Blacklight A Life

Blacklight A Life
Chapter 13


__ADS_3

Pagi yang cerah di hari minggu. Yeri dengan semangat menuruni anak tangga turun kebawah dan bergabung untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.


"Pagi appa, eomma.." Sapa Yeri dan mencium pipi appa dan eommanya bergantian.


"Pagi sayang..." Ucap tuan dan nyonya Park bergantian.


"Kau sudah rapi sayang? Kau mau keluar dengan pacar tampanmu itu? Hmm?" Goda Nyonya Park.


"Eomma.. Berhenti menggodaku. Dan ya, aku mau berjalan-jalan dengan Hwan oppa." Jawab Yeri dengan senyum ceria.


Sudah 1 minggu hubungan Hwan dan Yeri berjalan. Semakin hari hubungan mereka semakin dekat dan manis. Mereka berdua adalah pasangan yang serasi dan manis.


"Hwan mengajakmu kemana sayang?" Tanya tuan Park.


"Entahlah appa, katanya ia akan menunjukkan tempat yang indah kepadaku." Jawab Yeri.


"Jangan-jangan, Hwan akan melamarmu, sayang." Goda tuan Park dengan senyum jailnya.


Yeri pun langsung merona malu mendengar ucapan sang appa. Appanya sangat pandai sekali mengodanya sama seperti eommanya.


"Appa... Appa sama saja dengan eomma. Suka sekali menggodaku. Tidak mungkin secepat itu Hwan oppa melamarku, appa. Lagi pula Yeri kan masih sekolah. Masih butuh 5 bulan lagi untuk Yeri menyelesaikan sekolah Yeri." Jawab Yeri dengan sedikit cemberut.


"Siapa tahukan, si Hwan sudah tidak sabar ingin menikahimu sayang." Goda nyonya Park gak mau kalah.


"Eommaaaa...." Panggil Yeri dengan kesal.


Kedua orang tua Yeri pun tertawa senang karena berhasil menggoda putri nya itu. Lihat, betapa menggemaskan wajah Yeri yang sedang cemberut, menggembungkan pipinya dan mempautkan bibirnya. Sunggu, menggemaskan sekali putri cantiknya itu.


"Baik-baiklah.. Habiskan sarapanmu. Hwan pasti segera menjemputmu kesini, sayang." Ucap nyonya Park.


Keluarga hangat itupun melanjutkan sarapan mereka dengan sedikit bincang-bincang dan tawa kecil. Pagi yang menyenangkan untuk keluarga Park.


******


"Oppa.." Panggil Yeri saat melihat Hwan baru turun dari mobil dan langsung berjalan ke arahnya.


Yeri sengaja menunggu Hwan di pintu utama mansion. Appa dan eomma nya sedang pergi ke rumah salah satu rekan bisnis appa Yeri. Jadi, Yeri berpikir akan langsung berangkat ketika Hwan sampai di mansionnya.

__ADS_1


Grep...


"Kenapa kau menungguku di luar, baby? Apa kau sudah lama menungguku?" Tanya Hwan sambil memeluk sayang Yeri.


"Sengaja, agar saat oppa datang. Kita bisa langsung berangkat dan aku belum lama kok menunggu oppa disini." Jawab Yeri sambil menyamankan dirinya dalam pelukan hangat Hwan.


"Baiklah, kita pamit appa dan eomma dulu. Setelah itu kita berangkat, hmm.." Ucap Hwan sambil merenggangkan pelukannya.


"Kita langsung berangkat saja, oppa. Eomma dan appa tidak ada dimansion. Mereka sedang ada janji dengan rekan bisnis appa." Jelas Yeri.


"Ahh.. Begitu.. Baiklah ayo kita berangkat sekarang." Ajak Hwan menggandeng tangan Yeri dan berjalan beriringan menuju mobil Hwan yang terparkir tepat di depan mansion.


"Silahkan masuk tuan putri ku." Ucap manis Hwan mempersilahkan Yeri untuk masuk kedalam mobil setelah ia membukakan pintu mobilnya.


"Kau tidak pernah berubah, oppa. Terimakasih." Jawab Yeri dengan senyum manis dan cantiknya.


Setelah Yeri sudah duduk manis di kursi samping pengemudi. Hwan pun menyusul masuk dan mulai menjalankan mobilnya keluar dari area mansion keluarga Park.


*******


"Hansu-a.. Apa kau merasa Yeri sudah sangat jauh dari kita?" tanya Anna pada Hansu.


"Iya! Ditambah sekarang Yeri dan Hwan oppa itu sudah berpacaran."


Kedua teman itu sedang berada di sebuah cafe tengah kota. Mereka menghabiskan hari minggu mereka untuk keluar bersama. Hansu dan Anna sedang merasa sedih, karena mereka berdua sudah tidak pernah menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan bertiga seperti dulu. Lebih tepatnya, Yeri tidak pernah punya waktu untuk keluar bersama mereka berdua.


