
*Apaaaa*semua keluarga tata berteriak kaget
"kau hamil sama siapa dek"tanya kakak ipar nya lugu
"bagaimana bisa janda baru kemaren sore udah hamil?"tanya Anggoro
"jangan selalu bikin papi jantungan tata"
Tata yang merasa terpojokan tidak bisa menjawab malah menangis ,Arthur pun akhirnya yang menjawab
"dia hamil anak mas Arya sudah memasuki Minggu ke 9"
sontak semua keluarga syok,terutama mami tata yang tidak bisa mengerti akan situasi saat ini
"bagaimana kelanjutannya dek"
"kamu gak bilang Arya"
"lantas gimana nak keputusan mu kedepannya"
pertanyaan itu semua membikin tata pusing hingga papi pun yang sedari tadi memperhatikan anak kesayangan nya menjadi geram dan mengatakan
"gugurkan segera keturunan dari keluarga penipu itu"
semua tak kalah kagetnya mendengar ucapan papi,
__ADS_1
"Pi sudah cukup selama ini tata menuruti kemauan papi,jika papi merasa malu lantaran tata janda tetapi mengandung.tata akan pergi saja dari rumah ini."tata pergi ke kamar nya dengan terisak
"untuk kali ini maafkan Anggoro jika tidak sependapat dengan papi"dia beserta istrinya lantas pergi menuju kamar tata ,Arthur pun demikian juga mengikuti kakak nya.
tinggallah hanya orang tua tata,mami hanya diam dan malamun lantaran tidak percaya dengan ucapan dari suaminya
"jika tata pergi dari sini,aku juga akan pergi bersama putriku,kau semakin hari semakin kejam terhadap anak kandungmu sendiri.dan jangan pula kau menyuruh anak kita berbuat kejam pula terhadap anak yang di kandung nya"
sepeninggalan mami menuju ke kamarnya ,papi hanya diam di ruang kerja.
mami tidak menemui anak kesayangan nya itu lantaran dia tak cukup kuat melihat nasib putrinya
Dikamar tata
"emang kakak mau di repotin ibu hamil tengah malam?aku aja nyesel tau kalau mbak lagi hamil,dia sangat menyusahkan sekali"Arthur mengoceh dan di timpuk bantal oleh kakak nya (tata)
"kak aku harus pergi dari sini, daripada aku harus membuangnya kak.aku gak sanggup menuruti permintaan papi untuk yang kali ini kak.papi sangat kejam"tata kembali menangis
"kalian tidak usah khawatir ,uang dari mas Arya cukup banyak bisa membuat aku dan anaku untuk hidup sendiri"
Anggoro yang pusing memikirkan nasib adiknya tidak bisa menjawab apapun hanya dia menyuruh adiknya untuk bersabar
Arthur yang tau betul bagaimana kakaknya dia segera mendekat di samping mbak nya sambil berkata
"tolong jangan bawa pergi dia mbak,aku sudah kepalang tanggung di repotkan oleh calon ponakan ku ini"
__ADS_1
terdengar sepele tetapi itu hanya alasan Arthur yang tidak mau berpisah dengan kakak nya.berbeda dengan Anggoro yang tidak mau menunjukkan jika dia juga amat tersiksanya melihat nasib adiknya
keadaan rumah di keluarga ini sama sekali hening walau makan malam pun tata tidak mau beranjak turun bersama ,dan itu membuat mami nya makan berdua bersama tata di kamarnya.
pak Gunawan yang sedari pagi memilih berdiam diri di ruang kerja nya terkesan egois memang tetapi ini lah bentuk cinta nya pada anak kesayangan nya itu.
keesokan harinya disaat semua sarapan,tata menuruni tangga dengan membawa koper terlihat memang sekarang perut tata sedikit menonjol,semua yang melihat itu langsung berdiri dan menghampiri tata,hanya sang papi saja yang berdiam diri di meja makan sambil pandangan nya lurus ke depan
"mas tolong cegah anakmu pergi, bagaimana dia sendirian tanpa kita mas apalagi dia mengandung"mami mencoba menghampiri suaminya agar menghentikan anak nya
"mami stop,tolong jangan pernah memaksa papi untuk menghentikan tata, daripada anaku harus di buang lebih baik aku saja di buang oleh kalian mulai saat ini,aku tidak membawa apapun dari harta papi karena uang nafkah yang diberikan mas Arya waktu itu masih cukup untuk menghidupi anak nya ini yang darah daging dari keluarga penipu"
Anggoro dan Arthur menghentikan tata hingga sampai di pintu papi pun berdiri dan berlari memeluk putri kesayangannya.
"papi terlalu posesif menyayangi mu nak,maafkan papi jika terlalu arogan.papi hanya kecewa dengan mereka.kenapa memberikan kebahagiaan kepada anak papi hanya sesaat"
tata hanya diam di tempat tidak mengucapkan apapun
tetapi papi kembali mencium kening putri nya..
"jangan pernah pergi jauh-jauh lagi dari papi jika kau belum sepenuhnya bahagia dengan kehidupan mu nak,kami keluarga mu,disini tempat mu untuk membutuhkan perlindungan.maafkan papi nak.."
semua keluarga pun saling berpelukan
terharu melihat anak dan bapak yang sangat begitu menyayangi
__ADS_1