Blacklight A Life

Blacklight A Life
Chapter 9


__ADS_3

Hari ini hari senin, pagi ini Yeri dengan semangat berangkat ke sekolah. Dengan senyum yang merekah di wajahnya membuat Yeri semakin terlihat cantik bagi siapapun yang melihatnya. Yeri sedang bahagia, sangat bahagia. Karena pagi ini Yeri dibantu sang eomma untuk bersiap, sarapan bersama dengan bincangan hangat, dan ia juga di antar sang appa untuk pergi ke sekolah. Yeri benar-benar bahagia.


"Hansu-a, Anna-a." teriak Yeri saat melihat kedua temannya yang berjalan di lorong menuju kelas.


Hansu dan Anna pun menoleh dan membalikkan badan ke belakang, dan melihat Yeri yang sedang melambaikan tangan kanannya untuk menyapa dan senyum yang begitu tulus dan bahagia terpancar dari wajah Yeri. Sunggu Hansu dan Anna sebelumnya belum pernah melihat senyum tulus dan penuh kebahagiaan dari Yeri. Melihat itu, Hansu dan Anna juga ikut tersenyum hangat dan melambai pada Yeri.


"Yeri-a!! Kau sudah baik-baik sajakan? Kau tidak akan mengabaikan kami lagi kan?" tanya Anna saat Yeri sudah ikut berjalan di tengah mereka dan merangkul pundaknya dan Hansu.


"Maafkan aku karena mengabaikan kalian. Aku benar-benar minta maaf. Dan ya, aku sudah baik-baik saja. Sangat baik." ucap Yeri dengan nada sedikit sedih lalu berubah bahagia dengan senyum cantiknya.


"hmm kami sangat merindukan uri Yeri." sahut Hansu dan memeluk Yeri dan Anna.


Ketiga teman itupun kembali bersama lagi, tidak ada Yeri yang pendiam, dingin dan selalu mengabaikan. Sekarang hanya ada Yeri yang ceria, Yeri yang penuh semangat dan Yeri yang sangat cerewet.


"Ayo ke kelas. Sebentar lagi jam pelajaran akan di mulai."


*****


Jam makan siang sudah tiba. Yeri, Hansu dan Anna pun sudah berada dikantin untuk makan siang bersama. Sudah seminggu mereka tidak mengobrol dan bergosip bersama. Dan sekarang mereka menghabiskan jam istirahat untuk mengobrol banyak hal.


"Anna-a, jadi bagaimana perkembangan kencan mu waktu itu? Kau belum menceritakan semunya padaku." tanya Yeri


"Aku dan dia pergi berkencan lagi sabtu kemarin. Dan hanya menghabiskan waktu untuk makan malam bersama dan mengobrol saja. Tidak ada yang istimewah." jawab Anna dengan sedikit merasa kecewa.


"Oh-ho.. Apa kau sudah menyekuai nya Anna-a? Sepertinya kau menginginkan hal lain untuk kencan kemarin lalu?" Tanya Yeri kembali.


"Kau benar Yeri-a. Sepertinya Anna mulai menyukai laki-laki itu." Sahut Hansu.


"Ya..ya.. Kalian benar. Aku mulai menyukainya dan berharap dia juga menyukaiku dan menyatakan perasaannya padaku kemarin lalu. Tapi ternyata tidak. Kita hanya mengobrolkan tentang keseharian dia menjadi Mahasiswa, dan dia menyukai teman wanita sefakultasnya. Hah.. Menyebalkan." jawab Anna semakin merasa kecewa.


"Ya anna-a. Jangan bersedih seperti ini. Jika memanga dia tidak punya perasaan untukmu juga, cari saja yang lain. Yang sama-sama menyukaimu. Jangan mengharapkan apapun dari orang yang tidak menyukaimu balik, yang ada hanya kau yang akan kecewa." Ucap Yeri menasehati.


"hmm kau benar Yeri-a." Jawab Anna dan tersenyum kecil.


"Sudah lah jangan memikirkan dia lagi, kau mau aku kenalkan denganĀ  ketua kelas, dikelas kami?." ucap Yeri kembali.


"Ah.. maksud mu Song Je Hwa? Ketua kelas kita yang tampan dan pintar itu, Yeri-a?" sahut Hansu.


