Boss Tampan Ku

Boss Tampan Ku
perasaan arya


__ADS_3

entah sudah keberapa kalinya Diana meyakinkan sahabat nya untuk mengubah keputusan nya itu.


Diana dan keluarga besarnya yakin bahwa tata yang pantas untuk mendampingi Arya.


hari ini Diana dan tata berangkat ke kantor bersama,ya inilah pertama kali tata masuk kerja setelah cuti.


tata di panggil oleh atasan nya..


tok.tok..


kevin mengetuk pintu ruangan CEO


terdengar suara Arya mempersilahkan masuk


"masuk"


keduanya masuk terlihat Arya sedang sibuk didepan laptopnya .


tanpa melihat arah pintu,Kevin bersuara


"maaf pak ini nona jelyta sudah datang"


"baik,bisa tinggalkan kami?"Arya meminta Kevin untuk keluar

__ADS_1


"silahkan duduk"singkat Arya


"apa anda tahu kenapa saya memanggil anda kemari?"Arya menghadap tata dengan tangan di lipat ke meja .


akhirnya bisa melihat wajah cantik nan ayu itu.


"maaf pak,saya tidak mengerti"tungkas tata


"Anda mengambil cuti tanpa persetujuan dari pihak perusahaan,dan sekarang anda masuk kerja sesuka hati anda.lantas hal apa yang bisa saya terima dari kehadiran anda disini?"


"sebelumnya saya minta maaf perihal izin cuti saya,tetapi saya memilih resign pun pak Kevin tidak mengijinkan.lalu saya harus bagaimana?sedangkan tiket pesawat sudah terlanjur saya pesan"


tata berusaha tenang walau sebenarnya dirinya ingin segera lari dari situasi ini.


"apa ada lagi yang perlu saya jelaskan bapak?jika tidak saya akan kembali keruangan saya"


"silahkan"ucap Arya singkat


tata beranjak dari kursinya dan sebelum mendekati arah pintu,Arya segera memegang tangan tata.


"tolong batalkan semuanya"tanya Arya dengan suara yang lembut


"apa maksud bapak?tata pun masih tak mengerti

__ADS_1


"aku menyesali semua kebodohan ku, berjauhan darimu seakan menambah rasa itu semakin kuat.tolong jangan melanjutkan hubungan mu dengan Ilham"pintah Arya sambil terus menggenggam tangan tata


"kau hanya belum tahu bagaimana masa lalu yang kualami.sama hal nya dengan mu,sudah lama perasaan itu tumbuh disini"sambil meletakan tangan tata di dada Arya.


arya tak kuasa menahan air mata nya.dia takut benar2 kehilangan wanita ini


"semakin aku mencoba menjauh tetapi semakin aku tersiksa ta,tolong tetaplah disini jangan pernah menikah dengan lelaki manapun"


"maaf pak,saya sudah terlanjur menerima lamaran tersebut, permisi"tata pergi meninggalkan Arya.tata berbohong terhadap Arya, padahal sampai detik ini tata belum memberikan jawaban apapun terhadap Ilham.


Arya tak bisa menahannya lebih lama lagi,Arya benar2 kacau..


malam ini Ilham dan tata makan malam di sebuah restoran,tujuan Ilham mengajak tata bertemu hanya untuk memperjelas hubungan nya saat ini.


"Ta, bagaimana keputusan mu?saya sudah terlalu lama menunggu.jika pun bukan aku lelaki beruntung itu, setidaknya jangan menggantungkan perasaan ku"ucap Ilham langsung to the point.


"mas Ilham maaf sebelumnya,saya memang belum bisa memastikan perasaan yang ada dalam hati saya saat ini.maaf jika mas Ilham kecewa.tetapi mas Ilham berhak mendapatkan wanita yang mencintai mas ilham.dan wanita itu bukan lah saya."ucap tata merendahkan suaranya


"saya harus bagaimana ta,agar kamu bisa mencintai saya?"


"saya pun tidak tahu mas Ilham,karna sampai detik ini saya masih mempunyai perasaan dengan pria lain"tata menunduk membayangkan wajah Arya..


sesakit apa luka yang telah diberikan Arya terhadap tata,tetapi tata hanya mencintai arya.hanya saja untuk saat ini tata ingin melihat sampai mana perjuangan Arya untuk menyampaikan perasaan nya sendiri..

__ADS_1


__ADS_2