Bukan Janda Tapi Perawanan

Bukan Janda Tapi Perawanan
Penghinaan Riyan


__ADS_3

"Roy ingin sekali adik nya itu mempunyai pekerjaan yang baik untuk masa depan adik nya itu." Riyan selalu menolak jika di tempat kan di perusahaan lain nya." Yang di ingin kan Riyan adalah ingin menjadi wakil CEO di perusahaan nya."


Saat Riyan datang di perusahaan setiap hari bukan untuk bekerja melainkan cuma berdiam diri di ruangan kosong untuk makan dan minum secara gratis." Itu membuat ayah William merasa kesal ke pada Riyan." Bagaimana menurut paman.?" Tanya William lagi setelah mendengar Jawaban dari Riyan."


"Apa paman benar-benar tidak mengingin kan nya.?" Ehmmmm,, tunggu sebentar." Tiba-tiba Riyan menyela pembicaraan nya." Paman sedang berfikir untuk mempertimbangkan nya." Selain pekerjaan masih ada lagi yang harus di penuhi dulu."


Jangan lupa masalah tempat tinggal ku aku ingin rumah yang bagus dan juga luas." Supaya anak dan istri ku bisa ikut bersama ku." Ucap Riyan yang sudah tak berdaya dan juga tak mau rugi juga."


"Karena menurut Riyan jika kakak nya itu jika membutuh kan tenaga nya dia harus rela mengeluar kan uang banyak untuk nya begitu juga gaji yang harus besar." Tempat tinggal juga harus yang harus super elit itu yang di ingin kan Riyan."


Untuk masalah tempat tinggal dan lain nya paman gak usah pikiran itu." Nanti biar di cari kan yang seperti paman ingin kan pokok nya paman gak usah kawatir." Ucap William yang mengerti maksud nya."


"Tanpa di minta pun William pun sudah tau dan mana mungkin mencari kan tempat tinggal yang jelek untuk paman nya itu." Kalau begitu saya akan melanjut kan pekerjaan ku dulu paman." William memulai pekerjaan nya di ruang nya."


Jika paman sudah siap semua nya nanti tinggal bilang saja." Biar nanti sekertaris aji untuk mencari kan tempat tinggal untuk paman." Tambah William sambil menyala kan komputer nya." Oh,, oke deh." Riyan berdiri bersiap pergi meninggal kan ruangan William."

__ADS_1


"Kalau begitu paman pergi keluar dulu ke betulan perut ku sangat lapar mau mencari makan dulu di luar." Ucap Riyan yang kemudian pergi keluar dari ruangan itu sambil mengelus perut gendut nya itu." Setelah memasti kan paman nya benar pergi." William tidak langsung menyelesaikan tugas kantor nya."


William masih penasaran apa yang membuat nya anjel tadi terlihat marah." Ia mencari CCTV di komputer untuk mencari apa yang terjadi barusan." Apa terjadi sesuatu dengan anjel dan paman nya itu." William pun mulai memutar CCTV beberapa menit yang lalu."


"Setelah melihat melihat CCTV ia tahu apa yang membuat anjel marah itu karena paman nya." Yang menarik anjel dan mendorong nya ke dinding." Mereka berbicara sangat dekat membuat William menjadi panas dingin."


Melihat adegan demi adegan itu sangat intim dan juga memalukan bagi nya." Seharus nya paman nya itu menjaga citra baik keluarga NUSANTARA bukan malah seperti ini." Apa selama ini paman itu selalu melaku kan itu ke pada karyawan lain nya juga.?"


"William merasa kesal dengan apa yang di lihat barusan." William kemudian tersadar eh,, buat apa aku memikir kan anjel." Mau dia di perlakukan oleh siapa pun itu bukan urusan ku juga." Kemudian ia kembali bekerja lagi di depan komputer."


"Anjel,, apa kamu gak makan siang dulu.?" Kan pekerjaan nya bisa di lanjut kan nanti lagi setelah makan siang dulu." Ajak Mario dan Guntur pada anjel." Mereka berdua bersiap keluar untuk mencari makan." Ehmmmm,, kalian tidak usah menunggu ku."


Nanti aku menyusul kalian di sana." Anjel terus menatap komputer tanpa melihat teman-teman nya." Kalau gitu kita pergi dulu ya anjel." Ya,, kalian gak usah mencemas kan aku." Yang masih fokus dengan komputer nya." Sedang kan Mario dan Guntur pun sudah meninggal kan anjel keluar dari ruangan kerja nya."


"Beberapa saat kemudian anjel pergi ke kantin yang ada di kantor nya dan membeli sedikit makanan dan membawa nya di ruang kerja nya." Hingga akhir nya waktu pun cepat berlalu sampai jam 8 malam." Semua lampu sudah mati tinggal dia sendiri."!!

__ADS_1


Suasana di ruang itu sangat sepi sekali." Anjel bekerja dari pagi sampai jam 8 malam menatap layar komputer nya." Ia enggan untuk pulang ke rumah." Anjel masih teringat kata-kata Riyan tadi pagi yang sangat menyakiti perasaan nya itu."!!


"Tiba-tiba dalam suasana yang sangat hening sekali ponsel anjel berdering." William yang sedang berjalan-jalan di koridor lantai 2." Mendengar dengan jelas suara ponsel yang berdering." William segera menghampiri sumber suara ponsel yang berbunyi."


Ia melihat ada salah satu ruangan yang lampu nya masih menyala." William merasa tidak asing saat mendengar suara wanita di dalam ruangan itu." Ya itu suara anjel yang sedang mengobrol dengan seseorang di telfon." Ha... Ha... Ha ya nih bentar lagi aku pulang kok."


"Sekarang kamu bisa pulang dulu tidak usah lagi menunggu junior." Eh,, ya aku sudah kok kalau kamu tadi turun dari pesawat pukul 3 sore." Terus kamu langsung otw ke rumah aku kan untuk menemui Raffa di rumah." Desti kamu memang sahabat terbaik ku."


Hah,, apa kata mu tadi."?! Tiba-tiba anjel terkejut dengan apa yang Desti ucap kan." Apa kalian sudah berada di halaman gedung perusahaan.?" Aduh,, ya ampun Desti kamu sudah gila apa mengajak Raffa keluar udah larut malam begini." Gak bagus buat kesehatan Raffa."


"Nanti junior Bisa masuk angin." Ucap anjel yang kawatir dengan putra nya itu." Karena Desti dan putra nya sudah ada di halaman gedung kemudian anjel mematikan lampu ruangan kerja nya." Kalau begitu kalian tunggu sebentar aku akan segera turun ke bawah."


Anjel pun mengakhiri telpon dan juga mematikan komputer nya." Dan berkemas-kemas siap untuk keluar dari ruangan kerja nya." Belum sempat anjel keluar dari ruangan kerja terdengar suara langkah kaki dan membuka pintu ruang kerja nya."


"Seketika membuat anjel terkejut dan juga takut." Kau siapa kenapa kamu di sini.?" Tanya anjel di dalam ruangan kerja yang sudah gelap." Hanya ada sedikit sorot lampu dari luar ruangan kerja nya." Karena takut anjel kemudian mundur ke belakang.

__ADS_1


Anjel tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang masuk ke dalam ruangan kerja nya." Ia merasa tidak asing dengan aroma tubuh itu." Namun dia bisa menebak nya kalau itu adalah William." Pak William sedang apa kamu di sini."?? Tanya anjel dengan heran dan merasa diri nya tak nyaman bersama William."


__ADS_2