"Haruskah kita bicarakan dengan Yeri?" Tanya Hansu.


"Tidak, kalau Yeri merasa tersinggung bagaimana? Lalu dia tidak mau berteman lagi dengan kita." Jawab Anna, dengan helaan nafas pelan.


"Iya juga. Apalagi ketika ingat wajah Yeri yang selalu tersenyum cerah saat menceritakan hubungannya dengan Hwan. Huh.. Kita tidak boleh membuat Yeri sedih karena kita kan?"


"Ya, kau benar."


Seseorang akan berubah dengan cepat, jika menemukan kenyamanan dan kesenangan yang baru. Seseorang itupun hanya akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan dunia baru yang mereka temukan. Tanpa melihat dunia yang sudah lama ada dilingkupnya.


Seperti itulah keadaan pertemanan Yeri, Hansu dan Anna. Mereka bertiga sudah jarang menghabiskan waktu bersama seperti dulu, karena Yeri telah menemukan dunia barunya yang bernama cinta. Yeri lebih memilih untuk banyak menghabiskan waktunya dengan cintanya dan sedikit merenggangkan hubungan pertemanannya dengan Hansu dan Anna.

__ADS_1


Cinta.. Memang bisa mengubah seseorang. Yang dulunya sangat dekat akan merenggang, yang dulunya perduli akan sedikit mengabaikan dan yang dulu nya baik menjadi jahat. Begitulah cinta mengubah Yeri.


******


"Soo Jae-a!!!" Panggil Hye Joon saat ia memasuki kamar Soo Jae tanpa mengetuk pintu.


"Ada apa? Bisakah kau mengetuk pintu dulu? Kenapa kau jadikan itu sebagai kebiasaanmu, Hyung?" Sahut Soo Jae jengah.


"Baiklah maaf tidak akan kuulangi lagi. Tapi, aku tidak janji." Jawab Hye Joon dengan cengirannya. Dan hanya mendapatkan gumaman malas dari Soo Jae.


"Kau yakin akan ke amerika lagi? Kenapa tiba-tiba? Lalu, perusahaanmu disini bagaimana?" Tanya Hye Joon.


Soo Jae sekarang sedang mengemas beberapa pakaiannya kedalam koper. Ia memutuskan akan meninggalkan korea selatan, negara kelahirannya, untuk pergi ke amerika. Hanya untuk sementara waktu.


"Kau yang akan mengurusnya untukku, Hyung." Jawab enteng Soo Jae.


"Dasar anak nakal ini. Kau selalu seenaknya seperti ini. Kau baru kembali kesini beberapa tahun ini, dan sekarang? Kau mau kembali lagi ke amerika? Ada apa denganmu sebenarnya?"


"Aku hanya akan pergi untuk sementara. Aku terlalu merindukan eomma disini. Jadi, aku pikir aku pergi ke amerika saja untuk sementara waktu." Jelas Soo Jae


Ya, ibu Soo Jae meninggal 3tahun lalu. Sampai sekarang Soo Jae masih belum bisa menerima kenyataan jika sang eomma sudah tidak berada didunia ini lagi. Dan Soo Jae akan selalu berpergian, jika ia mengingat kenangannya bersama sang eomma saat berada di mansionnya.


"Baiklah. Aku tidak bisa menahanmu jika seperti itu. Segeralah kembali, jika tidak akan kubuat bangkrut perusahaanmu. Dan kau akan jatuh miskin." Ancam Hye Joon.


"Dan aku akan membunuhmu jika itu terjadi, Hyung." Jawab Soo Jae dengan tawa.


*****


"Oppa disini indah sekali." Ucap Yeri takjub melihat pemandangan danau didepan matanya.


Hwan mengajak Yeri ke danau yang selalu ia datangi. Tempat itu berada di pinggiran kota dan dekat dengan hutan pinggiran kota. Tempat itu sangat asri karena tidak ada bangunan atau pemukiman warga. Sungguh, tempat yang cocok untuk menenangkan diri dan menghabiskan waktu sendiri.


"Ya kau benar, Yeria. Aku sangat menyukai tempat ini. Setiap aku merasa sedih dan kesepian aku selalu datang kesini untuk menenangkan diri. Karena itu aku mengajakmu kesini Yeria." Jawab Hwan sambil merangkul pundak Yeri dan merapatkan tubuh mungil Yeri mendekat padanya.


"Apa kau masih kesepian, Oppa?" Tanya Yeri sambil menyamankan untuk merapatkan tubuhnya pada Hwan dan menyenderkan kepalanya di bahu lebar Hwan.


"Tidak. Ada kau sekarang, Yeria. Jadi, aku tidak kesepian lagi." Jawab Hwan tulus dan mencium pucuk kepala Yeri.

__ADS_1


"Aku akan selalu ada untuk mu oppa."


*****


__ADS_2