
"A-apa yang.. Sudah kau lakukan, Yeria?"
Yejin membulatkan matanya terkejut melihat luka sayatan di pergelangan tangan Yeri. Bahkan, luka sayatan itu terlihat seperti luka baru.
Srek..
Yeri dengan cepat menarik tangannya kembali dan menurunkan gulungan lengan tangan hoodienya untuk menutupi lukanya.
"Kau tidak perlu tahu. Permisi." ucap Yeri dingin dan berjalan cepat meninggalkan Yejin.
"Yeri-a, tunggu.."
"Jeon Yejin?" panggil seseorang saat Yejin akan mengejar Yeri.
"Iya, saya." jawab Yejin dengan helaan nafas berat.
"Saya dosen disini dan tuan Jeon sudah menitipkan anda kepada saya. Mari ikut saya ke ruangan dosen sebentar."
"Baik pak."
Dengan langkah lesu Yejin mengikuti dosen itu, menuju ruangan dosen kampus tersebut.
"Aku akan mencarimu nanti, Yeria. Aku harap kau baik-baik saja." batin Yejin sedikit khawatir.
********
Klik...
Yeri mengunci dirinya didalam bilik toilet. Ia memutuskan untuk tidak mengikuti jam kuliahnya, ia memilih mengurung diri didalam toilet. Ia tidak ingin bertemu dengan siapapun, termasuk Yejin yang sudah mengetahui luka dipergelangan tangannya.
Yeri terduduk di closet dengan kedua tangannya menggenggam erat di atas pahanya. Yeri merasa tidak baik, ia perlahan menarik ke atas lengan kiri hoodienya dan melihat luka sayatan yang masih sedikit mengeluarkan darah.
"Hahahaha.." Yeri tertawa kecil saat melihat luka sayatan di pergelangan tangannya.
Yeri mengingat kejadian semalam, ketika ia dengan sadar dan tidak sadar telah menyayat pergelangan tangannya.
__ADS_1
Yeri beranjak dari bathtub dan berjalan mengambil bathrobe yang menggantung di dekat bathtub.
Dengan pandangan yang kosong Yeri memakai bathrobe-nya. Ia berjalan mendekat ke arah wastafel, Yeri berdiam diri dan menatap kosong pantulan dirinya di kaca dihadapannya.
Yeri mendengus dengan tawa kecilnya melihat pantulan dirinya di kaca. Sepersekian detik kemudian, pandangannya teralihkan ke lemari kecil yang menempel di dinding dekat kaca. Ia membuka lemari itu dan mengambil kater yang sudah Yeri simpan di dalam lemari itu bersama perlengkapan mandi lainnya.
Krek..
Yeri mengeluarkan pisau tajam kater itu perlahan dengan tatapan kosong. Dengan perlahan Yeri mengarahkan pisau kater tersebut ke pergelengan tangan kirinya. Ia mulai menggores kulit putihnya dengan pisau kater tersebut secara perlahan namun tidak membuat luka terlalu dalam. Darah segar mengalir sedikit demi sedikit di setiap goresan yang Yeri buat di pergelangan tangannya. Ia tidak merasakan perih atau sakit karena luka yang ia buat sendiri. Yeri bahkan hanya diam dan mentap kosong pisau kater yang ia goreskan ke pergelangan tangannya.
"Hahahah.." tawa kecil Yeri ketika sudah mengores 3 sayatan di pergelangan tangannya.
"Kau harusnya tidak hidup Park Yeri.. Kau lebih baik mati.." ucap Yeri pelan dengan dengusan tawa nya yang masih melihat luka sayat yang ia buat.
Tes...
Air mata Yeri jatuh membasih luka sayatannya. Yeri mulai terisak dan memukul dadanya karena merasakan sesak.
"Hidupmu memang hanya untuk mendapatkan kekerasan Yeri-a.. Kau tidak pantas bahagia Yeri-a.." ucap Yeri di tengah isakannya.
