
Masih di flasback 6bulan kebelakang...
Bruk...
Yeri jatuh tersungkur dilantai yang dingin. Ia didorong dengan kasar oleh Hwan saat memasuki apartemen Hwan.
Hwan membawah Yeri ke apartemennya. Bahkan Hwan juga menyuruh Yeri untuk membujuk Hansu agar mengabari orang tua Yeri, jika Yeri tidak akan pulang malam ini. Yeri hanya bisa menurut dan mengatakan semua apa yang dikatakan Hwan pada Yeri.
Yeri bahkan memohon pada Hansu agar tidak ikut campur dalam hubungannya dan Hwan. Tentu saja semua itu adalah paksaan dari Hwan.
Dengan isakan Yeri merengkak menjauhi Hwan, ia benar-benar takut dengan Hwan yang sedang dibutakan oleh amarah.
Sret..
Akh...
"Kau mau kemana?" tanya Hwan berbisik tepat di telinga Yeri dan menjambak kuat rambut Yeri.
"Oppa, sakit. To..tolong lepaskan." mohon Yeri dengan derai air matanya dan memegangi rambutnya yang dijambak oleh Hwan.
"Aku akan lepaskan. Tapi, kau harus menjawab ku."
Yeri hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan, menuruti perkataan Hwan.
"Kenapa kau pergi tanpa izin dariku? Bukankah aku sudah bilang, kau hanya boleh pergi dengan teman-temanmu jika aku mengizinkanmu." ucap Hwan penuh penekanan,
"Kenapa kau malah pergi sebelum mendapat izinku, Yeria?"
Yeri pun semakin terisak hebat hingga badannya gemetar takut. Selama hubungan dengan Hwan, Yeri memang selalu di kekang dan diatur oleh Hwan. Semua perkataan Hwan harus Yeri turuti, dan selama menjalani hubungan dengan Hwan, Yeri selalu menurut dan tidak membantah sama sekali.
Namun, malam ini Yeri melanggarnya. Ia pergi bersama Hansu dan Anna, karena mereka bertiga tidak pernah bertemu setelah menjadi seorang mahasiswi. Bahkan, jika Yeri ingat. Ia tidak pernah pergi keluar dengan kedua temannya itu selama ia berpacaran dengan Hwan. Tentu saja karena Hwan tidak pernah mengizinkannya. Dan, Yeri tidak pernah menyangka jika kekerasanlah yang ia terima, jika ia membantah ucapan Hwan.
"Kenapa kau diam? Apa kau jadi bisu sekarang, hum?" tanya Hwan Geram.
"To..tolong, ma..maafkan aku, oppa" mohon Yeri dengan nada gemetar takut.
"Maaf kau bilang? Baiklah, aku akan memaafkanmu. Setelah aku menghukummu."
Untuk pertama kalinya, Yeri mendapatkan kekerasan dari Hwan. Pria yang Yeri cintai, pria yang hangat, pria yang penuh kasih sayang dan pria yang selalu penuh perhatian kepadanya. Kini telah menjadi pria yang mengerikan dan kejam tanpa belas kasihan.
Hwan mencengkeram tangan Yeri dan menarik nya masuk kedalam kamar apartemennya.
Bruk...
Hwan menghempaskan tubuh Yeri hingga tersungkur kembali ke lantai yang dingin.
"Aku tidak pernah suka dibantah, Yeria. Hukuman ini akan mengingatkanmu, agar kau tidak mengulangi kesalahanmu lagi."
Plak..
Hwan menampar keras Yeri dan menindihnya di bawah kakungannya.
Akh...
__ADS_1
"To..tolong.." ucap Yeri tercekat saat tangan kekar Hwan mencekik leher Yeri kuat.
"Ini sebagai hukumanmu." ucap Hwan geram dan semakin mencengkeram leher Yeri kuat.
"Sayang? Kenapa kau diam saja?" tanya Hwan dengan lembut dan mengelus sayang kepala Yeri.
Kini mereka berdua telah sampai di halaman depan Mansion Park. Hwan kini menjadi pria yang hangat dan penuh kasih sayang bukan Hwan yang mengerikan dan dengan kejamnya selalu melakukan kekerasan pada Yeri.
"Ma..maaf oppa. Aku, aku hanya lelah." jawab Yeri dengan nada sedikit takut.
"Baiklah. Turunlah dan segera istirahat."
"Iya, oppa." jawab Yeri pelan dan menunduk takut.
"Yeria." panggil Hwan,
"Iya oppa, kenapa?" tanya Yeri masih menunduk takut.
Akh...
Yeri meringis sakit saat tangan Hwan mencengkeram kedua pipinya kuat.
