
Tata seketika berlari keluar mengikuti teman2nya
Disaat tsta sampai di depan pintu lift,Arya dan Kevin berlarian
dan ternyata yang terjebak di dalam lift adalah Diana
brak..brak Arya memukul2 lift tanda frustasi
"jangan diam saja cepat kalian lakukan sesuatu "teriak Arya pada kerumunan karyawan nyA
"Dek,sabar ya tunggu sebentar"
mendengar Arya memanggil Diana dengan sebutan adek,membuat mata semua karyawan terbelalak hampir tak percaya bahwa sesungguhnya Diana dan bos nya adalah saudara
tata yang melihat Arya frustasi ,dia pun ikut bersedih
bagaimana juga Diana adalah sahabat nya.
Diana hanya diam mematung menyaksikan pemandangan didepan nya ini.
seorang CEO angkuh yang sangat menyebalkan tertunduk lemas meratapi nasib adiknya
setelah hampir 1jam pintu lift terbuka tetapi Diana sudah pingsan
Arya segera mengendong adiknya menuju ke parkiran mobil
tata mengikuti langkah Arya hingga dia mengatakan
"pak bolehkah saya ikut dengan anda"tata seraya menunduk..dan Arya menatapnya sebelum masuk mobil.
"masuklah"
ucap Arya singkat
__ADS_1
"Di,maafin gw."hanya itu kata yang terlintas di bibir tata
selama perjalanan tata menangis
~UGD
tata mendekati kursi Arya
sambil menunggu dokter memeriksa Diana
tata mengutarakan permintaan maaf nya
"pak maafkan saya"pinta Diana memelas
Arya yang sedari tadi memejamkan matanya , Sekarang membuka mata serta menoleh kearah tata
"ini bukan salahmu, berhenti lah menangis "ucap Arya
Arya menceritakan semua alasan Diana kenapa merahasiakan identitas nya selama ini.
Diana hanya ingin mencari teman yang benar2 tulus tanpa mengetahui embel2 nama atmadjaya.
tak lama kemudian dokter keluar ruangan
"bagaimana dok"tanya Arya tergesa2
"keadaan pasien tidak ada yang serius,hanya saja keadaan nya saat ini lemas di karenakan kekurangan oksigen.saya akan memindahkan pasien keruang perawatan"penjelasan dokter seakan diterima oleh Arya
"Diana sudah baik2 saja ta,kau boleh pulang"perintah arya
"pak, bolehkah saya menemani Diana hingga dia siuman?"tanya tata memelas
"ini diluar kantor,jangan terlalu formal.kalay begitu tolong jaga diana.aku akan mengurus administrasi".
__ADS_1
semua keluarga atmadjaya sudah berkumpul
pak amar,ibu jeng dan nenek Sahila beserta Arya dan Kevin sedang menunggu Diana siuman
"nak,sudah sore apa kau tidsk pulang beristirahat?sudah dari pagi kau disini?ucap nenek terhadap tata
.
"gpp nek,setelah Diana siuman nanti,tata akan segera pulang"ucap tata lembut
sedari tadi Arya hanya bersandar pada tembok dan menghadap ke arah tata
"aku dimana"ucap Diana siuman
"nak,ini mama kau dirumah sakit sayang"ucap mama sambil terisak
"ma,Diana takut ma..hikz..hikz.."ucap Diana saat mengingat kejadian tadi pagi
.
"sudahlah nak,papa dan mama akan menjaga mu.kau tenang saja ya"ucap papa nya mendekati putri nya itu
disaat Diana sudah tenang..Diana melihat tata ada di ruangan ini
"ta,Lo ada disini juga?"tanya Diana dengan Suara lemah.
tata masih diam karna sedari tadi air matanya ingin menetes.melihat sahabat nya siuman,tata slalu mengucap syukur
"ta..kita masih sahabatan kan?"tanya Diana kembali dengan meneteskan air mata
papa dan mama nya yang duduk di samping Diana ,seakan menjauh dan memberi kan ruang khusus untuk tata bisa maju mendekat
"dasar bodoh,kenapa kau menanyakan nya haaa"ucap tata sambil merentangkan tangan nya memeluk Diana .
__ADS_1
keduanya menangis