
Diana diam menatap pertanyaan sahabat nya itu,dia juga tak tahu harus berbicara seperti apa.
"sudahlah Di,masih ada waktu satu Minggu untuk kita mengetahui kebenaran nya"
"ta,udah yuk gak usah di bahas.kita turun,kamu belum makan.kita makan sama2 di bawah"ucap Diana dan mendapatkan jawaban iya dari tata
Saat mereka turun semua mata menatap tata,Arya segera bangkit menghampiri istrinya.
"sayang biar aku bawakan makanan untukmu diatas"ucap Arya
"gak usah mas,aku udah enakan"jawabnya sambil tersenyum..
"nak,duduk lah ini semua masakan mama untuk menyambut mantu kesayangan mama"ucap mama jenny.
"iya ma terimakasih"
mereka yang hampir selesai makan menjadi berlama-lama dulu untuk menghabiskan sisa makanannya,lantaran menunggu tata dan Diana untuk segera menghabiskan makan malam nya..
"maaf tuan,ada bapak Gunawan dan istri ingin bertemu non tata"ucap salah seorang art..
tata mendengar nama papi nya di sebut langsung tersedak,Arya dengan sigap memberinya minum..
pak amar bingung dengan situasi ini,
__ADS_1
"nak apa kau menelfon papi mu?"tanya sang papa mertua
"tidak pa,sedari tadi tata hanya mengobrol dengan Diana"ucap tata
pak amar langsung menghentikan makan nya dan segera menemui sahabatnya itu.
akhirnya semuanya selesai makan dan tata berpamitan kepada semua keluarga nya untuk menuju ke kamarnya
"nak kau mau kemana ,ada orang tua mu disini apa kau tidak ingin menemuinya?"ucap sang mama sambil membelai rambut menantu nya
"katakan pada orang tua ku jika tata kecapean dan tidur sore ma,tata gak akan sanggup menemui mereka disaat keadaan kalut seperti ini"tata langsung menuju lantai atas tanpa mendapatkan jawaban dari mertuanya terdahulu.
"Arya kau temui mertuamu dulu,Diana bawa mereka ke kamar tamu"ucap sang mama
"loh ma mana tata?"tanya pak amar
mama dan Arya hanya saling pandang
"maaf Pi..mi..tadi kita seharian berbelanja furniture untuk rumah baru kami jadi tata kecapean dan sudah tidur"ucap Arya
"bukan nya tadi bang amar bilang tata sedang makan malam bersama kalian?"ucap pak Gunawan heran
"iya gun,tadi memang kita makan bersama tetapi entah mengapa tata merasa sedikit pusing mungkin karena kurang darah atau bagaimana"ucap mama Arya
__ADS_1
"ya sudah mbak gpp biarkan tata Istirahat,tapi ijinkan saya melihat nya sebentar mbak,dia masih anak kami kan?"ucap mami tata mencoba merayu agar di perbolehkan menuju ke kamar atas..
sebelum mami tata beranjak dari duduknya terdengar suara anak Thania menangis yang sengaja di cubit Thania agar terdengar nyaring keluar kamar..
"loh bang anak siapa itu menangis?"ucap Gunawan dan semuanya gelagapan..
"ma,coba di cek ma itu anak siapa ma,,hihi aku sendiri sibuk gun untuk melihat kondisi art ku saja aku tak ada waktu..hehe"pak amar mencoba mencairkan suasana walau keringat mulai bercucuran.dan betapa terkejutnya ibu jeny disaat sudah mendapati Thania menggendong anaknya menuju ke ruang tamu.
"maaf semuanya mengganggu,ini anak saya minta keluar rumah jalan-jalan katanya"ucap Thania sengaja memamerkan kedatangan dirinya dan anaknya..
"siapa ini mbak?masak art secantik ini?"
"iya bang,kau kedatangan tamu tak bilang kepadaku?apa dia kerabat mu bang?"
pertanyaan dari besan nya membuat mereka bingung untuk menjawab hingga Thania sengaja membuka suaranya..
"perkenalkan om,Tante saya adalah Thania dan ini anak saya.kami adalah..."ucap Thania menggantung ..
.
.
Dear semua pembaca setiaku,tolong hargai setiap karya yang di buat oleh para penulis.jangan lupa vote ya
__ADS_1