
"Mas maaf kalau aku lama ke toilet nya." Tadi sebelum aku pergi ke toilet bertemu dengan bos saya di luar." Terus kami mengobrol sebentar tentang pekerjaan yang belum aku selesai kan di kantor kemarin." Ya ada sedikit kendala."
Tidak masalah kok,, aku bisa memaklumi nya." Sekarang kamu duduk dan terus makan dulu sekarang." Ucap Marsell yang paham dengan apa yang anjel kata kan barusan." Ya mas,, anjel pun mengangguk kan kepala nya kemudian makan." Mereka berdua terus makan dan minuman yang tadi telah mereka pesan."
"Kemarin kamu bilang ke aku kata nya kamu sudah memiliki seorang putra." Kenapa aku tidak melihat putra kamu di sini.?" Marsell mencoba basa-basi dengan anjel." Sebelum anjel menjawab pertanyaan dari Marsell dia minum terlebih dahulu sesudah selesai makan."
Dengan senang hati anjel menjawab pertanyaan dari Marsell." Oh,, putra ku raffa ya." Sekarang ini dia gak bisa ikut karena dia menginap di rumah sahabat aku Desti." Kalau dia ikut malam ini takut nya dia mengantuk saat ikut."
"Anjel selalu bahagia ketika membicara kan tentang junior anak ke sayang nya." Karena selama ini junior adalah penyemangat hidup nya selama ini." Kalau ada ke sempat lagi saat kita ketemu coba kamu ajak anak mu itu."
Ya supaya aku bisa mengenal nya lebih dekat lagi." Agar aku bisa memeluk dan mengendong nya dan memeluk nya." Pasti bayi kamu sangat lucu dan tampan deh." Mendengar ucapan Marsel membuat anjel tersenyum dan tertawa bahagia."
"Kamu lucu sekali mas." Jawab anjel yang sambil tertawa ceria." Apa nya yang lucu kan aku bicara apa ada nya." Jawab Marsell lagi." Mas anak aku itu udah sekolah paud bukan bayi lagi dia." Anak ku itu tinggi dan gemoy lincah juga pintar di banding kan teman-teman sebaya nya."
Ya ampun bearti aku salah dong." Aku kira anak mu itu masih bayi ternyata udah paud ya." Maaf ya aku udah sok tau." He... He... He."! Ya gak apa-apa kok mas santai aja." Nama putra ku Raffa Fadila aku panggil dia sebutan ke sayang ku malaikat kecil."
__ADS_1
"Sekarang dia udah besar dan sering sekali tidak mau lagi di panggil malaikat kecil." Ya walau sekarang dia udah besar tetap aku anggap sebagai malaikat kecil ku yang tampan." Ucap anjel yang mencerita kan putra ke sayang nya."
Ya itu wajar dong sebagai seorang ibu yang baik kamu menggap anak mu masih bayi imut." Jawab Marsell mereka pun mengobrol dan sudah sedikit mulai akrab satu sama lain." Ya benar ucapan kamu mas." He... He... He."
"Waktu pun mulai berjalan semakin malam mereka mengobrol sampai lupa waktu." Di meja tengah di belakang mereka duduk dari ke jauhan William menatap mereka berdua dengan tajam." Anjel tidak sadar jika diri nya itu telah di perhatikan oleh William."
Ngomong-ngomong sekarang ini udah pukul berapa ya mas seperti nya udah malam banget." Sebentar aku lihat jam di tangan ku dulu." Sekarang sudah pukul dua puluh dua lebih lima belas menit." Apa kamu sudah ingin pulang apa.?" Tanya Marsell."
"Jangan pulang dulu dong." Padahal kita lagi asik-asik nya mengobrol lho." Sambil memegang tangan anjel dengan erat dari pertama kali melihat anjel ia merasa sudah menyukai nya dari pandangan pertama saat melihat anjel."
Bukan karena anjel cantik tapi dia sudah merasa nyaman saat mengobrol dan ucapan anjel yang lemah lembut." Marsell seperti tidak ingin berpisah dengan anjel pada malam ini." Sepuluh menit lagi ya aku masih ingin dekat dengan kamu."
Kalau begitu tunggu sebentar ya,, aku akan mengantar kamu pulang ke rumah ya." Kemudian Marsel pun berdiri dari duduk nya bersiap mengantar anjel untuk pulang." Sebelum kita pulang aku mau ke tempat pembayaran dulu ya di kasir."
"Ya silahkan kalau mau pergi ke kasir dulu aku tunggu kamu mas." Setelah selesai dengan urusan pembayaran." Kemudian mengajak anjel keluar dari restoran dan menuju tempat parkir di sana." Mereka pun sampai di parkiran mobil."
__ADS_1
Marsell membukakan pintu mobil nya menyuruh anjel masuk ke dalam mobil nya." Ayo anjel masuk ke dalam mobil dong.!" Kok malah diam saja." Ucap Marsell yang bersemangat mengantar anjel untuk pulang ke rumah."
"Tapi mas,, anjel masih ragu karena dia tidak ingin merepotkan Marsell sama sekali untuk mengantar nya pulang." Kalau menolak nya untuk tidak mengantar pulang ke rumah takut nya melukai perasaan nya gumam anjel dalam hati nya."
Mau gak mau diri nya harus menerima tawaran dari Marsell." Untuk mengantar nya pulang ke rumah nya." Kalau begitu maaf lho mas jika aku sudah ngrepoti kamu malam ini." Ucap anjel yang bersiap untuk masuk ke dalam mobil Marsell."
"Ah kamu itu,, gak usaha merasa merepotkan aku." Itu udah kewajiban aku mengantar kamu pulang ke rumah." Kan aku yang mengajak kamu untuk makan malam." Kalau begitu makasih banyak ya mas." Ya sama-sama."
Sebelum anjel benar-benar masuk ke dalam mobil Marsell." Tiba-tiba ada seseorang orang yang memanggil nama anjel." Yaitu Pak William yang memanggil anjel dan menghapiri mereka di tempat parkir mobil."
"Hemmmmm,, apa kamu lupa anjel.?" Apa yang kita bahas tadi belakang." Bukan nya kamu sudah berjanji pada ku tadi untuk menyelesai kan urusan kamu dengan ku tentang pekerjaan yang sangat penting." Ucapan William membuat anjel terkejut dan terpaku."
Pak William pun mengandeng tangan anjel tidak mengijin kan anjel masuk ke dalam mobil pria lain apa lagi sampai pergi satu mobil dengan pria itu." Lho kok Pak William masih di sini.?" Sambil melepas kan tanggan nya dari tangan William."
"Anjel merasa tidak enak hati dengan Marsel." Kemudian meminta maaf pada Marsell." Maaf mas aku tidak bisa ikut dengan kamu untuk mengantar aku pulang ke rumah ku." Karena bos aku di sini menyuruh ku menyelesai kan pekerjaan kantor dulu."
__ADS_1
Walau di dalam lubuk hati anjel." Ia merasa diri nya masih merasa belum cocok dengan Marsell." Dan juga dia tidak enak hati tiba-tiba pak William menghapiri nya." Ia takut membuat orang lain yang melihat nya pasti bisa salah paham dengan nya."
"Gak apa-apa kok anjel,, Marsel tersenyum tipis." Ia memaklumi nya dan tidak mempermasalah kan atas ke datangan William yang begitu tiba-tiba." Kalau begitu ayo kita segera pulang ke rumah mu." Ajak Marsel terhadap anjel."