Blacklight A Life

Blacklight A Life
Chapter 18


__ADS_3

"Ikut aku."


Yejin menarik tangan Yeri untuk mengikutinya, namun Yeri terus memberontak melepaskan tangannya dari Yejin, tapi sia-sia saja. Yejin tetap tidak mau melepas tangan Yeri, sampai mereka berada di belakang gedung fakultas.


"Lepas." ucap geram Yeri dan menarik tangannya dari genggaman Yejin.


"Jelaskan padaku, kenapa pergelangan tanganmu banyak luka sayatan? Kau kenapa Yeri-a? Ada apa denganmu?" ucap Yejin sedikit meninggikan suaranya dan mencengkeram kuat kedua bahu Yeri meminta penjelasan.


"Lepas, Yejin. Jangan mencoba ikut campur dalam hidupku. Jadi berhenti menanyakan itu dan jangan menganggu ku lagi." jawab Yeri dengan geram dan menatap nyalang Yejin.


Yejin terperangah akan ucapan dan tatapan Yeri. Ia meresa tidak mengenal sosok Yeri dihadapannya saat ini. Yeri dihadapannya bukanlah Yeri yang ia kenal dulu.


Bugh..


Yeri berjalan meninggalkan Yejin dengan sengaja menabrak kasar bahu Yejin, agar menyingkir dari jalannya dan membuat Yejin sedikit terhuyung ke belakang.


"Dia berubah. Ada apa dengannya? Apa dia mendapat kekerasan lagi dari appanya? Kenapa dia sangat berubah." ucap Yejin menatap sendu punggung Yeri yang sudah menjauh darinya.


"Lalu, siapa pria yang mengantarnya tadi pagi? Apa kekasih Yeri? Tapi, ada yang aneh." ucap Yejin kembali, sambil mengingat wajah lelaki yang mengantar Yeri.



"Hmm, aku sangat merindukan suasana pagi dari negara kelahiranku. Aku senang bisa kembali lagi kesini." ucap Yejin ceria saat berjalan menuju kampus barunya.


"Semoga aku mendapat banyak teman baru di kampus baru ku." ucap Yejin dengan semangat.


Tap..


"Oh.. Bukankah itu Yeri? Aku tidak salah lihatkan?" ucap Yejin saat ia tidak sengaja melihat sosok yang ia kenal, Yeri temannya.


Yejin melihat Yeri sedang berada di dalam mobil bersama seorang pria yang tidak ia kenal. Yejin dapat melihat jelas interaksi Yeri dengan sang pria. Kaca depan mobil tersebut tidak terlalu gelap, hingga Yejin bisa melihat jelas kedua sosok itu yang masih duduk di dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari gerbang utama kampus.


"Benar itu Yeri.." ucap Yejin senang, "Itu berarti aku dan Yeri satu kampus. Wah, akhirnya aku bertemu lagi dengan teman lamaku." lanjutnya.


Yejin terus memperhatikan Yeri yang masih belum turun dari mobil. Ia melihat Yeri masih mengbrol dengan pria yang mengantarnya.


"Kenapa Yeri terlihat seperti ketakutan seperti itu?" ucap Yejin saat melihat Yeri turun dari mobil dan berjalan tergesa-gesa menjauh dari mobil.


"Aku harus mengejar Yeri. Aku sangat merindukannya." ucap Yejin dengan senyum lebar dan berjalan cepat menyusul Yeri.

__ADS_1



"Aku harus mencari tahu. Aku tidak akan membiarkan Yeri sendirian dan menyakiti dirinya sendiri." ucap Yejin sedih.


Yejin dan Yeri adalah teman yang saling berbagi rasa sakit yang mereka rasakan. Yejin adalah anak dari orang tua yang bercerai. Bahkan Yejin sedari kecil harus melihat pertengkaran dari kedua orang tuanya.


Yejin dan Yeri adalah orang yang sama, sama-sama memiliki memori ingatan yang buruk dari masa kecil mereka. Pertemanan mereka dulu begitu erat karena mereka membagi semua ingatan buruk mereka satu sama lain, namun pertemanan mereka juga salah. Karena mereka berdua menjadi murid yang suka membolos, pergi berdua hingga lupa waktu, bahkan mereka pernah mencoba meminum-minum beralkohol saat usia mereka belum menginjak 17tahun.


Siapa yang berani menegur mereka, tidak ada yang berani karena mereka berdua adalah anak dari keluarga terpandang dan kaya di negera mereka. Yejin dan Yeri dapat melakukan semua hal yang mereka mau, karena mereka hanyalah anak-anak yang tidak pernah di perhatikan oleh orang tua mereka sendiri.


