
Tata melewati hari-harinya menjadi seorang janda muda.dia tidak pernah mempermasalahkan itu,sekarang dia bergabung di perusahaan milik orang tua nya sendiri.menghabiskan waktu agar bisa melupakan mantan suaminya.walau tata sudah bercerai dengan Arya,tetapi tata masih menjalin persahabatan dengan diana.hari ini mereka bertemu di sebuah cafe untuk melepas rindu,nampak Diana antusias bertemu dengan sahabat nya sekaligus mantan kakak ipar nya itu.mereka berbicara panjang lebar hingga Diana memberitahu tata jika Arya dan Thania sudah menikah secara sah di mata hukum dan negara.tata memejamkan matanya sejenak,sakit memang hatinya sangat terluka tetapi tata harus berusaha ikhlas karena mungkin Arya bukan jodoh nya.
"aku udah gakpapa Di, bagaimanapun juga kami sekarang sudah tidak mempunyai ikatan apa-apa lagi.ya,walau ada sedikit kecurigaan ku pada Thania,tetapi semua itu sudah terlanjur"ucap tata dan Diana langsung menimpali omongan
"gw juga sama ta,eh maksudnya aku..heheh.kapan lalu aku melihat Thania sedang berbincang dengan seorang pria disebuah taman dan memberikan sejumlah uang.tapi dari penampilan si pria itu,dia bukan dari kalangan orang biasa."
Diana mencoba mengingat kejadian tempo lalu yang tak sengaja bertemu Thania di taman dekat kompleks rumahnya.
"Sedari aku masih menjadi istri kakakmu,aku sudah melihat gelagat aneh Di, seakan-akan sengaja menjadikan anaknya sebagai senjata agar bisa masuk di keluarga kamu"ucap tata
akhirnya mereka berinisiatif untuk menyewa jasa detektif agar membuntuti Thania,walau tata bukan menjadi istri Arya tetapi dia juga tidak rela jika wanita licik itu menguasai keluarga atmadjaya.
secara kebetulan pun Arya dan Kevin memasuki cafe tempat tata dan Diana bertemu.kevin yang lebih duku mengetahui keberadaan dua wanita itu dan menunjukkan kepada arya.seketika Arya menghentikan langkahnya dan menatap senduh wanita yang masih dicintainya.
sudah beberapa Minggu Arya tidak bertemu dengan mantan istrinya itu,nampak jelas wajahnya sedikit pucat.arya yang sedari tadi memandang tata dan tak disengaja pula pandangan mereka bertemu.
__ADS_1
deg..
mereka cukup lama berpandangan hingga Diana juga mengikuti arah mata tata memandang.
"kak..sini"ucap Diana memanggil kakaknya dan membuyarkan pandangan mereka berdua.
"selamat siang nona diana,nona jelyta"sapa Kevin sopan sambil membungkukkan badan nya.
"selamat siang pak sek..hehe"Kevin hanya tersenyum getir mendengar namanya masih dipanggil seperti itu dengan tata.
"silahkan duduk mas Arya"ucap tata kembali.
"oh iya non tata,saya dengar sekarang sudah bergabung di perusahaan milik pak Gunawan"tanya Kevin basa-basi.tata tak langsung menjawab karena sedari tadi dia diam lantaran melawan gejolak di perutnya yang ingin keluar.entah mengapa bertemu dengan Arya membuatnya ingin muntah dan kepalanya terasa pusing.
tata menutup hidung dan mulutnya sambil berbicara kepada Arya
__ADS_1
"mas kamu pakai parfum apa sih kok bau nya bikin aku mau muntah"ucap tata
"ha...maksud nya gimana ini?kamu mengira aku bau?"ucap Arya seraya mencium jas nya sendiri.
"jauh..jauh deh mas..aku pusing nyium bau kamu..huweek..huwekk"tata berlari menuju toilet
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa bayar aku dengan vote kalian ya guys
mampir juga di karya ku yang lain nya