Bukan Janda Tapi Perawanan

Bukan Janda Tapi Perawanan
Meminta penjelasan Deni


__ADS_3

"Apa kau sengaja melakukan itu ke pada ku."?? Jawab dong Deni jangan cuma diem aja." Anjel pun teriak dengan amarah yang sudah menggebu-gebu dan tak bisa di tahan lagi."


Aku salah mengira kalau kamu adalah sahabat baik ku." Tapi ternyata kamu.... Karena hati nya anjel terlanjur sakit hati mengingat apa yang Deni lakukan ke pada nya membuat tak lagi melanjut kan pembicaraan nya."


"Padahal Desti dan Doni adalah sahabat baik yang udah berjalan lama mereka selalu menghabis kan waktu bersama dengan anjel di kantor mau pun di luar kantor." Selalu bercandaan tawa bareng,, susah senang pun bersama."


Tetapi Deni telah menodai persahabatan mereka membuat anjel tak lagi mempercayai Deni." Beberapa hari kemudian sebelum Deni berangkat ke luar kota untuk mewakili perusahaan untuk promosi." Anjel yang duduk bersama Deni di sebuah kedai kopi di daerah Puspa gading."


"Anjel ingin menyelesai kan masalah kemarin yang menimpa nya." Oh,, jadi kamu masih mengelak dan tidak mengakui itu semua hah." Karena anjel masih tidak percaya dengan jawaban Deni ke pada nya." Beneran anjel,, aku tidak tahu apa yang kamu bicara kan ini."


Aku cuma membantu kamu untuk beristirahat di hotel anjel." Aku tidak mempunyai niat untuk memanfaatkan kamu dengan kondisi kamu waktu itu." Deni masih berpura-pura dan mengelak jawaban dari Deni masih sama seperti yang kemarin."


"Padahal Deni yang telah memasuk kan obat ke dalam minuman nya." Agar anjel dapat tidur bersama Deni." Jadi begini lho anjel,, sebenar nya kamu itu di pengaruhi obat perangsang.... Deni pun tak melanjut kan pembicaraan nya."


Dia berpura-pura tidak mengetahui." Ekspresi wajah wanita yang di hadapan nya sudah sangat marah." Deni tidak ingin menambah buruk ke adaan dengan menanyakan apa yang terjadi setelah itu secara detail." Namun anjel paham dan mengerti."


"Anjel menjawab tegas,, ya aku tahu itu perbuatan mu." Jika tidak mana mungkin aku berani meminta itu ke pada pak William." Itu tidak benar anjel." Mungkin itu Desti yang merasa iri ke pada mu karena kamu lebih cantik dari pada dia di pesta malam itu."

__ADS_1


Cwih,, kamu sangat menyebalkan." Dasar gak punya otak kamu masih bisa-bisa nya menyalah kan orang lain yang melakukan nya." Walau Deni masih saja mengelak tapi anjel tahu itu semua ulah nya Deni." Sungguh anjel."


"Kita kan sudah bersahabat selama 2 tahun." Mana mungkin aku melakukan hal kotor sbejad itu anjel." Aku benar tidak tahu apa-apa." Deni ingin meraih tangan anjel dan ingin mengegam nya namun tiba-tiba ada orang yang memanggil nama nya."


Suara itu terdengar di belakang nya." Bukan nya kamu harus nya sudah berangkat ke Bandung." Seketika Deni pun terkejut." Eh,, pak William." Lho kenapa kamu masih di sini bukan nya pesawat bentar lagi akan terbang."


"Oh jangan kamu tidak ingin berangkat ke Bandung." Pak William menatap anjel dan Deni silih berganti." Tidak pak William ini saya akan segera pergi." Kemudian Deni segera berdiri tak lupa Deni membungkuk hormat ke pada pak William." Kalau begitu saya akan berangkat sekarang."


Oh,, oke kalau begitu jangan lupa bayar dulu makanan yang sudah kamu pesan barusan." Ucap pak William dengan nada bicara yang sangat sinis." Baik pak saya permisi dulu." Anjel aku pergi dulu ya,, bisik Deni." Kemudian pergi meninggal kan tempat itu."