Hingga, suatu hari tuan Park, appa Yeri mengetahui kelakuan mereka berdua. Disaat itulah Yejin harus berpisah dari Yeri, satu-satunya teman yang ia punya. Yeri dipindahkan tuan Park ke Jeju. Mulai dari situlah hubungan mereka sedikit renggang. Namun, ketika Yeri duduk dibangku sekolah menengah atas, Yeri dipindah kembali ke Seoul. Dan itu menjadi pertemuan mereka kembali, hingga mereka suka membolos bersama lagi walaupun mereka berbeda sekolah.


"Maaf Yejin-a." ucap Yeri saat bersembunyi di balik tembok gudang sambil memperhatikan Yejin yang masih berdiam diri di tempat mereka tadi.


********


"Sayang, terima kasih kau sudah mengajakku berbelanja banyak sekali." ucap seorang wanita dengan manja.


"Sama-sama sayang. Apapun untukmu." jawab Hwan sambil mengecup sayang punggung tangan wanita tersebut.


"Sayang, malam ini kau menginap disini kan? Kapan kau putus dengan gadis itu? Aku tidak mau terus-terusan menjalani hubungan seperti ini. Aku maunya kau hanya jadi miliku saja." ucap wanita tersebut dengan raut wajah dibuat kesal.


Hwan tengah berada di apartemen wanita tersebut, mereka baru saja pulang setelah menghabiskan waktu bersama dengan berbelanja di mall.


"Kau memang pria licik, sayang. Tapi aku mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu, A Yeong-a..."


Kang A Yeong, wanita yang menjadi selingkuhan Hwan hampir 1tahun. Hwan adalah pria yang licik dan serakah. Dia menjalin hubungan dengan Yeri hanya untuk memanfaatkan kekayaan dari Yeri. Ia selalu mengandalkan keuangan dari Yeri untuk iya gunakan bersenang-senang dengan A Yeong, wanita yang telah menjadi selingkuhannya.


"Mau memesan makan siang?" tanya A Yeong.


"Tentu sayang. Kau pesanlah makanan dari restauran mahal. Uangku masih sangat banyak." jawab Hwan dengan sombongnya.


"Hmm, kau yang terbaik sayang.." ucap A Yeong sambil mengecup sekilas bibir Hwan.


Drrtt...drrtt...


suara getar ponsel Hwan mengalihkan atensinya, ia langsung meraih ponselnya yang berada di meja. Getar ponsel itu dari notifikasih pesan yang diterima oleh Hwan.

__ADS_1


Saat membaca pesan masuk yang ia terima. Hwan seketika merubah raut wajahnya menjadi dingin, dan menggenggam erat ponselnya.


"Sayang, aku harus pergi. Kau tidak masalahkan makan siang sendiri?" pamit dan tanya Hwan.


"Hm, apa dia berulah lagi? Walaupun aku menahanmu, kau akan tetap pergi menemui gadis itukan?" tanya A Yeong dengan datar.


"Maaf sayang."


"Pergilah.. Aku akan makan siang sendiri."


"Terima kasih sayang. Aku akan segara kembali, aku pergi dulu." pamit Hwan sambil mengecup sayang kening A Yeong.


*******


Yeri tengah berjalan lesu dipinggiran jalan, ia terus berjalan tanpa tahu arah dan tujuannya. Yeri sedang merasa bersalah karena telah membentak dan bersikap kasar kepada Yejin. Ia benar-benar tidak bisa mengendalikan emosinya.


Yeri terus berjalan, ia bahkan mengabaikan ponselnya yang terus bergetar dalam tasnya. Pandangan Yeri begitu kosong dan pikirannya terus memutar memori-memori buruk yang ia dapatkan. Hingga...


Tin..tin..tiiinn...


Srek..


Grep...


Yeri ditarik kencang kebelakang oleh seorang pria. Yeri hampir saja tertabrak mobil jika saja pria itu tidak dengan sigap menarik Yeri dari jalanan.


"Nyaman.." batin Yeri.


Yeri berada di pelukan pria yang telah menyelamatkannya. Ia dapat mendengar suara degup jantung pria yang telah menyelamatkannya dan tanpa sadar Yeri membalas pelukan sang pria, karena rasa nyaman yang Yeri rasakan.


"Kau mau mati." ucap datar si pria dengan suara beratnya.


Yeri tidak menjawab dia hanya masih diam dan memeluk pria tersebut. Seolah ia mencari kenyaman untuk tempat ia melepas lelah dan beban pikirannya. Namun..


Srek...


Akh...


"Sudah berani kau, menjadi jal*ng dibelakangku hingga kau, memeluk pria lain di depan umum." ucap geram Hwan setelah menarik kasar tangan Yeri dari pelukan pria yang menyelamatkan Yeri.

__ADS_1


"Aku akan memberimu pelajaran, jal*ng kecil." ucap Hwan berbisik di telinga Yeri, dan langsung menarik Yeri menjauh dari tempat itu.


********


__ADS_2