
"Anjel sebenar nya kamu bisa nepatin janji kamu tidak." Nah kamu tinggal pilih mau urusan kita di selesai kan sekarang di sini juga atau pilih pergi ke tempat lain." Ucap Pak William sedikit mengerti anjel supaya tidak pergi lagi."
Cukup Pak William,, gak perlu di jelasin lagi aku sudah tau kok." Anjel sudah gak kuat dengan ucapan Pak William." Seharus nya Pak William itu tahu kalau ini udah malam sekali." Kan masih ada hari esok juga kenapa harus memaksa ku untuk sekarang ini."
"Anjel yang kesal dengan pak William yang sering menganggu diri nya akhir-akhir ini." Apa lagi di paksa untuk membayar hutang sekarang ini." Di waktu yang tidak tepat di saat diri nya kini sedang bersama Marsel sekarang."
Padahal diri nya tidak sengaja mengadu kasih hanya satu malam aja." Tapi kenapa sekarang William mengejar-ngejar nya terus." Kamu harus nya tahu aku tidak suka menunda-nunda waktu." Aku gak peduli kamu suka atau tidak itu udah aturan nya." Ucap Pak William sedikit acuh."
"Ah,, Pak William itu menyebalkan sekali sih." Anjel merasa diri nya semakin di buat kesal oleh Pak William." Janji adalah janji anjel kamu harus nepatin tadi aku meninggal kan kamu di toilet karena masih ada urusan yang aku selesai kan dulu sama keluarga ku dulu."
Anjel sayang lebih baik kamu selesai kan urusan pekerjaan mu dulu dengan bos kamu." Aku gak apa-apa kok kalau tidak jadi mengantar kamu." Yang penting besok kita bisa bertemu lagi ya." Ucap Marsell yang tidak ingin membuat anjel dalam ke sulitan bersama bos nya."
"Anjel yang mendengar kan ucapan Marsel tidak bisa lagi berkata-kata lagi." Untuk mengelak dari pak William." Dengan berat hati terpaksa harus ikut dengan pak William." Kalau begitu aku jalan duluan ya anjel kamu hati-hati saat pulang ke."
Ucap Marsell dan menutup pintu mobil nya kemudian meninggal kan anjel bersama William." Oke deh kalau gitu kamu hati-hati di jalan jangan ngebut." Jawab anjel yang merasa tidak enak hati dengan Marsel." Untung nya Marsel tidak kesal sedikit pun atau marah pada nya."
__ADS_1
"Setelah Marsel meninggal kan mereka berdua di sana." Anjel pun mengikuti langkah William dan masuk ke dalam mobil William." Anjel duduk di kursi depan di samping Pak William." Di dalam hati nya sangat lah gelisah ia takut sahabat nya pasti mencemas kan diri nya."
Karena belum pulang-pulang ke rumah udah malam sekali gumam anjel dalam hati nya." Pak William aku mau tanya seandai nya aku bayar hutang nya tidak harus dengan melayani Pak William malam ini gimana.?" Anjel yang memberani kan di untuk berbicara dengan pak William."
"Jika dia melayani Pak William malam ini." Sama aja diri nya seperti wanita murahan dan diri nya juga merasa di rugikan." Sedang kan Pak William pasti lebih beruntung karena bisa mencicipi tubuh nya lagi." Anjel takut teringat ucapan Pak Riyan kalau William pasti akan merekam nya lagi dan di publikasi kan pasti akan membuat diri nya malu."
Aku tidak ingin menambah masalah lagi." Yang kemarin aja belum kelar." Aku tak ingin bertemu Pak William lagi kalau bukan urusan kantor." Kalau ini urusan nya beda ini ke ingginan hasrat Pak William pada nya yang membuat ku kesal." Gumam anjel lagi di hati nya."
"Masalah tentang kita kamu gak usah kawatir." Nanti kita bahas kalau sudah sampai rumah." Ucap Pak William dengan nada halus dan lembut." Pak William kan bisa bicara kan sekarang ini." Aku gak enak ini udah malam entar apa kata tetangga sekitar rumah ku."
"Ya,, aku udah tau kok gak usah kamu jelas kan." Pak William sambil menoleh ke anjel dan kembali fokus mengemudi kan mobil nya itu." Setelah Pak William mengucap kan seperti itu anjel pun tak lagi berbicara dengan pak William." Ia merasa tenang dan juga lega."
Tak lama kemudian anjel mendengar ponsel nya berdering." Kemudian anjel melihat nama di ponsel ternyata ibu nya sedang menelfon nya." Anjel langsung mengangkat telepon dari ibu nya." Ya ma,, ada apa.?" Sapa anjel dengan hormat."
"Di dalam telpon terdengar suara mama nya anjel sedang berbicara pada anjel." Anjel kapan kamu balik ke rumah lagi.?" Udah hampir 2 tahun lho kamu belum pernah pulang ke rumah lagi." Apa kamu sudah lupa sama mama tidak kawatir kan mama kamu ini.?"
__ADS_1
Walau sudah hampir 2 tahun anjel tidak pernah pulang ke rumah nya di desa namun Mama nya selalu masih berkomunikasi dengan nya." Walau pun 4 tahun yang lalu diri nya telah di usir oleh keluarga nya sendiri." Biasa nya setiap tahun kamu berkunjung ke rumah mama."
"Aku gak lupa kok dengan mama." Aku sibuk bekerja mama dan di sisi lain junior belum cuti sekolah nya mama." Kalau aku sama junior ada waktu pasti nya akan datang ke rumah." Lagi alasan nya junior lagi." Kapan kamu menikah dan mengurus diri mu sendiri." Ibu gak suka kamu membicara kan junior terus."
Apa kamu tidak ingin menikah dan punya anak sendiri dari rahim kamu.?" Kamu lebih sibuk ngurus anak orang yang tidak tahu asal usul nya itu." Ibu masih gak iklas kalau kamu menghabis kan waktu mu cuma untuk mengurus anak itu hingga sekarang ini."
"Ibu gak usah kawatir walaupun raffa bukan anak kandung ku." Aku ikhlas membesar kan nya seperti anak aku sendiri." Aku juga pasti akan segera menikah kok kalau udah menemukan yang cocok buat ku." Dan juga seseorang yang mau menerima Raffa sebagai anak ku." Jawab anjel pada mama nya."
Padahal udah 4 tahun yang lalu berlalu." Mama nya anjel masih tidak menyukai raffa anak yang di temukan anjel di depan Kontrak nya." Mama seharus nya menerima dengan pilihan ku." Aku sangat sayang dengan raffa walaupun ia bukan anak kandung ku."
"Anjel mencoba menahan emosi nya." Aku minta maaf jika telah membuat ibu kecewa dengan ke putusan ku ini." Keliatan nya Pak William diam-diam mendengar kan pembicaraan anjel dengan ibu nya di telfon." Kalau begitu sudah dulu ya Bu kita sambung lagi besok."
Karena ini sudah malam waktu nya ibu untuk istri dulu." Aku janji besok pagi aku menelfon ibu lagi." Ucap anjel dan mengakhiri telpon dengan mama nya itu." Kalau tidak di akhir telfon nya ibu nya masih akan terus menceramahi nya tak henti-henti nya."
"Anjel apa kamu senang kalau ibu mu mati apa."?? Sesekali dengar kan kata ibu mu sebelum kamu menyesali nya." Anjel yang mendengar ucapan Mama nya merasa sedih." Ia tidak ingin menyakiti hati Mama nya dan juga raffa anak angkat nya."
__ADS_1