*********
Semua dapat terjadi dalam perjalanan kehidupan kita. Mendapat sesuatu yang baik atau buruk, bertemu untuk saling mengenal, dan juga kehilangan orang yang kita cintai dan sayangi. Semua dapat terjadi begitu saja tanpa kita mendunganya. Namun, ketika keburukan datang, bukan berarti kita kehilangan semangat hidup saat segala keburukan yang menimpa. Yang perlu kita lakukan adalah membangun benteng untuk diri sendiri, berpikir positif, bangkit dari keterpurukan, bangkit dari rasa kehilangan dan bangkit dari rasa keputus asaan yang membuat kita lemah menghadapi semuanya, dengan begitu hidup kita akan terus berjalan dan selalu kuat untuk mengahadapi segala sesuatu yang akan datang secara tiba-tiba.
Percayalah, takdir manusia tidak selamanya buruk. Akan tiba saatnya dimana setiap manusia mendapatkan takdir baiknya dari buah kesabarannya dalam menghadang setiap masalahnya. Bukan malah lari atau menyalahkan hidup.
Tapi, ya seperti itulah manusia. Mereka harus dihadapkan pada kehidupan yang keras dan dipaksakan untuk selalu kuat. Namun, jangan pernah memaksakan untuk selalu terlihat kuat, sesekali kita juga harus memberi waktu untuk diri kita sendiri. Jika lelah, istirahatlah sejenak. Jika ingin menangis, maka menangislah dengan kencang untuk mengeluarkan segala perasaan yang tertahan. Ingat, menangis bukanlah hal yang membuat kita terlihat lemah, melainkan sebuah pelampiasan untuk kita meluapkan segala emosi kita agar kita merasa lega dan lebih baik.
Yakinkan pada diri sendiri. Jika kita mampu dan selalu siap menghadang segala permasalahan yang menimpa. Cukup percaya pada diri sendiri, maka keyakinan kita akan kuat untuk mengahadang segalanya dan mampu bangkit setelah keterpurukan.
*******
"Hm, pesawatku baru landing dan sekarang aku masih dibandara menunggu taksi." ucap Soo Jae saat ia sedang mengobrol di sambungan telfon.
"Kenapa kau tidak mengabariku sebelumnya. Aku bisa menjemputmu ke bandara, jika kau pulang ke negaramu ini setelah 1tahun lamanya." jawab Hye-joon.
__ADS_1
"Aku tidak ingin mendengar celotehanmu selama perjalanan pulang. Jadi, lebih baik aku naik taksi saja."
"Yak!! Kau benar-benar adik dan sahabat kurang ajar. Seharusnya kau tidak usah kembali kesini, biarkan saja perusahaanmu ini aku buat bangkrut dan aku bakar sekalian."
"Lakukan saja. Maka aku akan membunuhmu hari ini juga, Hyung.." jawab Soo Jae dengan senyum tipis.
"Yasudahlah, hati-hati.. Aku akan menemui mu saat kau sudah berada di mansion."
"Tentu.. Baiklah, aku tutup."
Bip...
Soo Jae langsung memutus panggilannya, dan langsung menaiki taksi yang sudah ia berhentikan.
"Mau kemana tuan?" tanya supir taksi.
"Haruskah aku berjalan-jalan dulu sebelum pulang ke mansion?!" ucap Soo Jae dengan bergumam, "Jalan saja dulu pak." jawab Soo Jae pada supir taksi.
Soo Jae telah kembali ke negaranya korea selatan, setelah 1tahun lamanya ia berada di amerika. Soo Jae sengaja tidak menghubungi Hye-joon lebih dulu, jika ia kembali ke korea. Ia kembali diam-diam karena ia sudah merindukan negara kelahirannya.
"Eomma. Aku pulang." gumam Soo Jae sambil menatap keluar jendela.
*********
Kampus...
Yeri berjalan dengan cepat saat melewati lorong kelas. Ia baru saja keluar dari toilet setelah mengunci diri selama hampir 2jam dibilik toilet. Mata Yeri terus melihat sekelilingnya, ia takut jika saja tiba-tiba harus bertemu dengan Yejin kembali.
Yeri merasa belum siap jika harus menceritakan segalanya ke orang lain, cukup dirinya saja yang menyimpan semua masalah yang ia hadapi. Dan...
Grep...
"Yeria..."
"Ye..Yejin.."
Yejin mencekal tangan kanan Yeri saat melihat Yeri berjalan cepat melewati kelasnya.
__ADS_1
"Ikut aku." ucap datar Yejin menarik tangan Yeri untuk mengikutinya.
*******