Bukan Janda Tapi Perawanan

Bukan Janda Tapi Perawanan
Kabur dari klinik Husada


__ADS_3

"Dokter Cika menyuruh pak William dan juga anjel untuk duduk di kursi." Silahkan duduk tuan William dan nona." Tuan William mengapa anda repot-repot datang kemari.?" Kan tuan bisa menghubungi saya pasti akan datang ke sana."


Ucap dokter Cika yang berusia empat puluh dua tahun memiliki sifat yang ramah dan juga lembut terhadap Pak William." Bukan saya yang sakit dokter Cika." Tetapi sebenar nya dia..." Pak William menoleh ke arah anjel."


"Tapi yang sakit karyawan saya." Apa karyawan.?" Dokter Cika pun merasa terkejut dengan perkataan William." Aneh sekali sejak kapan seorang karyawan bisa di antar oleh bos nya sendiri.?" Sekarang Cepat tolong di periksa dulu karena waktu tidak terlalu banyak untuk di sini."


Pak William tidak ingin dokter Cika bertanya tentang apa yang terjadi karena diri nya juga binggung untuk menjelas kan nya." Apa William sekarang ini sudah gila membawa Anjel pergi ke dokter." Silahkan naik ke tempat tidur itu biar saya memeriksa ke adaan mu nona."


"Kemudian dokter Cika berdiri dari duduk nya bersiap untuk memeriksa anjel." Anjel menggeleng-geleng kan kepala nya." Ke pada William dan juga dokter Cika karena dia sebenar nya tidak ingin di periksa karena dia memang tidak sakit."


Karena ke bohongan nya anjel terkena senjata makan tuan yang di sebab kan oleh ulah nya sendiri." Diri nya ijin tidak masuk karena sakit sebenar nya hanya ingin menghindari pak William di kantor." Cepat lah anjel."


"Soalnya aku harus segera pergi ke kantor." Ucap pak William yang sudah tidak sabar menunggu anjel untuk di periksa oleh dokter Cika." Ya sebentar,, anjel pun berdiri dari tempat duduk nya." Menuju tempat tidur untuk di periksa dengan langkah yang pelan."


Ternyata anjel tidak mendekati tempat periksa sebalik nya ia berjalan menuju pintu keluar dari ruangan dokter Cika." Kemudian berlari keluar meninggal kan ruang dokter Cika dengan cepat." Anjel mau pergi ke mana kamu.?" Teriak pak William memanggil anjel yang sedang berlari."

__ADS_1


"Namun ternyata anjel sudah keluar dari klinik Husada dan kabur menggunakan taksi." Karena diri nya tidak ingin di periksa dan memilih menghindar dan kabur begitu saja." Anjel tidak ingin dokter Cika tahu di mana letak sakit nya sebenar nya."


Di pagi hari nya,, anjel benar-benar bersiap-siap untuk masuk kerja." Tidak lupa diri nya sudah mempersiap kan uang dua ratus ribu rupiah dan juga kemeja beserta jas milik pak William." Mama,, Raffa pergi ke sekolah dulu ya." Dadah mama.... Teriak Raffa dan kemudian berlari ke luar."


"Tangan mungil nya melambai kan tangan pada anjel." Anjel pun membalas lambaian tangan Raffa." Dadah sayang nya mama hati-hati di sekolah." Setelah putra ke sayangan nya pergi sekolah anjel pun bergegas pergi ke kantor."


Tidak lupa membawa tas paper bag yang isi nya kemeja dan jas milik Pak William yang sudah di setrika rapi oleh nya." Setelah sampai di perusahaan NUSANTARA group yang besar anjel pun menuju lift." Di saat anjel menaiki lift diri nya mempunyai perasaan keraguan."


"Dia bingung harus mengembali kan barang-barang milik Pak William yang sudah di pinjam nya kemarin." Apa aku harus menunggu pak William datang dulu.?" Jika menuggu Pak William datang pasti karyawan lain akan tahu dan pasti mereka semua akan salah paham pada nya."


"Sesampai di atas anjel bergegas pergi menuju ruang Pak William sebelum ada orang datang dan mengetahui nya." Di ruangan yang cukup besar dan luas anjel menaruh uang di dalam paper bag." Kemudian menaruh nya di atas meja pak William."


Setelah selesai menulis catatan di kertas dan juga mengucap kan terima kasih ke pada pak William dan memasuk kan juga ke dalam paper bag." Setelah selesai anjel pun bersiap untuk keluar ruangan Pak William."


"Setelah keluar dari ruangan Pak William anjel di kejut kan dengan suara seseorang memanggil nama nya." Anjel... Gadis cantik di kantor ini sedang apa kamu di sini.?" Tanya laki-laki tua jelek dan juga gendut yang pernah hampir menodai nya."

__ADS_1


Oh,, Pak Riyan." Anjel pun terkejut dan sedikit takut saat bertemu Pak Riyan." Kamu di sini pasti sedang mencari ku.?" Tanya laki-laki tua jelek dan juga gendut yang berusia lima puluh lima tahun." Lelaki tua itu pun mulai mendekati anjel."


"Saya tidak mencari bapak." Tetapi saya sedang mencari Pak William." Karena ada sesuatu tentang pekerjaan penting di kota Bandung." Anjel menjawab dengan asal supaya Pak Riyan tidak curiga ke pada nya." Oh itu toh."


Sini kamu bisa membahas nya dengan ku dulu." Jawab Pak Riyan dengan suara pelan dan mencoba mengoda anjel." Itu membuat anjel takut dan juga risih." Tidak usah Pak itu tidak perlu." Biar nanti aku ke sini lagi aja."


"Jawab anjel dengan rasa takut dan sedikit memundurkan langkah nya untuk menghindar." Eh,, tunggu dulu kamu mau ke mana." Pak Riyan pun meraih tangan anjel." Dan menggeret anjel hingga terjatuh ke pelukan laki tua jelek dan juga gendut itu."


Kemudian mendorong tubuh anjel hingga menempel di tembok." Pak Riyan merasa puas melihat ke cantik kan anjel yang luar biasa kemudian tersenyum pada anjel." Anjel apa kamu tidak tahu ini masih pagi sekali.?' Apa yang membuat mu kemari atasan mu William pun belum datang kemari."


"Pasti kamu datang sengaja untuk mencari ku ya kan.?" Dasar lelaki tua Bangka masih aja percaya diri dan tidak punya malu." Gumam anjel di dalam hati nya." Maaf bapak salah paham saya kemari bukan mencari bapak."


Jawab anjel dengan nada tegas." Karena anjel tidak ingin terlihat lemah di mata lelaki jelek dan gendut itu." Saya ada di sini untuk mencari Pak William." Bukan mencari anda." Ucap anjel lagi supaya Riyan tidak salah paham pada nya."


"Karena Pak William belum datang ke kantor saya harus permisi dulu kalau begitu." Ucap anjel dan melepas kan diri nya dari cengkeraman Riyan." Kemudian pergi meninggal kan Riyan." Riyan pun memandangi anjel yang sedang pergi dan terdiam sesaat."

__ADS_1


Dengan suara hening tiba-tiba saja Riyan berteriak sangat keras membuat anjel terkejut saat menuju lift." Apa lagi dengan kata-kata yang menusuk hati nya." Ehmmmm,, apa malam mu kemarin terasa indah saat bersamaan je ponakan ku William.?" Ucapan Riyan terdengar menghina dan merendah kan harga diri nya."


__ADS_2