
"Kenapa kamu selalu memilih raffa dari pada mama kamu sendiri.?" Mama jangan ngomong seperti itu dong." Raffa kan masih kecil dia gak tau apa-apa ini bukan salah nya raffa." Aku harap mama harus menerima raffa seperti cucu mama sendiri."
Terserah kamu aja anjel,, pokok nya bulan depan kamu harus pulang ke rumah." Mama anjel udah tidak akan memperduli kan lagi tentang junior." Mama anjel menggertak anjel dan juga mengancam nya." Sambungan telepon kemudian di tutup."
"Anjel hanya bisa terdiam dan membisu." Setiap ibu nya telfon atau bertemu selalu mengajak nya ribut anjel." Dan juga selalu marah-marah pada diri nya" anjel lebih memilih tidak ingin pulang ke rumah dari pada nanti ibu marah-marah dan terdengar oleh junior masih kecil bisa terluka hati nya."
Tanpa di sadari oleh anjel mereka telah sampai di perumahan elit yang berada di kota besar." Kemudian William menghenti kan mobil nya." Dan turun dari mobil." Mereka tiba di rumah yang sangat elit." Ayo turun dulu anjel."
"Ucap William dan membukak kan pintu mobil nya untuk anjel." Anjel masih binggung dan Engan untuk turun dari mobil William." Lho,, Pak William kenapa kita berada di sini.?" Bukan nya tadi pak William bilang akan mengantar ku pulang ke rumah tapi ini bukan rumah ku Pak William.?"
Anda salah kalau menurut kan ku di sini." Aku tidak ingin turun." Ucap anjel yang masih kebingungan." Udah deh gak usah banyak tanya lagi." Sekarang kita berada di rumah ku." Nanti kita bisa membicara kan masalah kita di dalam rumah oke."!! Jawab William lagi yang sudah tak sabar lagi."
"Hah apa.?" Rumah sebesar ini milik Pak William." Anjel kita dia akan di antara William untuk pulang ke rumah nya sendiri ternyata malah ke rumah Pak William." Ayo cepat turun apa perlu aku mengendong kamu supaya kamu mau ke luar dari mobil ku."!!
Eh,, gak usah pak William aku bisa turun sendiri kok." Dan anjel pun akhir nya turun dari mobil Pak William." Anjel pun di gandeng oleh William dan masuk ke dalam rumah nya." Wah rumah Pak William benar-benar luas dan bagus sekali."
__ADS_1
"Anjel pun berjalan mengikuti langkah pak William." Kamu tunggu di sini dulu sebentar." Aku cuma ingin berganti baju dulu." Kemudian Pak William berjalan menuju kamar nya." Anjel yang mendengar kan ucapan William pun duduk menunggu di ruang tamu."
Gara-gara tadi aku banyak minum di restoran kepala ku menjadi pusing seperti ini." Maka dari itu efek nya baru saja muncul." Sebelum Pak William berganti baju dia membawa kan minum segelas air putih untuk anjel secara pribadi."
"Silahkan di minum dulu seperti nya kamu banyak minum alkohol di restoran jadi nya kamu terlihat pucat." Apa kepala kamu sedang pusing.?" Tanya Pak William sambil memberi kan minum pada anjel." Terima kasih banyak Pak William." Seperti nya tadi aku banyak minum dengan Marsell di restoran."
Kalau gitu aku tinggal dulu untuk membersih kan diri." Kamu bisa duduk dan beristirahat dulu." William meninggal kan anjel sendiri di ruang tamu dan kembali ke kamar nya." Sebelum membersih kan diri William merebah kan badan nya di kasur beristirahat sejenak."
"Ia tahu kalau anjel sedang menunggu nya di ruang tamu." Karena tidak ingin anjel menunggu diri nya lama." William pun akhir nya bangun dari tidur nya dan berjalan menuju lemari besar untuk mengambil handuk untuk diri nya mandi."
"Aku masih binggung dengan ucapan ibu nya anjel tadi." Dia mengata kan tidak suka dengan anak nya anjel." Kok masih ada sih seorang nenek yang tidak menyayangi cucu nya sendiri.?" Dan kenapa ibu nya marah jika anjel merawat anak nya sendiri.?"
Yang membuat William tambah heran dan juga penasaran." Kalau setatus nya janda beranak satu tetapi kenapa dia masih perawan." Dan dia juga bilang jika suwami nya meninggal dunia." Tapi kenapa ibu nya menyuruh nya menikah dan bilang bahwa anjel akan melajang seumur hidup nya.?"
"Kenapa aku jadi penasaran dengan urusan pribadi anjel.?" Kenapa aku ingin mengenal nya lebih dekat lagi." Jangan-jangan aku telah jatuh cinta pada nya." Aish,, ini tidak mungkin terjadi." Gumam William yang tidak mengerti dengan perasaan sendiri."
__ADS_1
Kemudian William pun menyelesai kan mandi nya." Setelah selesai mandi dan memakai pakaian nya." Dan keluar dari kamar nya pukul dua belas malam." Ketika William keluar dari kamar nya dia melihat anjel yang tengah tertidur saat menunggu ketika mandi."
"Diri nya melihat anjel tidur bersandar di sofa dengan tangan nya yang sedikit menyangga kepala nya." Anjel yang terlihat sangat cantik waktu dia tertidur dengan pulas di sofa." William pun menghampiri anjel dan menatap anjel saat anjel tertidur nyenyak."
Entah apa yang di pikir kan oleh William." Diri nya sendiri pun tak mengerti mengapa mengajak anjel pulang ke rumah nya." Dan meninggal kan Salisa dan ayah nya berserta paman nya Riyan yang masih menunggu diri nya di restoran."
"Ia rela meninggal kan mereka bertiga demi menemui anjel dan dekat dengan anjel dengan alasan hutang nya anjel." Aku semakin penasaran dengan ke hidupan mu dan juga anak kamu." Sebenar nya kamu ini wanita seperti apa sih.?" Ucap nya pelan sekali takut membangun kan anjel yang sedang tidur."
Kemudian menyelip kan rambut anjel di telinga anjel yang menutupi separuh wajah nya." Kamu benar-benar sangat cantik anjel membuat ku sangat tergila-gila pada mu." Kemudian melepas sepatu yang di kenakan anjel dan mengendong nya perlahan menuju kamar nya."
"Sesampai di kamar nya anjel pun di taruh nya dengan pelan." Di atas kasur yang sangat empuk dan juga lembut ia tidak ingin membangun kan tidur anjel." Kemudian menyelimuti tubuh anjel dengan selimut yang berwarna putih bersih."
Ketika William akan meninggal anjel tiba-tiba anjel meraih tangan William." Dan menarik William hingga terjatuh ke pelukan anjel." Kamu mau pergi kemana apa mau meninggal kan aku sendiri." Anjel yang memeluk William dengan erat membuat William tak bisa bergerak."
"Anjel yang sedang megigau dan setengah sadar." William mencoba melepas kan pelukan anjel namun tak bisa karena pelukan nya begitu erat." Siapa yang meninggal kan kamu dan menyakiti hati mu biar aku tolong kamu.?" Bisik William di telinga anjel."
__ADS_1