
"Anjel masih tidak suka dengan aroma tubuh William yang mengingat kan ke jadian pada malam itu." Ssssttt,, diam bentar." William kemudian menarik tubuh anjel dengan sekali gerakan." Ia menutupi mulut anjel dengan tangan nya."
Anjel memberontak karena mulut nya di tutupi tidak bisa bicara." Tangan William yang satu nya meraih saklar lampu." Ssssttt,, William memberi kan isyarat pada anjel." Melarang anjel untuk bicara." Dan menarik tangan anjel ketika anjel mau menghidupkan kan lampu."
"Diam lah dulu,, ada orang yang datang ke sini." Hah,, benar saja saat William selesai bicara ada seorang yang datang menarik pintu memaksa untuk masuk ke ruangan itu." Untung nya William sudah mengunci pintu itu terlebih dahulu."
Jadi membuat orang yang di luar tidak bisa memasuki ruangan itu." Tok! Tok! Tok,, anjel aku tahu kamu di dalam bukak pintu nya." Tok! Tok! Tok,, aku tahu kamu masih di sana jangan sembunyi dari ku." Walau suara terdengar lirih tapi anjel dan William masih bisa mendengar nya."
"Cepat dong anjel bukak pintu nya." Orang itu masih tidak menyerah." Anjel menarik tangan William kemudian bertanya." Apakah itu pak Riyan ya."?? Ssssttt,, William masih mengisyaratkan anjel untuk diam." Kalau berisik nanti Riyan curiga kamu masih di dalam."
Riyan yang mulai tertawa di luar pintu." Ha... Ha... Ha,, janda ayolah jangan sembunyi dong." Buka pintu nya aku tahu kamu masih ada di dalam sini." Riyan mendapat kan informasi kalau masih ada satu karya yang masih lembur oleh pengawas keamanan."
"Hey,, kamu gak usah berpura-pura lagi menjadi orang sok suci." Aku menyuruh mu sekarang keluar lah ada yang ingin aku bicarakan sama kamu." Jangan sampai kamu menyesal lho nanti nya." Riyan masih berbicara sendiri seperti orang gila seolah-seolah dia tahu kalau anjel berada di dalam ruangan itu."
Riyan mencoba menjebak anjel,, supaya anjel keluar dari ruangan kerja nya." Asal kamu tahu aja William kemarin memberi kan rekaman itu saat kamu sama William di dalam kamar hotel." Banyak ucapan yang tidak mengenakan membuat anjel terluka juga marah."
__ADS_1
"Anjel sudah tak perduli lagi dengan ucapan Riyan." Sekarang ia fokus dengan William yang posisi nya saat ini sedang memeluk nya." Lepas kan aku sekarang pak William." Lalu kemudian sedikit menjauh dan menatap William dengan tajam."
Perkataan Riyan barusan membuat diri nya merasa sedih dan juga marah." Walau dia sering di hina orang selalu di sakiti orang lain karena setatus nya janda beranak satu namun ini pertama kali nya ia di permalukan separah ini."
"Bukan hanya aib yang di bukak di tambah lagi ada video diri nya dengan William." Sekarang ini mau di taruh di mana muka ku ini.?" Itu membuat nya sangat terpukul dan hancur berkeping-keping." Apa salah nya dengan seorang bersetatus janda.?"
Kenapa seorang janda harus di rendah kan seperti ini sama semua orang.?" Ucap anjel lirih." Anjel sudah tak sanggup lagi membendung ke sedihan nya." Rasa sakit nya yang selama 4 tahun sekarang muncul kembali gara-gara ucapan Riyan." Tanpa sadar air mata anjel menetes membasahi pipi nya."
"Ia masih menatap William." Ia masih ingat walaupun malam itu dia yang memohon pada William itu di karena kan pengaruh obat itu." Bukan karena ke sandaran nya sendiri." Jika dia tahu kejadian itu akan seperti ini lebih baik dia berendam di kolam renang."
"Kenapa kamu melakukan ini ke pada ku.?" Kenapa kamu merekam ke jadian itu dan menyebar kan pada orang lain.?" Apa anda ingin saya laporkan polisi atas perbuatan anda.?" Anjel belum selesai dengan pertanyaan nya."
Kemudian William memotong nya." Oh jadi kamu lebih percaya dengan omong kosong paman Riyan dari pada aku.?" William tidak menanggapi semua pertanyaan anjel dengan serius." Namun berbeda dengan anjel lebih mempercayai ucap Riyan tentang video itu."
"Apa pak William tak tahu kalau aku lebih percaya omongan pak Riyan dari pada omongan anda." Anjel sambil menghapus air mata nya." Mana mungkin pak Riyan bisa tahu itu semua." Kalau bukan dari ucapan pak William."
__ADS_1
Apa.?" William merasa diri nya tidak mengerti dengan apa yang di tuduh kan anjel." Karena diri nya tidak pernah bercerita tentang itu dengan siapa pun termasuk paman nya Riyan." Apa sekarang anda sudah puas mempermalukan kan saya di depan pak Riyan.?" Teriak anjel."
Anjel yang sudah tak sanggup lagi menahan emosi nya." Karena hal itu sangat membuat nya malu dan juga menakuti diri nya." Tidak sekalian saja anda umum kan ke semua karyawan jangan cuma pak Riyan aja."
"Tiba-tiba jawaban pak William membuat anjel terkejut dan seketika diam." Oh,, bearti aku harus umum kan ke semua orang yang bekerja di perusahaan ini dengan pengeras suara." Bawah anjel si janda beranak satu ternyata masih perawan ya kan."
Bayangkan aja apa yang akan orang lain kata kan." Ya ampun,, sial sekali aku." Sekarang ini anjel tak bisa berkata-kata lagi." Karena pak William telah mengeluar kan kartu AS nya." Yang membuat anjel sama sekali tak bisa berkutik dan mengelak lagi."
"Hah,, apa yang aku ucap kan ini benar kan anjel." Sebelum anjel menjawab terdengar suara anak kecil memangil nya." Di luar ruangan itu." Mama! Mama! Di mana kamu mama.?" Seperti nya mama ku tidak ada di sini deh Tante."
Sabar dulu ya junior." Tante coba akan menelpon mama kamu lagi ya." Di mana dia sekarang.?" Desti mengeluar kan ponsel nya untuk menghubungi anjel." Sebelum Desti sempat menelpon tiba-tiba anjel keluar dari ruangan kerja nya dan membuka pintu."
"Kemudian menatap Desti dan juga putra nya tercinta junior." Tante itu mama." Tunjuk junior pada anjel dan berlari menuju ibu nya dan memeluk nya." Anak mama sayang,, kenapa sampai naik ke sini.?" Kan bisa tunggu mama di luar sana."
Mama kan bentar lagi turun ucap anjel dengan bahagia." Rasa capek,, sedih dan marah pun menjadi hilang ketika bertemu dengan putra nya tercinta." Ih,, kamu itu mengapa Bekerja di ruang yang begitu gelap.?" Apa di ruang kerja mu lampu nya rusak.?" Tanya Desti dengan heran."!!
__ADS_1
"Karena tak ingin sahabat nya curiga anjel pun mengiyakan saja." Oh ya,, seperti nya lampu nya mati nih." Baru saja anjel menjawab tiba-tiba William keluar dari ruangan itu." Membuat Desti terkejut sampai mulut nya terbuka lebar."