Boss Tampan Ku

Boss Tampan Ku
kemarahan tata


__ADS_3

di tengah perjalanan menuju rumah tata,ponsel tata berdering.


"ya,Pi..ini mungkin setengah jam an lagi sampai, haaa om Lukman yang mana Pi?


memangnya ada perlu apa sama tata Pi?


oh ya udah kalau gitu ini mau sampai, assalamualaikum"


entah apa yang pak Gunawan bicarakan dengan tata,hanya saja begitu lah jawaban tata yang di dengar oleh Diana,Kevin dan Arya


"kenapa ta?"tanya Diana


"gak tau Di,katanya ada anaknya temen bokap gw yang mau kerumah"jawab tata sambil meletakkan kembali ponsel nya didalam tas


"apaa ta,,Lo mau dilamar"sengaja Diana berteriak untuk memanasi hati Arya


"ih,,lebay banget si Di.gw aja g tau yg mana org nya.intinya pernah ketemu waktu nikahnya mas Anggoro"tata mencoba mengingat


"ya ampun gw ikut seneng deh ta, elo udah bener2 buka hati Lo "Diana memeluk tata sambil melirik ke arah kakaknya


"dari dulu juga gw udah buka hati,sayang aja gak peka!!"ucap tata sinis


"haa..apa an ya?ulangi lagi?siapa yang gak peka??"Diana tertawa mendengar penuturan tata


"ya elo yang GK Peka,tiap hari Ama gw juga masih aja gak YAKIN!!"tata menekankan kata terakhir nya itu seakan menyindir Arya


mereka sudah sampai di kediaman tata


setelah berpamitan,semuanya menuju kerumah keluarga atmadjaya


"kak,yakin ni ngelepas tata gitu aja?liat tuh udah ada saingan lu"ucap Diana sambil maju kedepan mendekat ke kursi kakaknya


"Lo ngomong sekali lagi gw tampol ya dek,dari tadi nyerocos aja.pusing Ne gw"jawab Arya ketuss

__ADS_1


"Vin,habis gini mampir apotik ya?"pinta Diana terhadap Kevin


"mau beli apa ?"tanya Kevin


"obat sakit hati,,,hahahaha,,belum berjuang udah terluka..sakit...aduh...sakit...hahaha",begitulah Diana mengejek kakak nya di sertai tawa Kevin...


-keseokan harinya di kantor


hari ini tata sedikit merubah gaya berpakaian nya


jumpsuit panjang berwarna hitam dengan belahan dada rendah tetapi di tutupi dengan kemben berwarna coklat, belt berwarna coklat serta tas tenteng mungil berwarna putih senada dengan sepatu hak tinggi nya .


apapun yang tata pakai selalu terlihat cantik


hari ini adalah rapat terakhkr untuk membahas pesta acara kantornya


Arya tak henti menatap tata..


setelah selesai rapat,semua orang bergegas pergi namun tidak dengan tata.


tata type orang yang tidak suka berlama-lama mendiamkan seseorang .


"apa ada yang perlu di bicarakan lagi nona tata?"tanya Kevin di dalam ruangan ini yang tersisa hanya Diana,tata Kevin dan Arya


"saya minta waktu 5 menit untuk berbicara dengan atasan anda"ucap tata tegas.


Arya yang sedari tadi diam kini membuka suara


"jika untuk urusan kantor,silahkan berhubungan dengan kevin.saya masih sibuk"ucap Arya sambil berdiri


tata menghentikan langkah Arya dengan menghadang di depan nya langsung.


melihat kejadian ini,Kevin dan Diana tau diri untuk tidak ikut campur.

__ADS_1


"aku hanya ingin memastikan sesuatu"kali ini tata berani menatap mata Arya


"jika memang aku bukan orang yang berhak memiliki rasa itu,tolong bicarakan segera,aku sudah muak dengan situasi seperti ini"


"apa yang kau bicarakan huu"Arya masih mengelak


"kau bukan lelaki bodoh yang tak mengerti maksud perkataan ku tadi tuan Arya atmadjaya"tata menaikan sedikit suaranya


"yang kau bicarakan ini bukan sebuah perasaan,tetapi sebuah kekosongan.bersihkan dulu nama Hary di hatimu,setelah itu aku akan mengisinya dengan namaku"jawab Arya .


"jadi kau kira, perasaan ku hanya sebuah pelarian?"tata kaget dengan pernyataan Arya yang mengiranya demikian


"kurasa memang seperti itu,kau baru saja ditinggal kekasih mu dan tentu kau akan mencari seseorang untuk mengisi hari2 mu yang kosong?bukan begitu nona jelyta"ucap Arya enteng sambil menyilang kan tangan nya


plak..


tata menampar Arya..


Arya yang semula diam,kini mulai terpancing amarah .tetapi setelah menatap tata yang mulai meneteskan air mata ,dia urungkan amarahnya itu.


"hebat sekali tuan Arya yang terhormat,kau sungguh jenius bisa tepat sasaran dengan segala analisa mu yang tentu benar adanya"


tata menghela napas sesaat sambil bertepuk tangan


"walaupun ruang hati saya kosong, sekalipun tak akan ku biarkan orang pengecut macam dirimu yang mengisinya,permisi"


tata benar2 murka dia membanting pintu


.


.


.

__ADS_1


.jangan lupa vote ya guys


__ADS_2