Bu Dokter! Love Me Please!

Bu Dokter! Love Me Please!
9. Salah Sasaran


__ADS_3

9.🐌


Libur telah usai, saatnya kembali ke rutinitas mereka .


Bitha tengah asik membersihkan kamarnya, menyusun beberapa pakaian yang ia bawa pulang kemarin. Sedangkan Sarah, ia berada di dapur membuat sajian untuk menyambut kedatangan sang kekasih.


"Bith, tolongin aku na cinta!." Pintanya memelas diambang pintu kamar


"Apaan?!. Aku belum kelar ni!."


"Beliin air kelapaa donk! Yang didekat masjid itu."


"Hah?! Ada- ada aja!. Mau bikin apa coba, ribet banget!.


"Ada deh, lagi on proses ini makanya aku gak bisa ninggalin."


"Kenapa gak dimasakin indomie aja sih pak Kumis!? Ngeselin deh!!."


"Ih kamu jahat deh ama bebeb aku!."


"Dia kan banyak duitnya, suruh aja beli makan diluar!."


"Gak!. No...No...!. Ucap Sarah sembari menggoyangkan jari telunjuknya


"Kita lagi berhemat demi masa depan!." Pungkasnya


"What!!??."


"Udaah,,,buruan tolong beliin!. Ya!? Ya!? Ya!?."


"Iyaaa, dih resek bener deh!." Bitha melengos pergi.


.


.


Bitha tengah menunggu akang es kelapa menyiapkan pesananya saat seseorang menempati kursi disebelahnya.


"Hai cantik!. Beli es ya?!." Tegurnya


Alex dengan senyum cerahnya menatap Bitha sembari menaik turunkan kedua alis tebalnya.


'Dih kenapa lagi ni orang!?' Batinnya


Tampilan Alex kali ini tidak sebuluk biasanya, ia tetap mengenakan kaos oblong dengan topi hitam, celana kolor bermotif pantai juga sepatu Safety yang nampak kotor oleh semen kering layaknya pekerja kasar. Sedikit nilai plusnya adalah ia tidak bau keringat, hanya itu.


Alex memesan satu bungkus Es kelapa kepada istri dari si akang Es yang tengah menyerut kelapa pesanan Bitha,


"Mas ganteng ini gula nya mau pake apa?!." Tanya si bibi es


"Yang warna pink itu aja bi!. Biar sama cantiknya kaya mbak disebelah saya!." Liriknya sembari menampilkan deretan giginya yang rapih.


"Duuhh,,, si mas bisa aja ya gombalnya!." Si bibi menimpali


Bitha sedikit menunduk untuk meredakan rasa malunya akibat gombalan Alex.


Sungguh sial batinnya, di godain sama pria menyebalkan ini kenapa jantungnya malah berdegup kencang!.


Tak lama Alex menyambut uluran tangan sang penjual es,


"Makasih!, mbak cantik ini yang bayarin ya bi!." Ucapnya langsung melarikan diri setelah menerima sebungkus es kelapa pesanannya.


HEEEIII.......!!!.


"Dasar!. Awas aja!." Kesal Bitha


"Mbaknya kenal sama mas - mas tadi?!." Tanya bibi

__ADS_1


"Enggak!!."


"Ya udah, gak usah dibayar!. Gak papa mbk!."


"Eh? Jangan bi!. Jangan!. Gak papa saya yang bayar." Ucapnya


Sepanjang jalan pulang Bitha terus mengutuk kelakuan Alex yang selalu membuatnya kesal jika bertemu dirinya.


Tiba dirumah, wajah Bitha terlihat masam.


Sedangkan Sarah yang tak mengerti sebab musababnya hanya bisa meminta maaf pada sahabatnya itu, mengira jika dirinyalah yang menyebabkan kekesalan Bitha.


"Bith...sory ya udah ngerepotin kamu!.


Beneran aku gak tau kalo kamu se-enggak mood ini!." Ucap sarah sembari meremas tangan Bitha


Sadar dengan keadaan, Bitha pun menoleh pada Sarah.


"Eh, Ya ampun. Enggak Sar!. Gak sama sekali kok!. Beneran!."


"Terus kenapa datang - datang muka kamu kelipet gitu?!."


"Gak papa, apes aja tadi!. Udah ah gak usah dibahas!." Ucapnya melenggang pergi dari dapur.


.


Bunyi klakson mobil Ibram menyapa pendengaran kedua wanita dirumah itu.


"Pak kumis datang Sar!."


"Ih, pak kumis!,,, pak kumis!,,, ngangenin loh gitu-gitu!."


"Iya lah serah kamu aja!." Bitha tertawa.


Makan malam kali ini disponsori oleh Sarah.


"Beneran ini bisa dimakan yank?!." Tanya Ibram


"Kamu kok ngomong gitu sih beb..?!."


"Ya enggak, aku nanya aja!." Ibram berusaha untuk menahan tawanya


Bitha yang baru saja mengangkat bakul nasi dari dapur kembali tertawa saat melihat susunan Tempe berwarna hitam itu. Padahal ia dan Ibram tadi sudah menyarankan untuk masak indomie telor saja agar tidak salah langkah.


