
Hari ini Arya dan tata kembali kekediaman keluarga atmadjaya.semuanya menyambut dengan antusias,semua sangat sayang terhadap tata hingga menimbulkan kecemburuan di hati Thania.
"oh iya apa kau sudah melakukannya?"tanya sang nenek dengan mengedipkan matanya kepada Arya
"hahaha tak usah di tanya lagi nek,bahkan dia saja sampai susah berjalan..hahahah"ucap Arya tak sungkan hingga mendapatkan pukulan dari sang mama..
"anak nakal ."ucap mama yang melihat kedekatan ibu mertua dan anaknya itu.
tata merasa malu jika harus membicarakan didepan umum.
"papa.."tiba-tiba terdengar suara anak kecil dari arah dapur yang sedang menangis memanggil papa nya.
"mas akhirnya kau pulang juga,ini anakmu mencarimu terus"ucap Thania sambil mendekat kearah Arya dan di hadang langsung oleh tata.
"stop!!jaga sikapmu dan jangan merusak kebahagiaan kami"ucap tata dengan tegas
"kau ini terlalu kejam hingga memisahkan ayah dan anaknya..huhu..wanita macam apa yang menjadi menantu keluarga atmadjaya"Thania kembali berulah
__ADS_1
"sudah Thania,kami tak ingin berdebat denganmu tolong tinggalkan kami"ucap Arya berdiri di sisi tata
"mas jika nanti hasil nya adalah dia benar-benar anakmu,aku ingin kau segera menceraikan nya"Thania menunjuk tangan tata dan di tepis oleh tata
"wanita terhormat pun tak akan menyuruh pasangan suami istri yang sah untuk bercerai dengan alasan yang tidak masuk akal.paham nyonya Thania"
Thania sudah kehabisan kata-kata dan dia pun segera pergi meninggalkan ruang keluarga.
"ta,kau hebat sekali sampai Mak Lampir nya kabur"ucap Diana
"tak akan kubiarkan wanita manapun merebut suamiku"ucap tata sambil menatap Arya dan Arya pun mencium tangan istrinya
"awww.sakit Di.nikah sana biar tau rasanya kasmaran"
"ogah..mending begini enak bebas"
"kau harus nikah cucuku yang pembangkang"ucap sang nenek dengan menjewer telinga Diana
__ADS_1
"aduh nek,sakit..pa lihatlah mereka hanya sayang kepada kakak.tidak ada yang sayang kepadaku"ucap Diana mengadu pada papa nya..
"tenanglah sayang,kau akan mendapatkan mama dan nenek baru setelah ini okeee toss"ucap papa terhadap putri kesayangan nya.sang istri pun segera mencubit perut suaminya..
"aduh..aduh..sakit ma ampun"ucap pak amar
"makanya kalau sudah berumur itu jangan mikir mau nambah istri aja"
Sore hari mereka semua bergegas menuju ke rumah sakit,karena hari ini adalah test DNA itu keluar.walau Arya dan tata masih merasa lelah tetapi mereka tak ingin melewatkan ini semua.terlihat tata gelisah menunggu dokter yang adalah sahabat dari mertuanya itu keluar .
"tenanglah nak,mama yakin itu bukan anak Arya"ucap ibu jeny membelai rambut tata
"jika kenyataan bukan seperti itu bagaimana ma?"tata balik bertanya kepada sang mertua
"ta,Lo jangan ragu sama kakak gw.lo harus yakin ya"ucap Diana
Dokter pun keluar dari ruangan itu dan memberikan amplop yang masih bersegel kepada pak amar.setelah membukanya pak amar langsung kaget dan menunjukan kepada Arya,
__ADS_1
"ini maksudnya apa dok?tolong bacakan dan jelaskan kepada kami.semoga apa yang saya lihat itu tidak benar"ucap Arya menghampiri dokter itu
"baik, saya akan menjelaskan bahwa disini terbukti jika Arya adalah ayah biologis dari anak itu"ucap dokter sambil menunjuk balita yang di gendong Thania...