling ruang apartemen Hwan yang tertata sangat rapi dan bersih.
"Disini terlihat sangat nyaman, oppa." Sahut Yeri.
__ADS_1
"Benarkah? Terimakasih. Duduklah, aku akan bawakan minuman untukmu." Ucap Hwan mempersilahkan.
"Terimakasih oppa. Maaf merepotkan." Jawab Yeri sedikit tidak enak dan duduk di sofa ruang tengah.
"Aku tidak merasa direpotkan. Tunggu sebentar ya." Ucap Hwan dan langsung pergi kedapur mengambilkan minum dan camilan untuk Yeri.
"Ini, minumlah dulu." Ucap Hwan sambil menyodorkan minum untuk Yeri.
"Terimakasih, oppa." Jawab Yeri dengan senyum manis dan di balas anggukan dan senyum juga oleh Hwan.
"Yeri-a!! Aku.. Aku menganjakmu kesini. Aku.. Aku ingin mengatakan sesuatu." Mulai Hwan menjelaskan maksudnya karena mengajak Yeri ke apartemennya.
"Katakanlah, oppa.. Kau ingin mengatakan apa? Aku akan mendengarkan dengan baik." Jawab Yeri dengan senyum manisnya dan menatap Hwan yang juga menatapnya dengan senyum tampan.
"Yeri-a.. Aku menyukaimu. Sejak aku tidak sengaja menabrak mobilmu dulu." Ucap jujur Hwan dengan tatapan penuh ketulusan.
Yeri pun belum merespon, karena ia tertegun dengan pengakuan Hwan. Kalau boleh jujur, Yeri juga mulai menyukai Hwan, ia sangat nyaman dan senang ketika menghabiskan waktu bersama Hwan selama ini. Dan entah sejak kapan perasaan itu muncul, yang jelas Yeri juga menyukai dan mulai mencintai Hwan.
"Yeri-a.. Maaf. Aku.. Aku hanya ingin mengunggkapkan perasaanku saja. Aku menyukaimu dan mencintaimu. Aku ingin kau dan aku.."
"Aku mau oppa." Potong Yeri cepat dengan mata sedikit berkaca-kaca namun memancarkan binar senang. "Aku.. Aku juga menyukai dan mencintai oppa." Lanjut Yeri dengan senyum merekah.
"Kau tidak bercandakan? Kau benar-benar akan menerima perasaanku, Yeri-a?" tanya Hwan memastikan lagi.
"Tidak oppa. Aku juga memiliki perasaan yang sama seperti mu oppa." Jawab tulus Yeri.
Dengan perasaan yang membuncah, Hwan langsung memeluk Yeri dengan erat dan sayang. Dengan senang hati Yeri membalas pelukan Hwan. Mereka saling menyalurkan perasaan sayang dan cinta yang mereka rasakan satu sama lain.
"Terimakasih Yeri-a. Aku mencintai mu, sangat mencintaimu." Ucap Hwan begitu senang dan memeluk Yeri semakin erat seolah ia tidak akan melepaskan Yeri untuk jauh darinya, barang sedikitpun.
"Aku juga, oppa. Tapi, aku tidak bisa bernafas jika oppa memelukku seperti ini." Jawab Yeri dengan nafas sedikit tersenggal.
"Oh.. Maaf sayang.. Aku terlalu bahagia dan senang." Sahut Hwan dengan gemas sambil mencubit pelan pipi Yeri dan mengelusnya sayang.
"Oppa.." ucap Yeri malu-malu karena panggilan yang dilontarkan Hwan kepadanya
"Aku suka pipimu yang selalu merona ini, My Baby girl." Ucap Hwan manis dan terus mengelus sayang pipi Yeri.
"Hentikan, menggodaku oppa. Kau semakin membuat pipiku memerah." Jawab Yeri dengan memasang wajah sedikit cemberut.
"Menggemaskan sekali."
Dan mulai hari itu, Hwan dan Yeri meresmikan hubungan mereka. Saling mengakui perasaan satu sama lain dan menyalurkan segala perasaan mereka yang sudah lama mereka rasakan.
"Akhirnya aku bisa memilikumu Yeri-a. Aku mencintaimu." ucap Hwan dalam hati sambil memeluk sayang Yeri.
__ADS_1
******