
"Tanpa sepengetahuan dari anjel ada mobil hitam sedari tadi mengikuti mereka dari belakang." Mobil itu berjalan sangat pelan sekali sesekali berhenti sebentar." Kemudian berjalan kembali menghampiri anjel."
Dan kemudian jendela mobil pun di bukak." Dari dalam mobil terdengar suara laki-laki memanggil anjel." Hey anjel setelah itu orang di dalam membuka pintu mobil bagian depan." Membuat anjel terkejut juga heran."
"Setelah itu anjel menoleh kearah mobil di samping." Anjel yang melihat pria itu yang mengemudi kan mobil adalah Pak William." Ekspresi wajah anjel seketika menjadi marah." Tanpa basa-basi lagi anjel pun menolak tawaran pak William."
Saya ucap kan terima kasih banyak atas tawaran bapak." Tapi saya tidak ingin menumpang di mobil Pak William." Kalau begitu saya permisi dulu Pak William sambil menunduk kan kepala nya dan melanjut kan jalan kaki."
"Sambil menggendong Raffa di punggung nya." Anjel masih marah pada William karena telah mereka kejadian di malam pesta itu dan menyebar kan ke Pak Riyan pria jelek yang memiliki perut buncit itu."
Mama,, om itu siapa yang di dalam mobil.?" Raffa yang penasaran pun bertanya pada anjel."
Ssssttt,, diam dulu nak." Anjel tidak mengijin kan anak nya untuk bertanya dan melanjut kan lagi jalan kaki nya." Baru beberapa langkah anjel berjalan pak William kembali lagi memanggil nya." Tunggu dulu anjel." Pak William kemudian turun dari mobil nya."
"Lalu menghapiri anjel." Aku cuma mau memberi kan ini uang kamu tertinggal di dalam tas paper bag tadi." Uang itu berjumlah 2 lebar berwarna merah." Pak William sebenar nya itu uang Pak William."
Tadi aku mau kembali ke buru pak Riyan datang dan masuk ke ruangan pak William." Ucap anjel pada William." Untuk masalah uang yang kamu pinjam gak usah kamu balikan." Aku ingin Menganti gaun kamu yang telah aku sobek kemarin."
__ADS_1
"Ucap William dengan serius sambil menatap anak anjel yang sedang di gendong dengan tajam." Itu tak perlu di ganti pak karena aku tak mau berhutang dengan bapak atau siapa pun itu." Jawab anjel dengan sinis karena dia tak ingin lama-lama mengobrol dengan pak William."
William tersenyum mendengar jawaban dari anjel." Kamu bilang tidak ingin berhutang dengan ku." Benar pak William,, saya tidak ingin berhutang dengan siapa pun itu termasuk pak William juga." Jadi uang itu tolong pak William terima aja."
"Jawab anjel membuat pak William semakin senang dan tersenyum kembali." Nah kalau seperti itu yang kamu mau." Aku harap kamu bayar hutang kamu pada ku sekarang.?" Hah apa.?" Hutang apa lagi emang nya.?"
Siapa yang berhutang dengan pak William.?" Seingat aku yang aku ambil setelah pesta itu kemeja,, jas dan uang saja." Itu juga udah aku kembali kan semua nya." Ha... Ha... Ha,, pak William tersenyum senang di dalam hati nya."
"Apa kamu lupa dengan hutang kamu yang satu pada ku.?" Emang nya aku berhutang apa lagi dengan pak William.?" Kamu sendiri yang memohon dan meminta ku untuk meredakan reaksi obat itu kan." Jadi kau masih berhutang pada ku."
Setelah anjel berjanji akan membayar hutang nya yang satu lagi." Karena sudah malam anjel berpamitan ia tidak ingin putra nya masuk angin." Setelah anjel dan junior pergi meninggal kan pak William."
Apa lagi saat melihat anjel mengendong anak nya di punggung sambil berjalan." Itu membuat William sangat salut dan juga kagum saat melihat nya." Jarang sekali di zaman yang sangat modern seperti sekarang ini."
"Masih ada seorang ibu muda yang mau melaku kan seperti itu demi anak nya." Karena wanita zaman sekarang pasti lebih memilih mengguna kan mobil untuk mengajak anak nya berjalan-jalan." Tanpa harus bersusah payah harus mengendong anak nya."
Tetapi berbeda dengan anjel tidak merasa malu atau pun lelah saat mengendong anak nya." Saat melihat anak nya anjel." William teringat dengan putra nya yang sudah lama meninggal seandai nya masih hidup pasti seumuran dengan anak nya anjel."
__ADS_1
"Tapi kenapa aku merasa tatapan mata anak nya anjel mirip seperti tatapan mata anak ku." Apa kah di dunia ini banyak anak yang mirip dengan Thomas." Sambil mengingat anak nya William kemudian masuk ke dalam mobil dan melanjut kan perjalanan nya."
Ke esok hari nya jam makan siang pun tiba." Anjel,, Desti dan juga Deni bersiap untuk keluar mencari makan siang di kantin kantor mereka bekerja." Sebenar nya anjel sudah malas berteman lagi dengan Deni." Namun Deni bersahabat dengan Desti." Anjel hanya bisa menyimpan ke marahan nya."
"Di salah satu meja kantin yang berada di pojok." Anjel,, Desti dan juga Deni sudah duduk di kursi."Mereka juga sudah memesan makanan dan minuman untuk mereka semua." Sambil menunggu mereka mengobrol dan berbincang banyak hal."
Jadi maksud kamu sekarang ini,, kamu ingin mencari suwami yang mau menjadi papa nya Raffa ya.?" Itu arti nya kamu akan pedekate dengan seseorang dong.?" Tanya Desti yang sudah tahu renca anjel yang mencari jodoh lewat aplikasi online."
"Itu membuat Deni merasa sangat terkejut." Selama Deni mengenal anjel dan juga bersahabat dengan nya belum pernah nama nya anjel membicarakan laki-laki." Apa lagi mencerita kan tentang mantan suwami nya anjel."
Padahal banyak laki-laki yang mengejar-ngejar anjel di kantor." Namun anjel selalu menolak dan menghindari mereka semua." Padahal sebelum nya anjel pernah bilang ingin fokus dulu membesar kan Raffa hingga lulus sekolah."
"Kamu lagi gak sakit kan anjel.?" Apa yang membuat mu jadi berubah seperti ini.?" Apa kamu tidak ingin lagi menjadi janda seumur hidup." Ucap Desti yang bercanda gurau dengan anjel." Desti merasa senang dengan perubahan anjel sekarang."
Deni yang duduk di samping nya mendengar kan dan juga terdiam." Sekarang Deni fokus terhadap apa yang anjel bicara kan." Anjel yang tiba-tiba menganggukkan kepala nya." Aku sekarang harus memikir kan masa depan Raffa."
"Jadi Raffa membutuh kan figur seorang papa dan aku tidak bisa terus hidup menjanda terus." Karena aku tak ingin melihat Raffa bersedih karena teman sebaya nya memiliki orang tua yang komplit." Saat membicara kan tentang sesosok papa untuk Raffa."
__ADS_1
Anjel teringat akan foto anak pak William yang sangat mirip dengan foto raffa ketika raffa masih bayi dan di temukan oleh nya."