Bukan Janda Tapi Perawanan

Bukan Janda Tapi Perawanan
Aku bukan wanita murah


__ADS_3

"Riyan menatap anjel dari ujung kaki sampai kepala anjel." Senyuman yang penuh nafsu dan juga kelinci terpancar dari wajah Riyan." Ha... Ha... Ha anjel, anjel." Tawa Riyan penuh dengan ejekan nya untuk menghina anjel."


Riyan pun berjalan menghampiri anjel yang sedang terkejut dan mematung di depan pintu lift." Memang nya kamu kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan bersama ke ponakan ku William." Kamu tidur dengan William dan juga bercumbu mesra dengan nya ya kan.?" Ha... Ha... Ha Riyan tertawa."


"Aku kira kamu bukan wanita murahan,, yang selalu menjaga harga diri dan sering jual mahal ke pada ku." Ternyata kamu sama aja wanita yang murah seperti janda-janda yang lain." Karena mengginkan uang dari William kan."


Aku tahu kamu tergoda oleh ke tampanan William yang menjabat sebagai wakil CEO jadi kamu rela membukak ************ juga ke dua kaki mu di bukak lebar untuk nya." Ehmmmm,, saat aku menjabat sebagai wakil CEO kenapa kamu menolak ku.?"


"Riyan terus-menerus mengejek anjel yang berhasil menghabis kan waktu semalaman bersama William sedang kan diri nya tidak bisa tidur dengan anjel." Padahal Riyan sering memberi hadiah-hadiah mahal pada wanita itu tetapi selalu di tolak nya."


Aku mau tau hadiah apa yang William berikan ke pada mu sehingga kamu mau tidur dengan nya." Tanya Riyan yang penasaran juga ingin tahu." Apa permata.? Aku juga pernah memberi kan permata tapi kamu menolak nya."


"Lalu apa yang William berikan kepada mu,, apa mobil mewah, apartemen, atau kartu hitam tanpa batas."?? Cukup diam Pak Riyan." Anda tidak berhak menghina dan juga menuduh ku seperti ini." Anjel berbicara dengan nada tinggi sambil menahan amarah nya."


Anjel sudah habis ke sabaran dengan hinaan dan juga ejekan Riyan terhadap nya." Anjel tidak bisa menerima semua hinaan itu karena bukan seperti itu yang terjadi pada diri nya dan juga William." Jangan kan di beri permata, apartemen, mobil mewah meminjam uang tiga ratus ribu rupiah aja di minta di kembali kan."

__ADS_1


"Oh jadi apa yang di pikir kan oleh bapak saya semurah itu hah.?" Hey lho kok kenapa kamu malah marah." Tanya Riyan yang masih mengejek diri nya." Apa yang aku kata kan benar jadi kamu tak perlu marah kan anjel." Anjel mengepal kan ke dua tangan nya."


Anjel yang merasa kesal juga jengkel pada pria tua jelek dan juga gendut itu." Ingin sekali anjel menghajar mulut sampah nya Riyan." Belum sempat anjel melampiaskan ke marahan nya pada Riyan." Tiba-tiba pintu lift terbuka ternyata itu William dan Wildan keluar dari lift."


"William melihat anjel yang sedang berbincang dengan paman nya itu." Paman,, kalian berdua kenapa ada di sini sedang apa kalian berdua.?" Tanya William pada anjel dan juga Riyan." Dengan ekspresi wajah yang marah juga kesal langsung masuk lift tanpa memperduli kan pertanyaan dari William."


Wildan Yang melihat anjel pergi begitu saja merasa binggung dengan apa yang membuat nya terlihat marah seperti itu." Wildan pun bertanya pada Riyan." Apa yang membuat nya marah seperti itu.?" Ha... Ha... Ha Riyan pun tertawa untuk menyembunyi kan perasaan nya."


"Kok tanya sama paman,, paman aja gak tahu kenapa dia seperti itu." Aku melihat wajah anjel datang cemberut seperti itu ke pada ku." Ucap Riyan yang berpura-pura tidak tahu apa-apa." Riyan tidak mungkin mengata kan sebenar nya pada William dan Wildan tentang diri nya dan anjel."


"Setelah masuk ke ruangan kerja nya William melihat paper bag di atas meja kerja nya." William pun datang menghampiri meja kerja nya untuk melihat apa isi di dalam paper bag itu." Sabil berjalan ke arah meja itu William bertanya pada Riyan." Paman ini punya siapa.?" Entah lah aku juga tidak tahu."


Mungkin dari anjel karena tadi dia yang masuk duluan ke sini." Oh begitu ya." William sudah tak sabar ingin melihat apa yang di dalam paper bag." Ternyata di dalam nya kemeja,, jas dan juga uang nya yang di bawa anjel dari pesta waktu itu."


"Padahal sebenar nya William tidak ingin meminta itu semua di kembali kan ke pada nya." Karena itu hanya lah basa basi agar dia bisa lebih dekat dengan nya dan mengorek ke hidupan nya." Ke hidupan janda tapi masih perawan."

__ADS_1


Ada apa William.?" Memang nya dari siapa itu.?" Tanya Riyan sambil berjalan mendekati William." Dan melihat isi dalam paper bag itu." William bukan kah itu pakaian milik mu.?" Bukan kah waktu itu pakaian mu menghilang."


"Dan kamu meminta ku membawa kan pakaian mu ke kamar hotel.?" Tanya Riyan yang merasa ke heranan." Riyan masih ingat itu semua saat diri nya masuk ke dalam kamar hotel." Karena diri nya melihat gaun dan juga pakaian dalam wanita berserakan di lantai seperti pakaian nya Anjel."


Itu sebab nya tadi Riyan mengejek Anjel habis-habisan karena melihat gaun anjel di kamar hotel William bukan karena William memberi tahu nya." Oh itu ya,, sebenar nya aku meminta anjel untuk mencuci pakaian ku yang kotor karena ke tumpahan minuman."


"William mencoba untuk mengarang cerita." William tidak ingin Riyan mengetahui apa yang terjadi sebenar nya dan mempermalukan anjel karena mudah tidur dengan ku." Ehmmmm,, seperti itu ya." William telah berbohong pada ku gumam Riyan."


Riyan kemudian duduk di kursi dan bertanya lagi pada William." Ngomong-ngomong kenapa kamu memanggil ku ke sini." Apa kamu mau memberi kan posisi yang lebih bagus lagi pada ku." Ya aku ingin yang lebih tinggi dari staf biasa kalau cuma jadi staf biasa aku tidak mau lho."


"Riyan memberi kan tolakan pekerjaan sebelum William mengatakan." Bukan itu paman." Ucap William kemudian duduk di kursi kerja nya." Sebenar nya begini paman." Paman seharus nya sudah tau kan tentang restoran Olivia milik perusahaan NUSANTARA group yang akan di buka 1 bulan lagi."


Lestoran yang terletak di kota pusat itu." Ayah ku meminta agar paman yang mengelola di sana karena di sini sudah tidak ada lagi pekerjaan yang cocok untuk paman lagi." Itu pun kalau paman mau nanti aku meminta asisten aji untuk menyiap kan semua ke perluaan paman dan juga tempat tinggal untuk paman."


"Bagaimana menurut paman." Tanya William dengan serius." Apa yang di kata kan William itu ke putusan dari ayah nya." Bukan ke putusan sepihak dari diri nya sendiri."

__ADS_1


__ADS_2