Makan malam mereka dipenuhi dengan kekonyolan, canda tawa terdengar begitu jelas hingga ke teras.


Ibram pamit setelah merasakan kantuk, meninggalkan kedua wanita cantik tadi dengan perut kenyang setelah memakan Indomie telor yang dimasak Bitha.


.


.


Langit terlihat sedikit gelap, rintik hujan mulai menyapa bumi kala Bitha baru memasuki gerbang komplek. Pandangannya menyapu sekitar perumahan, ia menatap punggung seorang pria yang tengah maraton untuk mempercepat laju langkahnya menghindari tetesan hujan sembari menghalau pandangan dengan tangannya.


Apa yang terjadi?, bukan Bitha yang sukarela memberi tumpangan, melainkan pria itu yang memaksanya berhenti. Apalagi jika bukan untuk menumpang. Tidak mungkin Bitha menolak dengan langsung melaju, yang ada malah ia masuk penjara karena sengaja menabrak pria tadi.


Bitha menurunkan sedikit kaca jendela penumpang, bukan suara sapaan yang ia dengar tetapi kata 'bukain kuncinya' lah yang keluar dari mulut pria itu.


ALEX!.


Sungguh pria ini sangat bisa mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Ayo jalan!."


Ucapnya setelah mengibas sisa air yang masih menempel dirambutnya dengan tangan tanpa melihat wanita disampingnya.


Bitha hanya menatap tajam Alex , sama sekali tak merespon ucapan pria yang tengah duduk manis disebelahnya dengan wajah tanpa dosa itu.

__ADS_1


"Loh? Gak jadi pulang?! Mau hujan-hujanan dimobil gini, yakin aman?!."


Lanjut Alex dengan sebelah alis terangkat beserta senyum jahilnya melihat Bitha.


Bitha diam tak menjawab. Ia menginjak pedal gas sembari meremas gagang stir.


Teringat gelar yang disandangnya belum lagi kekecewaan orang tuanya, membuat ia berfikir dua kali jika ingin mencelakai pria ini.


Mobil berhenti tepat di depan lokasi konstruksi.


"Bisa masuk kedalam gak? Mayan nih hujannya bisa bikin demam!." Alasan yang masuk akal


Alex meminta Bitha untuk mengantarnya masuk sampai ke emperan bangunan agar tidak kehujanan.


Masih tanpa kata, Bitha membelokan mobilnya memasuki halaman dengan jarak tiga puluh meter dari pagar depan.


Wajahnya terlihat sekali tak ikhlas, aura negatif terasa begitu kuat memancar dari wanita cantik itu.


Alex tak juga turun dari dalam mobilnya, membuat kesabaran Bitha menipis. Wanita itu menghela nafas kasar.


"Turun!!!."


Alex menoleh kearahnya.


"Turun!!!."


Masih pada posisinya.


"CEPAT TURUN WAHAI MAKHLUK MENYEBALKAN!!." geramnya menatap lekat wajah tampan pria disebelahnya yang juga tengah menatapnya tanpa senyum.


"Bisa gak jangan judes sama aku?!." Ucap Alex


"Gak bisa!!." Jawabnya lantang


Alex menghela nafas berat,


"Kenapa!?." Tatapnya mengiba,


Bitha memalingkan wajahnya kesamping menghindari mata tajam yang tengah menatapnya. Ada rasa dag - dig - dug saat ditatap seperti itu.


"Pokoknya gak bisa!. Kamu bikin kesel!!."


"Gak boleh kesel gitu!. Nanti kalo anakmu mirip aku gimana?!." Tanyanya dengan raut wajah polos


"Apa sih!?, jangan ngaco deh kalo ngomong!." Kesalnya


"Aku gak ngaco!. kan bisa aja keselnya kamu setiap lihat aku kebawa sampe nanti."


"Udah sana cepetan turun, iiihhhh......"


Bitha mencoba mendorong pangkal lengan Alex yang saat itu tengah duduk dengan tegak untuk segera keluar dari dalam mobilnya.


Alex tetaplah Alex, dia tidak nakal tapi sedikit bebal. Ia senang menatap wanita cantik itu jika kesal.


Tak kunjung keluar, Bitha meraih tas jinjingnya yang berisi peralatan pribadi termasuk notebook didalamnya dari jok belakang. Tas berbahan leather itu lumayan berat meski tak berisi, dan miliknya nampak begitu padat dengan sudut tas berlapis besi stainless.


Bitha melayangkan tas itu dengan kedua tanganya. Alex yang melihat sudut tas itu berkilau reflek menghindar dengan menarik tuas sandaran jok mobil hingga membuat tubuhnya terhempas kebelakang dengan sedikit keras.


pucuk dicinta malang pun tiba. Bukan selamat yang didapat malah apes yang menyapa Alex. Ia lupa dengan warisan keluarganya saat lapisan besi itu menghujam tepat dipangkal paha yang terpampang nyata tanpa perlindungan selain celana yang dikenakannya.


AAARRGGGGGHHHHH!!!!!..............


Jeritan itu terdengar pilu.


Bitha melepas genggamannya pada tas dengan bobot dua kilo itu masih ditempat semula.


Matanya membola sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya,

__ADS_1


'Mampus gue' batinnya


__ADS_2