Bukan Janda Tapi Perawanan

Bukan Janda Tapi Perawanan
Rasa sakit dan malu


__ADS_3

"Waktu menujuk kan pukul 9." Desti menuju lantai bahwa sambil membawa tas paper bag yang berisi tas dan pakaian kerja milik anjel yang tertinggal di pesta." Anjel yang berada di rumah pun menghubungi sahabat nya mengguna kan ponsel milik junior."


Sesampai di bawah Desti menunggu taksi yang akan mengirim barang-barang anjel yang tertinggal." Desti yang sedang berbincang dengan anjel di telfon merasa kawatir takut barang-barang anjel tidak bisa sampai selamat sampai tujuan."


"Anjel aku sudah panggil taksi nih." Di dalam telfon anjel pun menjawab jangan kawatir Desti." Pasti sampai kok yang penting kamu kasih alamat dan nomor telepon ku ke pak sopir saja." Nanti kalau udah sampai rumah ku ongkos taksi nya aku yang akan bayar."


Desti yang sudah mengerti dengan perintah itu dan menulis alamat sama nomer telpon kemudian di beri kan ke pak sopir." Pak tolong antar barang-barang ini ke alamat itu ya." Ucap Desti yang mencoba mempercayai supir itu."


"Baik non insyallah saya amanah kok jangan kawatir." Taksi pun pergi meninggal kan Desti yang masih berbincang dengan anjel di telfon." Anjel nanti kamu jangan lupa nunggu taksi nya di depan rumah kamu."


Itu kan isi nya barang-barang berharga kamu ada dompet dan juga hp kamu." Masa kamu mau pakek hp nya Raffa terus." Ucap Desti." Ya,, iya kamu tenang aja deh gak usah kawatir barang pasti sampai kok." Terima kasih sobat ku yang terbaik." Jawab anjel sambil menggahiri telpon nya."


"Sebelum anjel menelfon Desti ia terlebih dahulu menelpon kepala manajer untuk meminta ijin tidak masuk selama 2 hari karena diri nya sedang sakit." Bukan cuma badan yang sakit tapi perasaan nya juga sakit dan kecewa Tetang kejadian semalam."


Anjel merasa malu dan stres memikir pergulatan itu di hotel dengan wakil CEO apa lagi jika ketemu dengan pak William." Membuat anjel merasa tak nyaman." Sedang kan sekarang di perusahaan Nusantara group di ruangan pak William memanggil beberapa karyawan nya yang dari definisi pemasaran."

__ADS_1


"Untuk membahas masalah pekerjaan." Di depan meja pak William ada 7 karyawan termasuk juga dengan Desti dan Deni sahabat nya anjel." Mereka semua menunggu perintah dari pak William." Oh ya,, besok jangan lupa siap kan 5 orang untuk perwakilan dari definisi pemasaran yang akan pergi ke kota Bandung."


Di sana nanti kalian akan berjumpa dengan perusahaan NASIONAL SENTER." Jangan lupa saat promosi kalian harus bisa semenarik mungkin dengan strategi yang bagus dan unik." Buat mereka kagum dengan produk baru kita supaya bisa masuk lagi ke perusahaan NASIONAL SENTER."


"Karena produk kita yang sebelum nya juga bisa masuk di sana." Pak William menjelas kan dengan tegas dan serius." Baik pak,, jawab semua karyawan yang ada di dalam ruangan pak William." Terlihat dari sorot mata pak William seperti sedang mencari seseorang."


Walau mulut sedang berbicara serius dengan karyawan nya tapi mata nya gak bisa bohong." Pak William menatap Desti, Deni, Kenzo, Martin, Seto dan juga Ganjar sopir berganti hingga berkali-kali." Ia tetap tidak menemu kan orang yang ia cari."


"Di ruangan nya pak William berpura-pura marah dan bertanya." Bukan nya kalian ada 8 orang dalam tim Keman yang satu nya.?" Jangan bilang anggota tim kalian hari ini ada yang bolos kerja." Tanya pak William karena ia telah membaca bahwa anjel adalah bagian dalam pemasaran juga."