Setelah melihat Deni pergi anjel pun mempunyai niat ingin pergi juga dari kedai kopi di Puspa gading." Karena tidak ada alasan apa pun yang membuat nya harus tetap tinggal." Anjel langsung membungkuk kan badan nya pada pak William."


"Dan kemudian keluar dari kedai kopi tanpa sepatah kata pun terucap dari mulut nya." Sebenar pak William sengaja menghenti kan mobil nya saat melewati kedai kopi dan melihat anjel sedang duduk dengan Deni." Kemudian keluar dari mobil nya untuk menghapiri mereka berdua."


Sebelum terlalu dekat dengan meja nya anjel dan Deni tak sengja pak William mendengar kan percakapan anjel dan Deni tentang ke jadian semalam." Tapi sekarang anjel mecuwekin nya tanpa sepatah kata." Pak William merasa diri nya kurang puas dengan perilaku anjel sekarang ini."


"Anjel pun berjalan di trotoar di depan kedai dengan langkah kaki yang terburu-buru." Sambil menoleh ke kiri dan kanan untuk bersiap untuk menyebrang." Hey,, anjel tunggu dulu."!? Teriak pak William ke pada anjel sambil berjalan keluar kedai kopi."

__ADS_1


Kamu jangan pergi dulu anjel." Anjel pun menghenti kan langkah kaki nya." Anjel mencoba meredam emosi nya dan kemudian berbalik badan dan menghadap pak William." Anjel berusaha tenang dan memberani kan diri nya untuk berkata ke pada pak William."


"Mohon maaf sebesar-besarnya pak." Atas ke lancangan saya kemarin malam ke pada bapak." Saya minta maaf karena kejadian itu di luar kendali saya." Tapi saya janji ke pada bapak saya tidak akan menuntut bapak untuk bertanggung jawab ke pada saya tentang ke jadian kemarin malam."


Lebih baik bapak melupa kan ke jadian itu maka akan lebih baik untuk kita." Anggap saja itu tidak pernah terjadi pada kita." Anjel berusaha menjelaskan walau pun sebenar nya dia sangat malu membahas hal itu apa lagi ternyata yang tidur dengan nya adalah wakil CEO."


"Setelah berbincang-bincang panjang lebar anjel berniat pergi meninggal kan nya." Kalau begitu saya permisi dulu pak." Baru berjalan 2 langkah anjel kembali di panggil pak William." Anjel tunggu dulu." Langkah kaki anjel kembali berhenti."


Namun anjel tidak ingin membalik kan badan nya." Karena anjel merasa apa yang dia kata kan pada pak William sudah sangat jelas sekali." Dan sudah tidak ada lagi yang harus di bahas." Walau diri nya sudah meminta maaf pada pak William."


"Padahal yang di rugi kan bukan pak William tapi anjel karena dia harus ke hilangan ke perawanan nya." Dan pak William sangat menikmati sepanjang malam itu secara brutal membuat anjel merasa tersiksa." Jika membahas masalah rugi,, yang jelas pasti anjel yang rugi banyak."


Karena diri nya juga merasa rugi secara fisik dan mental nya." Walau sekarang di sudah tidak perawan lagi sesuai setatus nya seorang janda beranak satu." Tapi anjel sangat menyesal atas kejadian kemarin malam itu."


"Namun berbeda dengan pak William yang membuat anjel terkejut dengan apa yang di ucap kan oleh pak William." Tolong kembali kan jas dan kemeja ku." Apa pak,, kemeja dan jas.?" Anjel telah salah paham di kira pak William akan membahas ke jadian malam itu."


Ternyata menanyakan jas dan kemeja nya yang di bawa oleh anjel." Ya kan,, kemarin kamu membawa kabur jas sama kemeja ku kan dan juga kamu telah mencuri beberapa uang ku di dalam dompet ku.?" Anjel begitu terkejut hingga ia merasa seperti orang yang akan mati tersedak." Uuuhuk... Uuuhuk."

__ADS_1


__ADS_2