"Tatap aku, jika kau berbicara denganku." ucap dingin Hwan didepan bibir Yeri.
"Ma..maaf." jawab Yeri yang telah menangis untuk kesekian kalinya.
"Aku sangat mencintaimu, Yeria. Jadilah kekasih yang menurut, hm." ucap Hwan
"I..iya oppa. Maaf." jawab Yeri dengan menatap sendu ke arah Hwan.
"Jangan menangis lagi dan jangan keluar tanpa izinku lagi. Besok aku akan menjemputmu untuk pergi ke kampus. Istirahatlah sayang."
Cup...
Hwan mengucup sekilas bibir Yeri dan mengelus sayang pipi Yeri tanpa ada rasa bersalah sedikitpun karena telah berlaku kasar kepada Yeri.
"Ba..baik oppa. Aku turun dulu, hati-hati." pamit Yeri dan hanya di angguki dengan senyum oleh Hwan.
Yeri pun bergegas turun dari mobil Hwan dan langsung berjalan memasuki mansionnya. Saat Yeri memasuki mansion ia menutupkan penutup hoodienya agar luka dileher Yeri tidak terlihat oleh kedua orangtuanya.
Sudah menjadi kebiasaan Yeri menyembunyikan segala luka yang dia dapat dari Hwan. Ia tidak pernah menceritakan kepada siapapun atas perilaku Hwan kepadanya. Bahkan, orang tua Yeri pun tidak tahu menahu jika Yeri mendapatkan kekerasan fisik dari kekasihnya itu.
Hwan akan selalu berlaku kasar pada Yeri, jika Yeri keluar tanpa izin Hwan atau tidak sengaja melihat Yeri mengobrol dengan teman prianya. Hwan tidak akan mentoleransi itu semua, ia akan menghukum Yeri dengan menyakiti fisik Yeri.
Malam ini Yeri mendapatkan kekerasan dari Hwan untuk kesekian kalinya. Karena Hwan tidak sengaja bertemu Yeri yang sedang berada di cafe bersama teman kampusnya, untuk membahas tugas dari dosen. Namun, Hwan tidak pernah mau mendengarkan penjelasan apapun dari Yeri.
"Aku membencinya, sangat membencinya." ucap lirih Yeri saat berada di kamarnya.
Yeri berjalan memasuki kamar mandinya dengan langkah pelan, ia melepas semua pakaiannya dan berjalan untuk mengisi air dalam bathtub. Sudah menjadi kebiasaan Yeri setelah mendapat kekerasan fisik dari Hwan, ia akan merendam dirinya dalam bathtub dan menenggelamkan dirinya selama mungkin agar ia bisa melupakan semua perlakuan yang ia dapat dari Hwan.
Yeri memasuki bathtub dan mulai menenggelamkan dirinya dalam keadaan air yang masih mengalir mengisi bathtub.
__ADS_1
Plak...
Bruk...
Akh...
"Aku sudah bilang kau harus menurut padaku."
"Ampun.."
"Kau milikku, Yeria."
Akh...
Hwan mencekik kuat leher Yeri dengan senyum mengerikannya.
"Ini hukumanmu, jika kau tidak menurut padaku."
Akh...
Hwan terus mencekik leher Yeri dengan kuat, hingga Yeri hampir kehilangan kesadarannya. Namun, ketika Yeri hampir kehilangan kesadarannya, Hwan mepelepas cekikannya pada leher Yeri dan..
Plak..
"Sadarlah, sayang."
Cup..
Hwan mengecup kening Yeri lama dan mengusap air mata Yeri yang membasahi pipi.
"Aku mencintaimu sayang, sangat."
Byur..byur..byur..
Hah...hah...hah...
Yeri bangun dari posisi menenggelamkan tubuhnya, dengan nafas terengah-engah. Semua kilas balik yang ia alami bersama Hwan terus berputar di ingatannya. Sungguh kilas balik itu adalah hal mengerikan bagi Yeri.
Hiks...hiks..
Yeri menangis, terisak hebat di dalam bathtub, ia benar-benar merasa ketakutan jika harus mendapat kekerasan kembali dari Hwan.
Hwan berhasil menyakiti fisik dan mental Yeri. Kekasih yang dulu ia banggakan dan ia cintai, menjadi pria yang menghancurkan mentalnya. Membuat Yeri merasa ketakutan jika berada didekatnya.
Yeri memeluk erat kedua lututnya yang tertekuk. Iya selalu merasa tidak aman dan ketakutan dengan bayang-bayang wajah Hwan yang penuh amarah saat melakukan kekerasan padanya.
"To..long." ucap lirih Yeri disela isakannya.
*******
__ADS_1