Pak William mencari wanita yang semalam tidur dengan nya di hotel." Apa anjel bukan dari definisi pemasaran makan nya tidak ada di sini.?" Oh anjel,, ya pak iya Emg rekan satu tim dengan kami pak." Jawab Desti." Maaf pak,, sebelum nya anjel tidak dapat masuk kerja karena sakit."


Setelah mendengar penjelasan dari Desti kenapa anjel gak hadir karena sedang sakit." Kalau kalian sudah jelas maka kalian bisa kembali ke tempat kalian masing-masing." Ucap pak William terdengar seperti sedikit mengusir mereka."


"Padahal tadi pak William yang memanggil mereka dan sekarang mereka pun di suruh pergi meninggalkan ruangan nya." Kalau begitu kami semua permisi dulu pak William." Lalu mereka pun semua meningal kan ruangan pak William."

__ADS_1


Di rumah anjel sedang asik nya bersantai sambil menonton TV." Ia tak menghirau kan dengan ponsel yang berbunyi dari tadi." Ia tahu itu telfon dari Deni sahabat nya yang telah menjebak nya obat bius." Terlihat ada bocah kecil yang tampan dan imut ke luar dari kamar nya."


"Anak itu menghapiri anjel." Mama,, mama terdengar junior memanggil nya." Apa mama emang benar sedang sakit.?" Kalau mama emang beneran sakit seharus nya mama itu pergi untuk periksa ke dokter dulu." Bukan malah bersantai sambil menonton TV."


Ucap junior yang masih polos menghapiri nya dan duduk di samping anjel." Eh anak mama sayang." Anjel pun langsung memeluk junior." Gak usah kawatir sayang." Mama hanya butuh istirahat saja entar juga sembuh kok." Oooh gitu ya,, junior sedikit tidak percaya ke pada anjel."


"Mama aneh deh,, masa orang sakti hanya butuh istirahat aja sih." Seharus nya mama itu minum obat dulu baru sembuh mama." Ya bisa dong sayang,, mama kan kuat coba lihat mama nih kan tuh badan mama kuat." Mama... Baru saja junior ingin berbicara tiba-tiba ponsel nya berbunyi."


Mama ada telfon kok diam aja sih gak diangkat-angkat." Ini junior ambil ponsel mama yang di atas meja." Junior memberikan ke pada anjel." Karena anak ke sayang nya sudah mengambil kan ponsel nya terpaksa dia mengakat telfon dari Deni."


"Anjel melihat nama dari ponsel nya ternyata Deni lagi yang menelpon nya." Wajah anjel seketika berubah menjadi masam." Karena anjel tidak ingin anak bertanya-tanya akhir nya anjel berpamitan dengan anak nya untuk mengikat telfon dulu dan pergi ke halaman depan."


Di halaman rumah kontrakan anjel duduk di kursi." Dengan rasa malas terpaksa dia mengakat telfon Deni." Di dalam sambungan telepon Deni bertanya." Anjel,, kamu sakit apa.?" Kamu sudah makan belum terus sudah pergi ke dokter belum.?" Apa kamu ingin aku antar ke dokter setelah aku pulang kerja.?" Tanya Deni."


"Anjel sama sekali tidak tersentuh sedikit pun dari ucapan Deni yang sedang kawatir." Anjel sangat marah dan kesal dengan Deni jika mengingat ke jadian semalam yang terjadi pada diri nya itu." Jika bukan karena minuman yang di beri kan Deni itu semua tidak akan pernah terjadi."

__ADS_1


Aku harap kamu Deni harus bisa menjelas kan ke pada ku." Apa yang kamu lakukan semalam ke pada ku.?" Kamu yang memberi kan minuman itu ke pada ku dan mengajak ku untuk beristirahat di hotel." Oh,, apa semua itu sudah kamu rencana kan untuk menjebak ku."


"Tanya anjel dengan suara dingin dan tak menghirau kan pertanyaan Deni barusan." Karena setelah sampai rumah dan kemudian mandi anjel teringat semua apa penyebab nya dia menjadi hilang akal nya."


__ADS_2