Bukan Janda Tapi Perawanan

Bukan Janda Tapi Perawanan
Bertemu Pak William di restoran


__ADS_3

"Meja mereka berdua dekat dengan salah satu dinding kaca setinggi 3 meter." Di situ Marsel dan anjel duduk sambil membuka buku daftar menu makanan." Di situ Marsel bertanya pada anjel." Oh ya,, kamu mau pesan apa.?" Kamu boleh kok pesen apa yang kamu suka."


Emmmmmm ya deh,, anjel mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum." Anjel pun melihat isi di dalam daftar menu di buku." Walau diri nya sudah sering berbicara di telepon dan juga vc anjel tetap saja masih canggung."


"Akhir nya mereka berdua memesan beberapa menu makanan dan juga minuman." Silahkan di makan anjel,, jangan cuma di lihatin terus makanan nya." Anjel yang hanya terdiam dan melihat beberapa makanan di meja."


Anjel apa kamu tidak suka dengan makanan yang udah di pesan ini.?" Kalau begitu aku pesan kan yang lain aja ya.?" Kemudian Marsel mengangkat tangan untuk memanggil pelayan." Namun tiba-tiba di henti kan oleh anjel."


"Eh,, tidak usah mas." Aku suka kok dengan makanan juga minuman yang sudah ada di meja." Anjel pada saat itu tidak sengaja memegang tangan Marsel menghenti kan Marsel supaya tidak memesan makanan lagi."


Marsel pun membalas dengan memegang tangan anjel sambil tersenyum." Kalau gitu ayo kita makan sekarang." Ya ayo kita makan,, anjel mengangguk kan kepala nya lagi." Tiba-tiba anjel menarik tangan nya dari genggaman Marsel."


"Anjel merasa tidak nyaman saat di genggam tangan nya oleh Marsel." Ha... Ha... Ha,, kamu gak usah malu kan kita sekarang sedang kencan pertama." Kalau kita udah semakin dekat kita tidak hanya bisa berpegang tangan saja."


Ucap Marsell dengan ramah sambil mengedip kan mata kiri nya mata genit Marsel." Saat itu anjel tiba-tiba terkejut saat Marsel mengelus paha anjel dengan lembut." Membuat anjel risih dan sedikit tidak nyaman dengan Marsell."


"Oh ya mas,, tunggu sebentar ya.?" Aku mau pergi ke toilet sebentar sambil menyingkir kan tanggan Marsel dari paha nya." Mas bisa makan duluan aja." Aku mau pergi ke toilet dulu ya." Ehmmmm,, apa kamu mau aku antar.?"

__ADS_1


Tanya Marsel yang penuh dengan perhatian." Marsel pun kemudian berdiri dan bersiap mengantar anjel pergi ke toilet." Anjel pun menghenti kan Marsell." Gak usah repot-repot mas aku bisa pergi ke toilet sendiri kok."


"Kalau begitu ya sudah lah silahkan." Marsel pun kembali duduk di kursi." Anjel pun berjalan meninggal kan meja nya dan menuju ke toilet." Di saat anjel berjalan di meja sebelah tengah." Anjel merasa ada seseorang yang menatap nya dengan begitu tajam."


Saat berjalan semakin dekat anjel semakin mengenali seseorang yang sedang duduk di sana." Apa aku gak salah lihat nih." Itu bukan nya Pak William dan Pak Riyan.?" Dan di situ juga aku melihat wanita cantik yang duduk dekat dengan pak William."


"Bukan hanya itu ada orang lain juga yang usia nya sudah lumayan tua." Apa mereka di sini sedang makan malam bersama keluarga ya.?" Gumam anjel di dalam hati." Sambil berjalan melewati meja Pak William tanpa menoleh ke arah bos nya itu."


Seolah-olah ia tidak melihat Pak William jika ada di sana." Karena itu bukan urusan nya anjel karena ini bukan lagi jam kerja kantor." Jadi tak perlu menyapa Pak William di situ." Menurut gimana William.?"


Jawab William dengan asal karena mata nya yang begitu fokus menatap anjel saat melewati diri nya barusan." Kalau begitu kita putus kan 3 bulan lagi gimana William.?" Baiklah pokok nya terserah kalian aja." Jawab William masih tidak fokus."


"William yang masih saja fokus menatap anjel yang sudah pergi dari ruangan itu." Waktu 3 bulan kita bisa menyiap kan semua hal yang kita perlukan besok." Seperti mempersiap kan baju,, kue,, undangan,, gedung dll."


Ucap pria sedikit tua yang berusia sekitar lima puluh lima tahun." Tiba-tiba William memotong pembicaraan." William kemudian berdiri bersiap untuk pergi menyusul anjel ke toilet." Maaf sebelum nya saya permisi dulu sebentar." Saya mau pergi ke toilet dulu."


"Oh ya,, kalau begitu silahkan saja." Nanti kita bisa melanjut kan untuk membahas ini semua." Jawab pria setengah tua yang mempersilah kan William." Tanpa berbassa-basi lagi William langsung bergegas pergi ke toilet."

__ADS_1


Di dalam toilet wanita anjel bercermin di depan kaca." Toilet di sana sangat bersih dan juga luas sangat terawat." Di depan cermin anjel sedikit merenung kan apa dia akan kembali ke meja makan nya." Karena anjel masih ragu dengan laki-laki yang baru dia kenal."


"Baru pertama bertemu berkencan dia udah berani meraba paha nya kalau dia gak berpamitan untuk ke toilet pasti pria itu akan melaku kan lebih menjijikan lagi." Pasti dia akan memasuk kan tangan nya ke dalam rok ku."


Anjel tidak ingin melakukan hal-hal yang aneh-aneh walaupun setatus nya janda." Dia cuma ingin bertemu untuk mengobrol dan makan malam bersama untuk saling mengenal saja." Y ampun anjel sabar dan bertahan lah bentar lagi kita pulang dari sini." Anjel mencoba menyemangati diri sendiri di depan cermin."


"Ini sudah menjadi ke putusan anjel dan juga pilihan nya sendiri." Maka diri nya tidak ingin mundur begitu saja." Anjel kemudian cuci tangan dan keluar dari toilet wanita." Baru saja anjel keluar dari toilet wanita." Ia di kejutkan dengan seseorang yang sudah berdiri di depan pintu."


Orang itu menatap penampilan anjel dari atas sampai bawah dengan tatapan wajah yang datar." Lho kok Pak William ada di sini.?" Tanya anjel dengan heran." Mengapa wakil CEO baru nya ada di depan toilet wanita."


"Aku di sini ingin membicara kan tentang masalah hutang kamu pada ku."?? Kamu harus membayar nya sekarang." Ucap Pak William tanpa berbassa-basi lagi pada anjel." Namun anjel langsung menolak nya begitu saja."


Apa sekarang pak William.?" Maaf pak William kalau sekarang saya tidak bisa." Asal kamu tahu saja aku gak mau tahu lagi pokok nya kamu harus membayar nya sekarang." Jawab William tanpa peduli lagi dengan jawaban anjel barusan."


"Pak William benar-benar tidak perduli dengan anjel mau atau tidak nya dengan ke ingginan nya." Pak William ingin sekali segera membawa Anjel pergi dari restoran ini." Kamu sekarang punya 2 pilihan dan silahkan memilih nya."


Kamu mau membayar hutang kamu di luar restoran ini atau kamu mau bayar hutang kamu sekarang di sini." Pak William pun memberi penawaran yang terdengar sangat aneh di telinga anjel." Membuat anjel sangat sebal pada nya." Dan juga marah."

__ADS_1


__ADS_2