"Tentu saja dia yang aku maksud Hansu-a. Memangnya di kelas kita ada berapa ketua kelas, astagah." Jawab Yeri gemas


"Aku hanya memastikan saja kok. Dan ya, sebaiknya kau mencoba mengenalnya Anna-a. Je Hwa dia laki-laki baik dan belum mempunyai kekasih. Siapa tau setelah kalian saling kenal kalian bakal saling suka."


"Haruskah? Baiklah aku mau dikenalkan dengan dia." Jawab Anna yakin.

__ADS_1


"Good Girl.. Aku dan Hansu yang akan mengatur pertemuan kalian." Sahut Yeri.


Dan setelah obrolan itupun mereka bertiga fokus pada makanan mereka masing-masing untuk dihabiskan. Karena waktu istirahat mereka sudah hampir habis.


Setelah menyelesaikan makan siang, mereka berjalan bersama dilorong menuju kelas, masih ada waktu 10menit untuk bel pelajaran berikutnya di mulai. Mereka melangkah pelan dan sesakali mengobrol.


"Bagaimana kalau nanti malam kita keluar? Sudah seminggu kita tidak keluar bersama." Ucap Hansu


"Iya, ayo kita ke cafe tempat kita dulu pertama kali keluar bersama. Bagaimana Yeri-a?" Sahut Anna


"Aku akan izin dulu ke Appa nanti, kalau aku diizinkan aku akan menghubungi kalian."


Setelah obralan singkat itu, Mereka berpisah untuk ke kelas masing-masing. Anna sudah masuk ke dalam kelasnya lebih dulu, karena kelas Anna yang lebih dekat dengan kantin dibanding kelas Yeri dan Hansu.


*******


"Yak, Soo Jae-a..." Panggil seseorang tiba-tiba. Yang di panggilpun menghentikan langkahnya dan menoleh ke orang yang memanggil namanya.


"Ada apa, Hye Joon Hyung?" sahut Soo Jae. Pada Hye Joon yang memanggilnya dan menghentikan langkahnya memasuki ruang kerjanya.


"Nanti malam ikut hyung. Temani hyung menemui seseorang. Kau harus ikut. Aku tidak menerima penolakan Kim Soo Jae." ucap Hye Joon.


"Terserah. Pergilah, aku banyak pekerjaan." jawab Soo Jae dan melangkah masuk ke dalam ruangannya tanpa memperdulikan Hye Joon lagi.


Hye Joon pun melangkah pergi untuk kembali ke ruangannya yang berada di lantai yang sama dengan Soo Jae. Hye Joon adalah manager di perusahan yang Soo Jae pimpin.


"Siapa lagi yang akan dia temui kali ini?" ucap Soo Jae pada diri sendiri.


"Sepertinya ia akan terus melakukan kencan buta. Dan berakhir aku yang selalu menemaninya. Hye Joon Hyung benar-benar membuang waktuku." Ucap Soo Jae dengan jengahnya. Memikirkan kelakuan Hye Joon yang akhir-akhir ini selalu melakukan kencan buta.


Entah wanita seperti apa yang Hye Joon cari, sampai berkali-kali melakukan kencan butapun. Dia tidak menemukan yang cocok. Padahal, menurut Soo Jae hampir semua wanita yang Hye Joon ajak pergi kencan buta memiliki paras cantik, tubuh yang ideal, dan juga seorang wanita karir dengan profesi yang menjanjikan. Tapi tetap saja semua wanita itu tidak ada yang memikat Hye Joon.


"huh.. Semoga saja ini menjadi kencan buta terakhirnya." ucap Soo Jae dengan helaan nafas pelan.


*******


Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, dan bel pulang sekolah pun sudah berbunyi. Seluruh siswa dan siswi pun sudah keluar dari kelas masing-masing untuk pulang. Tak terkecuali Yeri, ia sekarang sedang menunggu sang Appa di gerbang sekolahnya. Appa nya sudah berjanji akan menjemputnya saat pulang sekolah. Setelah menunggu selama 10menit mobil sang appa pun datang, Yeri tersenyum bahagia. Appa nya menepati janjinya, appa nya datang untuk menjemputnya.


