
"Vin,coba deh cium parfum aku?apa ada yang salah?"tanya Arya
"tidak bos,parfum yang di pakai masih sama seperti biasa"
"ya sudah ayo pergi Vin,kalau tidak ingin bertemu denganku jujur saja.tidak perlu beralasan dengan berbicara jika aku bau.menyebalkan"akhirnya Arya dan Kevin pergi menuju parkir mobil.mereka tak jadi makan siang di cafe ini lantaran Arya sudah terlanjur marah-marah.
setelah itu tata sudah kembali dari kamar mandi,wajahnya nampak pucat setelah memuntahkan semua yang tlah berada di perutnya.
"loh Di,dimana mereka"ucap tata duduk sambil memegangi kepalanya.
"kak Arya marah,dikiranya kamu alasan saja tidak mau semeja dengan dia"ucap Diana
"dasar gila Abang mu itu,selalu berasumsi sendiri.dia tidak tahu bagaimana tersiksanya aku sedari tadi menahan pusing dan mual ini"tata juga nyerocos memaki-maki mantan suaminya itu.
setelah satu jam mereka bercerita akhirnya mereka memutuskan untuk pulang,tata berpamitan kepada Diana sebelum menuju ke mobilnya.tetapi tata terlihat sangat lelah, keringat bercucuran dan pandangan nya mulai buram.diana dengan sigap memegang bahu tata.
"kita harus kerumah sakit sekarang "ucap Diana memasukan tata di kursi penumpang bagian depan.tata hanya pasrah dan mengikuti sahabat nya.selama perjalanan nampak jelas tata tertidur lantaran tubuhnya semakin lemas.hingga tiba di IGD sebuah rumah sakit Diana meminta bantuan suster untuk menggotong tubuh anna.lama menunggu tata di periksa akhirnya sang dokter menyuruh Diana untuk masuk ke ruangan itu.
"Anda siapa ya kalau boleh tahu?"tanya sang dokter kepada Diana
"saya sahabat nya dok,kenapa dok?"tanya Diana bingung
__ADS_1
"kemana suami ibu jelyta?"tanya dokter kembali
"maksudnya kakak saya dok?"
dokter pun juga bingung..
"bukan mbak,saya menanyakan suami ibu jelyta"
"lah iya dok,suami sahabat saya itu adalah kakak saya Sendiri"Diana mulai kesal lantaran berbelit-belit dokter ini menyampaikan sesuatu
"ibu jelyta positif hamil 7minggu dan kandungan nya sangat lemah lantaran kurang asupan makanan bergizi"ucap dokter itu dan Diana membelalakan matanya tak percaya.
tata pun yang mendengar penuturan dokter malah menangis dibalik tirai itu.
"Lo harus kasih tau kak Arya "ucap Diana dengan tatapan lurus kedepan
"gak Di,plis.aku gak mau di fitnah lagi lantaran egois dengan anak mas Arya bersama Thania"
"tapi Lo juga hamil anak kakak gw ta,kalau Lo gak ngomong biar gw aja"Diana sudah marah tetapi tata memohon dengan sangat agar tidak melakukan nya..
"Lo harus janji demi aku,demi ponakan kamu.jangan beritahu mas Arya..hikz..hikz.."
__ADS_1
" sampai kapan?"tantang Diana
"sampai kita bisa membongkar kebusukan Thania"ucap tata
setelah merasa sedikit enakan,akhirnya tata dan Diana bangkit dan betapa terkejutnya mereka berdua mendapati jika dibelakang mereka sudah ada Arthur,adik tata.
"dek.."ucap tata memelas.arthur tahu betul maksud dari kakaknya.
"aku akan merahasiakan kehamilan mu mbak,tetapi aku juga tak akan membiarkan mu sendirian melawan Thania"ucap nya tegas
"maksudnya?"tanya tata dan Diana bersamaan
"aku akan gabung dengan kalian membongkar semuanya"
.
.
.
jangan lupa bayar aku dengan vote kalian ya guys
__ADS_1
mampir juga di karya ku yang lain nya