Saat mobil appanya sudah berhenti di hadapannya, Yeri segara membuka pintu depan dan masuk kedalam mobil sang appa.


"Kau sudah menunggu lama Yeri-a?" tanya tuan Park saat Yeri sudah duduk di sampingnya.


"Tidak appa. Yeri baru saja keluar ke depan gerbang dan appa sudah datang menjemput." jawab Yeri dengan senyum cantiknya.

__ADS_1


"Baiklah, kita pulang sekarang."


"Iya Appa." jawab Yeri, dan tuan Park pun melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah Yeri.


"Bagaimana sekolah mu hari ini, Yeri-a?" tanya Tuan Park memulai obrolan.


"Sedikit penat appa, karena pelajaran semakin hari semakin bertambah. Mungkin karena sudah di tingkat akhir sekolah, jadi pelajaran semakin bertambah banyak." keluh Yeri. "Dan Yeri juga menghabiskan waktu istirahar mengobrol bersama Hansu dan Anna." lanjut Yeri menceritakan hari nya di sekolah.


"Oh ya, apa saja yang kalian obrolkan? Apa tentang pelajaran juga?" Jawab Tuan Park dengan senyum tipis.


"Tentu saja tidak appa. Bisa-bisa kepala kami bertiga akan keluar asap jika terus-terusn membicaran pelajaran." Jawab Yeri dan membuat raut wajah cemberut.


Tuan Park yang melihat raut wajah cemberut putrinya itupun tertawa lepas. Sangat mengemaskan sekali putrinya ini, tuan Park pun mengusak rambut Yeri gemas.


"Appa, kau membuat rambut ku berantakan." keluh Yeri kesal karena tuan Park mengusak rambut Yeri dan membuatnya berantakan sedikit.


"Kau terlalu menggemaskan Yeri-a. Maafkan Appa." ucap tuan Park masih dengan senyumannya. "Lalu apa saja yang kalian bicarakan? Hmm.. Kalau appa tebak, pasti tentang percintaan. Benarkan?" lanjut tuan Park


"Oh.. Bagaimana appa tahu?"


"Tentu saja appa tahu. Eomma mu dulu waktu masih sekolah setiap berkumpul dengan teman-temannya juga selalu membahas tentang percintaan dan juga bergosip."


"oh.. Bagaimana appa tahu tentang itu? Apa Eomma yang menceritakannya ke appa."


Tuan Park pun semakin tersenyum lebar dan gemas melihat reaksi sang putri yang penuh keingin tahuannya.


"Appa mengupingnya. Karena dulu appa adalah kakak kelas dari eommamu. Dan ya.. Dulu appa diam-diam menyukai eommamu. Jadi, setiap jam istirahat appa selalu sengaja duduk dimeja dekat eomma mu dan teman-temannya. Jadi tentu saja appa tahu, apa saja yang di bahas para gadis-gadis pelajar seperti kalian." jelas Tuan Park.


"Wah, kau benar-benar seperti penguntit appa. Lalu, apa eomma mengetahuinya saat appa diam-diam menguping obrolan eomma dan teman-temannya?"


"Yak, anak nakal. Appa mu ini bukan penguntit, appa cuman ingin tahu saja. Dan.. Tentu saja eomma mu tidak mengetahui nya, bahkan sampai sekarang." jelas tuan Park.


Yeri yang mendengar itupun langsung tersenyum lebar. Ia berfikir akan mengadukannya pada sang eomma, tentang apa yang diceritakan sang appa kepadanya.


"Kalau begitu Yeri akan menceritakannya kepada eomma sekarang. Terimakasih Appa sudah menjemput Yeri, Yeri mau menemui eomma dulu." ucap Yeri dan secepat kilat ia turun dari mobil yang sudah terparkir di halaman mansion keluarga Park.


"Yakk Yeri-a!!! Jangan beritahu eomma mu, Yeri-a.." Teriak tuan Park dalam mobil namun tidak di dengar oleh Yeri.


"Dasar anak nakal" ucap tuan Park pelan dan tersenyum hangat melihat Yeri berlari memasuki Mansionnya.


"Appa sangat menyayangimu Yeri-a. Maafkan Appa."


********

__ADS_1


__ADS_2